33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Beraroma Mawar, Rasanya Lebih Nikmat

Dua Mahasiswi UPGRIS Olah Bunga Mawar Jadi Es Krim

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – Dua mahasiswi S1 Pendidikan Biologi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) ini cukup inovatif. Keduanya mengolah bunga mawar menjadi es krim. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

BUNGA mawar biasanya hanya digunakan untuk karangan bunga ataupun buket. Setelah layu mawar wangi nan cantik tersebut terpaksa dibuang. Dua mahasiswi Pendidikan Biologi UPGRIS, Mirna Suryaningtyas dan Fika Firmaningsih, mencoba berinovasi agar mawar bisa memiliki nilai jual lain.

Banyak masyarakat yang tidak tahu, bunga mawar ternyata bisa juga dikonsumsi. Menurut penelitian, mawar termasuk edible flowers,  yakni jenis bunga yang bisa dimakan langsung maupun diolah terlebih dahulu.

“Dalam penelitian ini, kami menggunakan mawar sebagai salah satu bahan pembuatan es krim,” kata Mirna saat ditemui dalam Biology Fair 2018 yang digelar HIMA Prodi Pendidikan Biologi UPGRIS di Balairung Kampus I Sidodadi, Semarang, kemarin.

Dalam membuat es krim mawar, menurut Mirna, bisa dibilang cukup mudah. Pertama adalah bersihkan bunga mawar secukupnya dengan menggunakan air mengalir, kemudian bunga direndam selama satu minggu.

Setelah itu disaring, di sini air rendaman bunga yang dimanfaarkan untuk membuat es krim. “Bisa juga dengan cara lain, yakni  bunga mawar tersebut diblender hingga lembut, kemudian diperas dan disaring. Air pati mawar ini yang digunakan,” jelasnya.

Setelah didapatkan sari atau air pati mawar,  kemudian dicampur dengan bahan lainnya. Perbandingannya adalah air mawar sebanyak 150 mililiter, kemudian dicampur dengan 85 gram bahan es krim. “Selanjutnya, prosesnya sama dengan membuat es krim pada umumnya. Hasilnya, es krim dengan aroma bunga mawar, ” katanya.

Agar aroma mawar bisa keluar, tambah Fika, ia memilih menggunakan bahan es krim dengan rasa vanila. Hasilnya aroma dari sari mawar dan vanila akan menyatu dan rasanya pun semakin nikmat.

Ia mengaku, sebelum dipamerkan keduanya sudah melakukan uji coba kepada beberapa mahasiswa. Hasilnya es krim mawar tersebut banyak disukai. “Sudah kami uji coba, banyak yang suka. Mudah-mudahan ini bisa kami kembangkan menjadi skala usaha,” tandasnya.

Kaprodi Pendidikan Biologi FPMIPATI UPGRIS, Prasestyo SPd MPd, menuturkan, dalam pameran tersebut berbagai bidang produk hasil penelitian mahasiswa dipamerkan. Seperti bidang pangan, kesehatan, lingkungan, dan pendidikan. “Kami mendorong mahasiswa untuk melakukan inovasi. Tujuannya, agar bisa menemukan penemuan yang tepat guna dan bisa mengangkat perkonomian,” katanya.

Selain sebagai ajang mengekspresikan diri, kata dia, kegiatan Biology Fair juga menjadi wadah bagi mahasiswa menampilkan produk-produknya dari hasil perkuliahan yang mereka tempuh pada semester genap.

“Tujuan acara ini sendiri adalah untuk mencapai profil lulusan dari Prodi Pendidikan Biologi, yakni sebagai pendidik biologi, pelaku wirausaha dalam bidang media dan sumber belajar, serta menjadi pelaku wirausaha dalam bidang bioteknologi, khususnya kultur jaringan dan holtikultura,” harapnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Diikuti 150 Lebih Atlet Bulutangkis

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA-Tak kurang dari 150 atlet bulutangkis di Kota Salatiga turut tampil pada Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis I Salatiga 2018, yang berlangsung mulai Minggu...

KNC Bakal Spektakuler

KENDAL—Kendal Night Carnival (KNC) yang akan digelar di Weleri bakal berlangsung meriah. Para peserta akan menampilkan kostum megah dan arak-arakan seni budaya. Selain itu,...

Pernah Lulus Calon Hakim, Rasakan 10 Hari Ditahan

HM Rangkey Margana pernah diterima sebagai calon hakim dan diterima mengikuti wajib militer. Namun ia justru memilih menjadi seorang advokat. Kini, ia menjadi Ketua...

PPP Targetkan 8 Kursi untuk Pemilu 2019

DEMAK-DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Demak menargetkan minimal meraih 8 kursi dalam pemilu 2019 mendatang. Ini agar PPP dapat sejajar dengan partai lainnya,...

Hendi Pastikan 2018 Semarang Bebas Banjir Rob

SEMARANG- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memastikan Kota Semarang akan bebas rob banjir tuntas pada tahun 2018. Target tersebut dinilai sangat realistis, setelah dirinya...

Buat Zona Evakuasi saat Dieng Erupsi

WONOSOBO—Meningkatnya aktivitas gunung berapi Dieng akhir-akhir ini, membuat Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) Wonosobo, melakukan langkah antisipatif. Salah satu upayanya, menggelar apel siaga bencana, Selasa...