33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Kolom Kepercayaan Belum Bisa Diubah

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Status kepercayaan bagi para penghayat di kolom E-KTP hingga kini belum bisa diubah.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Semarang, Budi Kristiono, mengungkapkan, jika hingga kini belum ada Permendagri yang mengatur tentang perubahan tersebut.

“Sampai sekarang untuk penghayat kita belum ada Permendagri maupun petunjuk dari pusat, untuk mengubah kolom kepercayaan. Kita nunggu surat Permendagri tersebut,” kata Budi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (4/5).

Meski begitu, kondisi tersebut tidak mempengaruhi untuk para penghayat memberikan hak suaranya dalam Pilgub Jateng yang akan digelar 27 Juni mendatang. Sebab, syarat seorang penduduk bisa menggunakan hak suaranya yakni hanya dengan E-KTP maupun Surat Keterangan (Suket) pengganti E-KTP.

“Sepanjang mereka memiliki E-KTP kan tetap boleh menggunakan hak suara dalam pemilu. Saratnya kan E-KTP maupun suket. Jadi, penghayat bisa menggunakan hak suaranya,” ujarnya.

Hal lain yang menjadi konsentrasi Dispendukcapil yakni munculnya Permendagri nomor 19/2018. Di mana dalam Permendagri tersebut dijelaskan untuk setiap Dispendukcapil memberikan pelayanan terintegrasi. Selain itu, setiap warga yang hendak mengurus administrasi kependudukan tidak perlu menunggu.

“Langsung jadi 1 x 24 jam,” katanya.

Namun, syarat dan ketentuan tetap berlaku. Di mana model pelayanan tersebut dapat dilakukan apabila tidak terjadi gangguan jaringan.

Melalui Permendagri tersebut, setiap Dispendukcapil kabupaten/kota diminta harus cepat melayani perubahan data hingga penerbitan data kependudukan, termasuk E-KTP. Sehingga E-KTP ditargetkan selesai dalam satu hari.

Selain E-KTP, dokumen administrasi kependudukan yang hendak ditingkatkan pelayanannya adalah Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, dan surat keterangan pindah. “Sekarang dokumen itu dalam waktu satu jam atau paling lama 24 jam juga diterbitkan sejak persyaratan dinyatakan lengkap oleh petugas,” tuturnya

Ditegaskan Budi, pada prinsipnya Dispendukcapil Kabupaten Semarang siap untuk melaksanakan Permendagri tersebut. Dijelaskan pula, Permendagri tersebut juga mewajibkan Dispendukcapil Kabupaten Semarang untuk membuat pola integrasi dalam layanannya.

Misalnya, paket akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA) yang bisa dilakukan dalam satu kali pengajuan. Selain itu, juga ada paket akta kematian, KK dan E-KTP  dengan status cerai mati.

“Ada juga paket akta perkawinan, KK dan E-KTP  dengan perubahan status perkawinan,” katanya.

Untuk layanan jemput bola, lanjutnya, pihak Dispendukcapil Kabupaten Semarang sudah melakukan hal tersebut. Termasuk dalam hal rekam data E-KTP. Di mana sistem jemput bola sudah dilakukan. Antara lain dengan berkeliling ke berbagai desa dan sekolah. Adapun sekolah yang dimaksud yakni jenjang SMA dan SMK.Di mana usia siswa di jenjang tersebut sudah masuk dalam wajib E-KTP.

Dijelaskan, jumlah rekam data pada April 2018 lalu sudah dilakukan 2.626 perekaman. Jumlah tersebut diperoleh dari sistem tunggu bola dan jemput bola ke desa dan sekolah-sekolah. (ewb/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

15 Kabupaten Jadi Sorotan

SEMARANG - Limabelas kabupaten di Jawa Tengah mendapat sorotan dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda). Sebab tingkat kemiskinan di 15 daerah tersebut...

Gagal Putus Listrik Pasar Kobong

SEMARANG - Ancaman Dinas Perdagangan Kota Semarang memutus aliran listrik Pasar Rejomulyo Lama atau Pasar Kobong gagal dilakukan. Pasalnya, pihak PLN Kota Semarang menolak...

Racuni Teman, Bawa Kabur Sepeda Motor

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Tindak kejahatan tidak hanya terjadi pada orang lain saja. Namun,  teman sendiri juga bisa menjadi korban prilaku jahat tersebut. Ini seperti dialami...

Indonesia Career Expo Semarang

RADARASEMARANG.COM - INDONESIA Career Expo (ICE) Semarang digelar 21-22 Februari 2018 di MG Semarang Town Square (SETOS) Semarang pukul 09.00-17.00. Akan hadir banyak lowongan...

Garap Pemenangan secara Maksimal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ulama kharismatik KH Maimoen Zubair berpesan agar upaya pemenangan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin digarap secara maksimal. Dia berharap bersatunya unsur nasionalis-religius...

Mapolres Diancam akan Diledakkan

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN — Sehari sebelum tahun baru 2018, Polres Kebumen diteror. Melalui sambungan telepon, seorang yang tidak dikenal mengancam akan meledakkan Mapolres Kebumen, Minggu...