31 C
Semarang
Minggu, 29 November 2020

Dewan Minta Dinas Kesehatan Peka

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG  – DPRD Kota Magelang meminta Dinas Kesehatan Kota (DKK) agar lebih peka dalam menanggapi laporan kejadian luar biasa (KLB) wabah demam berdarah (DB). Pasalnya, wilayah Kota Magelang termasuk daerah rawan persebaran demam berdarah.

Ketua Fraksi Partai Demokrat, Waluyo, Sabtu (5/5) kemarin mengaku merasa berang dengan lambatnya respons dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) dalam menyikapi adanya KLB di wilayah Tidar Campur Magelang Utara.

“Saya mendapat laporan dari warga Tidar Campur bahwa ada 5 warga yang terkena DB. Bahkan warga sudah melaporkan ke puskesmas dan menindaklanjuti ke DKK untuk dilakukan fogging agar tidak ada penderita tambahan. Namun katanya baru hari Sabtu dilakukan fogging,” ujar Waluyo jengkel.

Anggota Komisi B ini merasa bahwa DKK tidak peka dengan adanya KLB DB yang terjadi di beberapa wilayah Kota Magelang. Padahal siklusnya, menurut Waluyo, DKK sudah mengetahui dan sebisa mungkin sudah bisa mengantisipasi adanya DB.

“Ini sore tadi malah ada kabar satu anak masuk RS karena kena DB. Saya langsung telepon DKK dan saya marahi agar segera dilakukan fogging. Saya belum tahu laporan dari wilayah lain, apakah hal yang sama juga terjadi. Apa memang harus jatuh korban yang banyak baru DKK ambil sikap,” tukas Waluyo.

Dia meminta, DKK bisa lebih peka dan proaktif untuk menyosialisasikan bahaya DB. Mengingat musim berpengaruh dalam perkembangan nyamuk aedes aegypti (nyamuk pembawa DB). Meskipun memang, menurut Waluyo, masyarakat juga ikut berperan serta dalam mencegah DB. (had/lis)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...