33 C
Semarang
Rabu, 27 Mei 2020

Musthofa: Hasil TMMD Puaskan Warga

Upacara Penutupan Dipusatkan di Alun-Alun

Another

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

RADARSEMARANG.COM, KUDUS TMMD Sengkuyung ke-101 Tahap 1 TA 2018 resmi ditutup kemarin. Lokasinya tidak di lapangan desa seperti yang sudah-sudah. Penutupan kali ini dipusatkan di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Tempat itu dipilih karena penutupan TMMD kali ini menjadi yang terakhir bagi Bupati Musthofa.

”TMMD selalu memberikan hasil yang memuaskan. Baik fisik maupun nonfisik. Program ini dapat membangkitkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan gotong-royong,” kata Bupati Kudus Musthofa.

Dia sangat mengapresiasi upaya Kodim 0722 dalam membantu menyukseskan Kudus semakin sejahtera. ”Melalui TMMD juga bisa mempercepat program pemerintah dalam meningkat kesejahteraan warga. Termasuk mampu memberdayaan perekonomian masyarakat, khususnya di pedesaan,” ungkapnya.

Musthofa menambahkan, hasil pembangunan ini dapat dinikmati masyarakat dalam waktu yang lama. Untuk itu, pihaknya wajib mendukung jalannya program tersebut. ”Semoga tekad dan iktikad yang dilandasi semangat pengabdian yang tulus dan ikhlas selama memimpin Kudus serta program ini dapat terganjar dengan kebahagiaan masyarakat Kudus,” paparnya.

Bupati juga berharap tak hanya membangun insfrastruktur, tetapi mampu membangun karakter bangsa. Terutama membangun generasi muda yang kompetitif dan kemandirian bangsa.

Dalam TMMD kali ini, berbagai kegiatan fisik dan nonfisik sudah selesai dilaksanakan selama sebulan. Untuk fisik, kodim berhasil melaksanakan betonisasi sepanjang 485 meter, lebar 1,5 meter, dan ketebalan 15 sentimeter.

Selain itu, TNI juga telah membangun talut sepanjang 53 meter, lebar 0,4 meter, dan tinggi 2 meter. Termasuk memberikan penyuluhan bela negara, penyuluhan penanggulangan kerukunan umat beragama, penyuluhan narkoba, hingga penyuluhan kesehatan.

Program ini dikucuri dana dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebanyak Rp 167.200.000, Adapun dari APBD Kudus sebesar Rp 200.950.000. Sisanya dari swadaya.

Dalam penutupan kali ini, selain dihadiri bupati sekaligus menjadi inspektur upacara, ada juga Dandim 0722 Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo beserta jajarannya, forkopimda, dan sejumlah tamu undangan.

Sebagai simbolis, Satgas TMMD menyerahkan alat pertukangan berupa sekop dan garpu tanah ke bupati. Selanjutnya ditutup pemukulan kentongan oleh Musthofa didampingi Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo beserta jajaran forkopimda. ”Ayo kita doakan semoga Pak Dandim bisa naik pangkat jadi kolonel,” Musthofa berkelakar. Dandim pun tersipu. Tamu undangan bertepuk tangan. (mal/lil/aro)

Latest News

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

More Articles Like This

Must Read

Dicerai Suami, Jadi Penjual Sabu-Sabu

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Lantaran dicerai oleh suami dan tidak lagi punya penghasilan, Siti Sachuriyah Souliena, 42, warga Kelurahan Pasir Sari, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota...

Pemkot Beri Toleransi Pedagang Rejomulyo

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ratusan pedagang Pasar Rejomulyo atau yang lebih dikenal Pasar Kobong, melakukan aksi protes terhadap rencana Dinas Perdagangan yang hendak memutus jaringan...

Puluhan Siswa Pilih Tidak Diwisuda

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Lebih dari 50 siswa lulusan SMK Negeri 1 Salam memilih tidak ikut hadir dalam acara wisuda siswa tahun ini. Mereka tidak...

Polisi Minta Pemkab Revisi Perda Miras

"Selama ini, biaya penanganan Tipiring malah lebih mahal dari denda yang diberikan kepada para pelaku. Denda tipiring terlalu ringan, hanya Rp 200 ribu.” AKBP HINDARSONO MUNGKID—Pelaku...

KyuKyu Fokus Garap Pasar Tematik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Ketatnya persaingan dan bisnis dunia hiburan di Kota Semarang, membuat KyuKyu Karaoke Semarang konsen menyuguhkan konsep tematik sebagai daya tarik. Salah satunya dengan...

Wanita Berkerudung Buang Bayi di Ngaliyan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Warga Perumahan Bukit Beringin Lestari RT 4 RW 5, Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, digemparkan adanya penemuan bayi. Bayi laki-laki yang...