33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Usai Melahirkan, Admin Hyundai Dipidana 3 Tahun

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana lebih rendah 1 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng, atas kasus dugaan penggelapan mobil dan uang perusahaan PT Hyundai Mobil Indonesia Cabang Semarang, yang menjerat Irma Ochtavia Pratiwi alias Vivi, dalam sidang beragendakan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (2/5) petang.

Dalam kasus itu, JPU Kejati Jateng, Suratno menuntut Vivi yang sebelumnya bertugas sebagai admin plus membidangi penjualan, kasir, dan HRD, dengan pidana selama 4 tahun penjara, dan menyita mobil yang dilarikan Vivi, dengan jenis Tucson warna putih tahun 2016. Namun oleh majelis hakim yang dipimpin, Edy Suwanto menjatuhkan pidana selama 3 tahun, majelis juga menetapkan masa penahanan kota dikurangi dari pidana yang dijatuhkan kepada Vivi.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pengelapan dalam jabatan sebagaimana Pasal 374 KUHP, sehingga merugikan keuangan PT Hyundai Mobil Indonesia sebesar Rp 1,9miliar,” kata hakim Edy Suwano dalam amar putusannya.

Usai sidang, terdakwa Vivi tak terlihat menangis, namun wajah tertekan begitu terlihat. Ia hadir ditemani suami dan penasehat hukumnya, Yoyok Mahmudi. “Klien kami tidak bersalah tetapi dikambing hitamkan dalam perkara ini. Apalagi klien kami punya anak yang masih bayi, sehingga perlu diberi ASI dan membutuhkan perlakuan dari ibunya,” kata Yoyok dalam pembelaanya.

Kepala Cabang Semarang PT Hyundai Mobil Indonesia, Sugiarto Djojosaputro melalui kuasa hukumnya Eka Windhiarto mengaku kecewa dengan putusan tersebut. Karena terdakwa tidak langsung dieksekusi, dan majelis tidak memberikan putusan langsung eksekusi.

“Apalagi dalam kasus itu, ada juga tindak pidana pemalsuan yang dilakukan terdakwa,” kata Eka saat dihubungi melalui HPnya.

Perlu diketahui, kasus tersebut lama dilimpahkan, karena kondisi Vivi dikabarkan terakhir sedang hamil. Kasus tersebut terkuak setelah dilaporkan bosnya sendiri, Sugiharto Djojosaputro. Yang semuanya bermula saat Vivi hendak membeli mobil di PT Hyundai Mobil Indonesia cabang Semarang. Namun ternyata semua berkas yang diisi adalah fiktif dan uang yang disetorkan hanya Rp 2 juta ke persuahaan, hal itu dilakukan dengan leluasa karena menjabat admin plus. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

10 Korban Ditemukan Meninggal Dunia

MUNGKID—Operasi pencarian korban banjir bandang di Desa Sambungrejo dan Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang oleh tim gabungan, kemarin, masih terus dilakukan. Hingga hari kedua,...

10 Ribu Warga Santap Lontong

SEMARANG – Menyambut Tahun Baru Imlek 2017, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jateng akan menggelar Semarak Budaya Cap Go Meh di kompleks Masjid...

Bagikan 100 Sepatu

WONOSOBO - Komunitas Wonosobo Mengajar sedekahkan 100 sepatu untuk anak yatim piatu di wilayah Kejajar dan Kalikajar. Kegiatan bagi-bagi sepatu dilangsungkan di gedung PKK...

Olah Sampah Dapur Jadi Pupuk

SEMARANG – Banyaknya sampah dapur yang terbuang percuma membuat mahasiswa Public Relations Undip mengadakan penyuluhan untuk ibu-ibu PKK tentang mengolah sampah dapur  dengan tema...

3 Kades Diduga Tidak Netral

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Magelang menemukan dugaan pelanggaran ketidaknetralan kepala desa dalam Pilkada 2018. Tiga kepala desa diketahui mengikuti acara debat...

Satpol Razia Rokok tanpa Cukai

WONOSOBO—Kesadaran para pedagang untuk tidak lagi menjual rokok tanpa cukai di Wonosobo, sudah cukup baik. Kepala Seksi Bimbingan dan Penyuluhan, Bidang Penegakkan Perda Satpol...