33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Dua Jam, 2.018 Tahu Ludes

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 2.018 buah tahu yang dibentuk gunungan, Minggu (6/5) kemarin diperebutkan warga di puncak Gunung Tidar. Acara Gerebeg Tahu Kampung Trunan Kelurahan Tidar Selatan itu berlangsung sejak tahun 2015. Kegiatan itu sebagai ungkapan rasa syukur warga Kampung Trunan sebagai sentra kerupuk tahu.

Sebelumnya, gunungan tahu, aneka makanan, hasil bumi dan kepala kambing dikumpulkan lebih dulu di masjid Kampung Trunan untuk didoakan ulama setempat.

Setelah itu, warga berpakaian tradisional berjalan mengarak gunungan menuju puncak Gunung Tidar, yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Kampung Trunan.

Warga lain pun ikut berjalan mengiringi arak-arakan gunungan. Arak-arakan ini cukup menyita perhatian masyarakat yang sedang ziarah di Makam Syeh Syubakir dan Kyai Sepanjang.

Setelah arak-arakan gunungan sampai di lapangan puncak Gunung Tidar, sesepuh desa memulai doa. Begitu aba-aba dimulai, ratusan warga merangsek merebut gunungan tahu. Tak kurang dari dua jam, gunungan ludes jadi rebutan.

“Ini sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan segala kenikmatan kemakmuran. Selain itu juga sebagai awal dimulainya puasa di bulan Ramadan. Juga untuk mendoakan para leluhur yaitu Kyai dan Nyai Truno, Syeh Subakir, Kyai Sepanjang, Eyang Bodronoyo, dan Nyai Semendhi,” ujar ketua panitia, Hariyadi, generasi kelima tetua Kampung Trunan tersebut.

Menurutnya, jumlah tahu dalam gunungan dibuat sesuai dengan tahun berjalan. Selain itu, gerebeg tahu merupakan upaya untuk melestarikan budaya nenek moyang yang adiluhung dengan budaya gotong-royong.

“Kesemuanya adalah swadaya masyarakat di Kampung Trunan. Meskipun gerebeg tahu memang baru berjalan beberapa tahun, namun sadranan Kampung Trunan sendiri sudah berjalan sekitar 300 tahun lalu. Untuk hari Rabu rencananya kami juga mengadakan pergelaran wayang kulit semalam suntuk,” pungkas Haryadi. (had/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Seorang Guru Meninggal Terkena Demam Berdarah

TEMANGGUNG—Virus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Temanggung, menewaskan seorang guru SMP Negeri Tlogomulyo. Korban bernama Siti Nikmah, 51, warga Tegaltemu RT 5 RW...

PKS Optimistis Tatap Pilgub Jateng

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Sohibul Iman yakin jika pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Sudirman Said (SS) dan Ida...

Bangun Budaya Politik Partisipan Warga

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Budaya politik yang baik akan turut mendorong proses demokratisasi di masyarakat dengan baik pula. Pemilih pun dengan partisipasi yang tinggi akan...

Mendidik Karakter Melalui Film Sejarah

PENDIDIKAN karakter sangat penting dilakukan dan ditingkatkan. Mengingat dewasa ini, terjadi banyak pelanggaran nilai dan norma di lingkungan masyarakat. Mulai dari kenakalan remaja, free...

20 Jajanan Berformalin Dijual Bebas

KENDAL—Jajanan anak yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan perwarna tekstil masih banyak dijumpai di Kendal. Hal itu terungkap dari temuan Dinas Kesehatan (Dinkes)...

Panmud Hukum PN Semarang Diperiksa KPK

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Panitera Muda (Panmud) Hukum pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Ali Nuryahya diduga diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait putusan gugatan praperadilan...