33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Butuh Teknologi Sumur Perut Bumi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – PAKAR Hidrologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Dr Ir Nelwan Dipl HE menilai Kota Semarang bukan tidak mungkin akan mengalami krisis air bersih. Banyaknya proyek pembangunan modern yang tidak ramah lingkungan menjadi salah satu penyebab matinya sumber mata air secara pelan-pelan.

“Jika hal ini dibiarkan tanpa ada upaya penanggulangan, dampak jangka panjangnya sangat berbahaya. Mulai dari bahaya kekeringan, tidak tersedianya air bersih, masuknya air laut, hingga kerusakan lingkungan akibat kondisi tanah kota menurun,” kata Nelwan.

Nelwan menyebutkan, saat ini banyak mata air di lereng Gunung Ungaran semakin berkurang. Hal itu tak lepas dari dampak banyaknya bangunan hotel di daerah Bandungan yang memiliki sumur bor. Begitupun di Kota Semarang. “Banyak sendang di Kota Semarang mengalami kekeringan. Sungai-sungai ketika tidak musim hujan memiliki debit air sangat kecil hingga kering. Hal ini jika tidak dikendalikan, Kota Semarang akan mengalami krisis air bersih,” katanya.

Ratusan hotel di Kota Semarang menggunakan sumur artetis yang menyedot air bawah tanah. Selain itu, perumahan-perumahan di Kota Semarang menjamur menggunakan sumur bor artetis. Ini akan berdampak buruk di kemudian hari. “Maka seharusnya, pemerintah mengendalikan betul. Sebaiknya mengelola air di permukaan tanah daripada mengambil air dari bawah tanah,” katanya.

Ia menyambut positif terkait langkah pemerintah tentang pengelolaan air permukaan seperti yang akan dilakukan di Waduk Jatibarang. “Adanya sumur bawah tanah diharapkan pemerintah bisa mengendalikan kebutuhan air bersih, sebagaimana seharusnya disediakan oleh PDAM. Agar keperluan industri seperti hotel, perumahan, villa, maupun pabrik-pabrik bisa tersedia. Agar mereka tidak menyedot air dalam tanah secara tidak terkendali,” katanya.

Keperluan domestik air minum bersih di Kota Semarang sejauh ini disediakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun demikian, PDAM sejauh ini belum bisa menjangkau kebutuhan air bersih masyarakat Kota Semarang secara menyeluruh.

“Misalnya banyak perumahan baru berdiri dan membuat sumur bor sendiri. Hotel membuat sumur bor sendiri, orang kaya membuat sumur bor sendiri. Berapa air yang disedot dari dalam bumi. Nah, sejauh ini tidak ada kendali,” katanya.

Lantas apa ada solusi? Salah satu solusinya adalah membuat sumur perut bumi untuk melakukan pengisian kembali air tanah. Di titik tertentu misalnya di Pudakpayung, dibuat sumur besar dalam tanah hingga ke lapisan kedap air. Ada aliran sungai yang dialirkan ke sumur tersebut. Ada pengisian ke dalam tanah, sehingga air yang disedot oleh banyak orang tadi bisa digantikan. Sumur perut bumi di Indonesia memang belum dilakukan. Tapi sejumlah negara maju lain sudah berpikir tentang hal itu dan memiliki sumur perut bumi. “Misalnya di New Delhi India. Ada upaya pengelolaan air dengan cara membelokkan aliran sungai ke dalam tanah,” katanya. (amu//ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Makam Sunan Kalijaga Jadi Perhatian Pengamanan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Ribuan peziarah padati Makam Sunan Kalijaga, Minggu (24/12). Banyaknya peziarah menjadi perhatian tim gabungan dalam melakukan patroli khusus. Termasuk pengamanan perayaan...

2 Pelaku Masih Buron

MAGELANG–Polres Magelang Kota berhasil menangkap pelaku pencurian mobil Mitsubishi L-300. Dari tiga pelaku, satu pelaku yang diciduk bernama Bahron Nada, 26, warga Demak. Dua...

Johar MAJT Akan Dilewati BRT

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kawasan tempat relokasi pedagang Johar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) akan segera dilewati Bus Transit Rapid (BRT) Trans Semarang. Selain...

Jadi Ujian yang Sebenarnya

SEMARANG - PSIS akan melakoni laga uji coba kedua di masa libur Ramadan. Tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut akan menjalani laga tandang versus PSS...

Gara-Gara “Apel Washington”

Konglomerat yang satu ini mencoba berkelit. Dia tidak mau langsung kooperatif. Tidak mau seperti bos Wanda, Wang Jianglin. Tapi juga tidak mau terang-terangan “mbalelo”....

Pendanaan dengan Menjual Merchandise

SETIAP mendirikan sekolah gratis, tentu biaya operasional yang harus dipikirkan matang-matang. Namun selama ini dana operasional DOES University bisa teratasi. Iwan Pribadi,  pengurus DOES University...