31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Pengusaha Keluhkan Pajak, Izin dan BPN

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta para pelaku usaha untuk segera menghubungi dirinya jika mendapat kesulitan. Ia juga menawarkan forum dengan menghadirkan wakil pemerintah pusat atau instansi vertikal untuk mengurai persoalan yang membelit pengusaha.

Dua hal itu mengemuka dalam acara Business Sharing “Mengenal Lebih Dekat Ganjar Pranowo dan Taj Yasin” di Hotel Crown Semarang, Jumat (4/5). Acara yang digagas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng itu dikemas dalam dialog interaktif yang dimoderatori Benk Mintosih.

Beberapa persoalan disampaikan dalam forum yang dihadiri para Ketua Kadin Kabupaten/Kota dan organisasi profesi lain seperti Apindo, Gapensi, Iwapi, dan REI. Di antaranya, soal pajak yang terlalu tinggi, pengurusan perizinan di kabupaten/kota yang masih berbelit-belit, serta pengurusan sertifikat tanah di BPN lama dan mahal.

Ganjar meminta para pengusaha tidak menunggu pertemuan formal untuk menyampaikan persoalan. Sebagai gubernur, ia membuka kanal komunikasi seluas-luasnya. “Bapak-ibu kalau ada persoalan urgent dan butuh keputusan segera, telepon saya saja, kalau perlu ada terobosan kita dobrak bareng-bareng,” katanya.

Namun jika butuh diskusi dengan instansi vertikal, menurutnya, perlu digelar forum resmi. Ganjar menyanggupi menghadirkan Dirjen Pajak, Kanwil BPN Jateng, atau komuniksi dengan bupati/wali kota.

“Saya bisa dudukkan Dirjen Pajak di sini, bapak-ibu bisa tanyakan soal pajak sebanyaknya. Bupati/wali kota yang menyulitkan sampaikan, saya bantu komunikasinya,” ujar Ganjar.

Taj Yasin yang mendampingi Ganjar menyoroti bisnis pariwisata yang memiliki potensi besar di Jateng. Menurutnya, Jateng punya keuntungan karena bisnis ini masih dikuasai pemerintah dan swasta lokal.

Berbeda dari pariwisata di Bali atau Lombok yang sudah banyak dikuasai pengusaha asing. “Pariwisata yang booming akan menumbuhkan pelaku usaha dari kecil sampai besar, baik industri kreatif maupun jasa. Saya ingin mengajak masyarakat Jawa Tengah mandiri, agar pemerintah tidak disibukkan membantu dari awal, tapi membantu menumbuhkan usaha menjadi besar,” katanya. (amh/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here