Model Pembelajaran  PBL Dukung Kemampuan Literasi Matematika

spot_img

RADARSEMARANG.COM – KEMAMPUAN literasi matematika sangat penting dimiliki oleh siswa sebagai bekal untuk memecahkan permasalahan, baik dalam pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari. Namun kenyataan di lapangan sangatlah jauh dari harapan. Rendahnya kemampuan literasi matematika dikarenakan antara lain: Pertama, perangkat pembelajaran yang dibuat belum dikaitkan dengan soal-soal yang mengarah pada pemecahan masalah sehingga kemampuan berpikir, bernalar dan pemecahan masalah yang dimiliki siswa sangat rendah. Kedua, siswa jarang dilatih berkomunikasi dengan cara dibentuk kelompok diskusi.

Untuk mengenal, memahami dan memecahkan masalah, khususnya matematika, siswa perlu dikenalkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Model pembelajaran ini diterapkan berdasarkan permasalahan di dunia nyata. Siswa dilatih untuk merancang sebuah solusi dari pemecahan masalah tersebut. Dalam pemecaham masalah, siswa dituntut untuk aktif berkomunikasi dalam menyampaikan ide-ide kreatifnya, merumuskan masalah nyata ke dalam bentuk masalah matematika (model matematika), berargumen terhadap apa yang disampaikan, mencari solusi permasalahan, serta menggunakan simbol-simbol atau aturan matematika formal dalam menyelesaikan permasalahan.

Melalui pembelajaran matematika model PBL ini akan mampu membentuk kemampuan literasi matematika. Kemampuan literasi matematika dapat meningkatkan kualitas yang dimiliki siswa dalam pemecahan masalah.

Baca juga:   Meningkatkan Aktivitas Belajar Matematika dengan Zoomet Prakas Dimaspande

Konteks literasi matematika berdasarkan PISA 2012 (OECD, 2013: 28). meliputi:  personal, pekerjaan, masyarakat dan ilmu pengetahuan. Keempat  konteks tersebut menurut Johar (2012: 34-35) diuraikan sebagai berikut: konteks pribadi yang secara langsung berhubungan dengan kegiatan pribadi siswa sehari-hari. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari tentu para siswa menghadapi berbagai persoalan pribadi yang memerlukan pemecahan secepatnya. Matematika diharapkan dapat berperan dalam menginterpretasikan permasalahan dan kemudian memecahkannya.

Konteks pekerjaan yang berkaitan dengan kehidupan siswa di sekolah dan atau di lingkungan tempat bekerja. Pengetahuan siswa tentang konsep matematika diharapkan dapat membantu untuk merumuskan, melakukan klasifikasi masalah, dan memecahkan masalah pendidikan dan pekerjaan pada umumnya.

Konteks umum yang berkaitan dengan penggunaan pengetahuan matematika dalam kehidupan bermasyarakat dan lingkungan yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari. Siswa dapat menyumbangkan pemahaman mereka tentang pengetahuan dan konsep matematikanya itu untuk mengevaluasi berbagai keadaan yang relevan dalam kehidupan di masyarakat.

Kemampuan literasi matematika tidak hanya cukup pada kemampuan untuk mencari solusi pemecahan masalah. Dalam kemampuan literasi matematika siswa juga dituntut untuk dapat menerapkan konsep dari pemecahan masalah dan mampu menggunakan alat-alat yang berkaitan dengan konsep matematika dalam kehidupan nyata. Siswa dituntut mampu mengaplikasikan hasil pembelajarannya dalam kehidupan nyata (Learning by doing). (tj3/2/aro)

Baca juga:   Belajar Pecahan Asyik dengan Media Kue Donat

Guru SMK Negeri 11 Semarang

Author

Populer

Lainnya