33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Lahirkan Pengusaha Muda Sampai Desa

Ferry Firmawan, Ph.D, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM – MASIH tingginya angka kemiskinan di Jawa Tengah menjadi keprihatinan banyak kalangan. Tak terkecuali Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah Ferry Firmawan. Apalagi, fakta di lapangan menyebutkan kemiskinan banyak didominasi masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan.  Padahal, dari 35 kabupaten/kota di Jateng hampir sebagian besar masyarakatnya tinggal di desa-desa dan jauh dari pusat perkotaan.

Badan Pusat Statsistik Provinsi Jawa Tengah mencatat, sampai September 2017, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Jawa Tengah mencapai 4,20 juta orang (12,23 persen). Dari jumlah tersebut ternyata 40 persen diantaranya merupakan masyarakat yang ada di pedesaan dan berprofesi sebagai petani. Kondisi tersebut jelas sangat miris, apalagi Jateng merupakan dalah satu daerah penyokong pangan nasional. “Ini masalah serius yang masih belum rampung. Kami juga ingin terlibat langsung untuk membantu menyelesaikannya,” kata Ferry Firmawan.

BERBAGI ILMU : Ferry Firmawan saat mengisi acara. (IST)
BERBAGI ILMU : Ferry Firmawan saat mengisi acara. (IST)

Banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka kemiskinan di Jateng terutama yang ada di pedesaan. Diantaranya pemuda desa yang mulai enggan untuk tinggal di desa dan memilih hijrah ke perkotaan. Karena mereka menganggap jika hidup di desa sulit maju dan tidak menjanjikan. “Ini kenyataan dan saya sudah berdialog dengan sejumlah pemuda-pemuda desa di Jateng. Mereka memilih bekerja di kota karena ingin merubah nasib,” ujarnya.

Melihat fenomena itu, iapun mengaku prihatin dan berusaha berkontribusi untuk Jateng. Sebagai Ketua Hipmi iapun ingin merubah pola pikir atau mindset generasi muda yang ada di desa-desa. Bahwa untuk sukses tidak harus pindah ke perkotaan, tetapi di desa siapapun bisa meraih sukses. Ia terus mensosialisasikan pentingnya ekonomi pedesaan di Jateng. Bahkan, sekarang sudah ratusan pengusaha-pengusaha muda yang berhasil dicetak dan tetap bertahan di desa. “Setiap desa di Jateng memiliki potensi dan keunikan sendiri. Jika itu digarap, saya yakin akan meningkatken ekonomi masyarakat,” tegasnya.

BERSAMA PRESIDEN: Ketua HIPMI Jateng, Ferry Firmawan, usai menyampaikan masukan dan kondisi ekonomi di Jateng kepada Presiden Joko Widodo. (IST)
BERSAMA PRESIDEN: Ketua HIPMI Jateng, Ferry Firmawan, usai menyampaikan masukan dan kondisi ekonomi di Jateng kepada Presiden Joko Widodo. (IST)

Ketua Dewan Pembina Forus CSR Kesos Jateng ini mencontohkan, di Magelang selain Borobudur banyak wisata desa yang begitu banyak. Banyaknya wisatawan yang berkunjung, jelas akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Tetapi karena pengelolaanya kurang bagus, akhirnya Magelang hanya menjadi jujukan wisata tetapi banyak wisatawan yang menginap di Jogjakarta.

“Jika semua pemuda dilibatkan misalnya dengan membuat home stay di rumah-rumah warga jelas akan lebih menarik. Dan secara ekonomi itu akan lebih menguntungkan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Lewat Hipmi Jateng, Ferry Firmawan pun berusaha mencari terobosan dan mengajak generasi muda lebih kreatif. Ia terus mengkampanyekan spirit nasionalisme di setiap penjuru desa. Langkah ini agar potensi yang dimiliki anak-anak muda di desa bisa lebih berkembang dan optimal. Berbagai pelatihan sudah digalakan, termasuk pembinaan dan pendampingian terhadap pemuda-pemuda desa. Dengan back ground pengusaha, iapun terus mencetak “pengusaha” muda dari desa. Pemuda yang bisa mandiri secara ekonomi dan mampu mengembangkan potensi di desanya masing-masing.

“Berbicara tentang pengusaha, harus global dan harus diselesaikan sampai tingkat bawah. Kami ingin membangun ekonomi kerakyatakan yang berbasis di pedesaan,” tegasnya.

Anggota Komisi B DPRD Jateng ini menilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan pemuda di desa. Bahkan, ia semakin getol karena bisa menyuarakan suara dari masyarakat Jateng karena masih duduk di DPRD Jateng. Untuk melancarkan misinya, ia menggandeng sejumlah elemen dan organisasi seperti tokoh masyarakat, tenaga kerja sosial  kecamatan, penyuluh pertanian, BUMDes pemerintah sampai TNI/Polri.

“Misi kami satu, ingin terus mencetak pengusaha muda dari desa. Mereka  harus bisa meningkatkan potensi desa dan ekonomi di desanya masing-masing,” tambahnya.

Ia berharap, pemuda di Jateng bisa lebih mengembangkan diri dan berani dalam membuka suatu usaha. Mereka juga harus bisa mengembangkan potensi kekayaan alamnya yang begitu besar.  Jangan takut untuk bermimpi, karena dari itulah akan menjadi motivasi untuk meraih sukses.

“Jadilah pengusaha, agar bisa membantu mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Jateng,” ajaknya. (miftahul a’la/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Langgar Lalin, Kaum Difable Ditilang

UNGARAN–Penertiban pengguna jalan di Kabupaten Semarang semakin tidak pandang bulu. Baik itu pengguna kendaraan yang normal maupun difable. Menyusul diterbitkannya SIM (Surat Izin Mengemudi)...

Produsen Hoax Serang Anies dengan Sampah Bekasi

JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kerap diserang hoax beberapa pekan terakhir. Yang terbaru adalah foto sungai penuh sampah di Bekasi. Kata penyebar...

Suku Bunga KPR Kompetitif

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sektor properti sejak tahun lalu cenderung lesu. Suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang semakin kompetitif diharapkan dapat merangsang sektor ini...

ATCS Belum Optimal 

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Operasional Area Traffic Control System (ATCS) belum bisa dilakukan secara optimal karena pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum menyerahkan aset ATCS kepada...

Rambut Bob Bertekstur Kembali In

Dengan bergantinya tahun, mode dan tren pun ikut berubah. Tak terkecuali tren dan mode make up dan potongan rambut. Jika tahun lalu marak warna-warna...

Amankan Delapan Anak Punk

DEMAK - Aparat Satpol PP berhasil mengamankan delapan anak punk disejumlah tempat mangkal. Mereka diangkut petugas saat sedang beraktifitas dijalan Kiai Jebat serta di...