33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Siswa Dihukum Nuntun Motor sejauh 3 Km

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ratusan siswa SMA/SMK yang tengah menggelar konvoi sepeda motor untuk merayakan kelulusan terjaring razia petugas gabungan di kawasan Simpang Lima, Semarang, Kamis (3/5). Petugas sempat menembakkan gas air mata lantaran pelajar melakukan perlawanan. Usai diamankan, para pelajar dihukum menuntun motornya dari Simpang Lima menuju Lapangan Polrestabes Semarang sejauh hampir 3 km.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, ratusan siswa tampak kelelahan saat menuntun motornya. Untuk para siswa diminta melepas baju seragam, sedangkan siswinya tetap berseragam lengkap yang rata-rata sudah penuh coretan spidol dan cat semprot.

Kapolsek Semarang Selatan Kompol Deddy Mulyadi mengatakan, pihaknya bersama jajaran Polrestabes Semarang mulai dari Satuan Sabhara, Satlantas hingga Dinas Perhubungan melakukan pengamanan untuk menertibkan para siswa SMA/SMK yang berkonvoi untuk merayakan kelulusan.

“Sebenarnya dari pihak sekolah sudah memberitahu bahwa untuk siswa dan orangtua tidak perlu ke sekolah, karena sudah diumumkan secara online,” ungkapnya di sela penertiban di Kawasan Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kamis (3/5).

Saat diamankan, tak sedikit dari pelajar yang berusaha kabur dari cegatan petugas. Namun petugas tidak kalah cepat dengan mengejar mereka yang berusaha kabur. Sejumlah pelajar yang berusaha kabur banyak yang terjatuh bahkan bertabrakan satu sama lain.

“Ini kita berikan pembinaan di Polrestabes Semarang, mudah-mudahan mereka selamat sampai rumah nanti. Jumlahnya ada ratusan yang bergerak, nanti kita berikan pembinaan setelah itu kita pastikan sampai rumah dengan selamat,” tandasnya.

Pada saat diamankan, petugas juga melakukan penggeledahan untuk menghindari para siswa membawa obat-obatan terlarang dan minuman keras. Ketika diminta masuk ke dalam truk, salah satu siswa sempat menjadi bulan-bulanan petugas lantaran masih duduk di kelas XI. “Ampun pak, saya ikut-ikutan saja. Diajak teman, saya nggak ngobat pak. Kalau minum iya, tapi nggak ngobat pak. Saya kapok,” ujar siswa yang tidak mau menyebut namanya.

Salah satu pelajar yang terjaring, YD, mengaku tidak memiliki alasan khusus saat melakukan aksi konvoi. Perbuatannya semata-mata dilakukan untuk merayakan kelulusan. Ia juga mengaku tidak janjian dengan siswa dari sekolah lain. “Saya tidak tahu, tidak semua dari sekolah saya. Pas ketemu di sini (Simpang Lima), nggak pakai janjian. Saya kapok, takut,” tuturnya sebelum dibawa ke Polrestabes Semarang.

Seorang siswi SMK Negeri 4 Semarang mengaku tidak tahu jika ada razia oleh kepolisian. Ia enggan menyebutkan namanya lantaran malu dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. “Saya nyesel, harusnya tadi tidak ikut,” katanya.

Kasat Binmas Polrestabes Semarang AKBP Wahyu Purwidiarso mengatakan, mereka yang diamankan tersebut berasal dari sejumlah SMA/SMK di Kota Semarang. Setelah mendapat pembinaan dari pihak kepolisian, mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan tersebut.

“Kita panggil orangtuanya sama kepala sekolahnya biar dibina. Nanti dari pihak sekolah terserah mau memberikan sanksi apa. Setelah membuat pernyataan kita pulangkan,” katanya.

Wahyu mengatakan, para pelajar yang diminta nuntun kendaraan roda dua tersebut ada yang tidak dilengkapi surat-surat. Sebagai sanksinya, mereka akan diberikan surat penilangan yang dilakukan oleh petugas Satuan Lalulintas Polrestabes Semarang.

“Ada sebagian yang tidak membawa kelengkapan surat kendaraan. Ada yang tidak mengenakan helm. Itu kan merupakan pelanggaran juga, penindakan ya penilangan oleh bagian lalulintas,” tegasnya.

Terkait adanya anak kecil yang terkena petasan dari para siswa yang merayakan kelulusan, Wahyu mengatakan korban hanya mengalami kaget.  “Anaknya tidak apa-apa, dibawa ke Rumah Sakit dr Kariadi, cuma kaget sama kena pletikan di bagian matanya,” katanya. (tsa/mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Zonasi Ratakan Mutu Pendidikan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi salah satu upaya pemerataan mutu pendidikan. “Dengan zonasi sekolah-sekolah ini kemampuan anaknya jadi...

Revitalisasi Kota Lama Baru 20 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Revitaliasi Kawasan Kota Lama Semarang terus dikebut. Meski begitu, progres pembangunan dari anggaran Kementrian PUPR ratusan miliar baru mencapai 20 persen. Kepala Kontraktor Pelaksana...

Bersinergi Majukan Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Jawa Pos Radar Semarang sebagai elemen yang ada di Kota Semarang berkomitmen mendukung program-program pemkot dalam memajukan Kota Semarang. Koran ini akan...

Ajak ASN Ubah Pola Pikir

BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang sebagai penyelenggara pelayanan publik harus memiliki standar pelayanan yang berkualitas dan bermutu. Oleh karena itu wajib hukumnya bagi unit...

Surat Suara Dijaga 24 Jam

SALATIGA- Surat suara dan logistik untuk pelaksanaan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Salatiga sudah sampai ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga. Pihak kepolisian...

Jasa Raharja Jamin Korban

PT Jasa Raharja menjamin semua korban kecelakaan bus SJ dengan nomor polisi K 1619 DM yang menewaskan 3 penumpang dan 45 lainnya mengalami luka-luka....