33 C
Semarang
Rabu, 27 Mei 2020

Dibunuh, Mayat Ditimbun Pohon Jagung

Pelaku dan Korban Ada Hubungan Khusus

Another

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Pembunuhan sadis terjadi di Dusun Pungkruk, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Kamis (3/5). Korbannya, Supartini, 55, warga Dusun Senggrong RT01 RW05 Desa/Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Diduga korban dihantam batu hingga tewas seketika. Mayat korban kemudian ditutup dengan timbunan pohon jagung.

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah mayat Supartini ditemukan oleh Munawar, 55, di Dusun Pungkruk RT 06 RW 05, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kamis (3/5) pagi sekitar pukul 06.00.  “Mayat wanita tersebut kali pertama ditemukan oleh Munawar, warga setempat, saat hendak membuang kotoran hewan untuk pupuk di kebun jagung,” ujar Kabag Humas Polres Semarang AKP Teguh Susilo.

Saat hendak membuang kotoran itulah, Munawar melihat ada tumpukan pohon jagung. Betapa kagetnya Munawar, ketika tahu di balik tumpukan tersebut terdapat sesosok mayat.

“Setelah tumpukan pohon jagung itu dibuka, ternyata ada sesosok mayat. Munawar lalu memberi tahu Muh Tasor, perangkat desa setempat yang selanjutnya melaporkan kepada petugas,” tuturnya.

Ketika dikonfirmasi, Muh Tasor, 55, mengatakan, sekitar pukul 06.00, ia diberitahu Munawar yang hendak memupuk tanaman. Munawar melihat ada tumpukan pohon jagung dan daun pisang yang ternyata sesosok mayat. “Mayat itu ditutupi tumpukan pohon jagung dalam posisi membujur ke utara,” jelas Tasor.

Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan olah TKP, dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUP dr Kariadi Semarang guna diotopsi.

Setelah diketahui identitas korban, tak butuh waktu lama jajaran aparat Polres Semarang berhasil menangkap seorang lelaki yang diduga sebagai pelaku. Selang dua jam dari penemuan mayat, polisi membekuk KH, 45,  warga Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus. Antara pelaku dan korban disebut saling kenal dan mempunyai hubungan aneh, polisi menyebutnya punya hubungan khusus. KH ditangkap polisi di sekitar lokasi penemuan mayat.

“Kami mengamankan pelaku di sekitar lokasi kejadian, kurang dari 2 jam setelah penemuan mayat. Pelaku tengah dimintai keterangan,” kata Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana.

Dari hasil interogasi kepada pelaku, diketahui jika motif pembunuhan karena pelaku jengkel dimintai uang oleh korban. Korban dibunuh dengan cara dihantam menggunakan batu dan mengenai atas mata.

”Pelaku juga menjerat leher korban dengan kerudung yang dipakai. Sebelumnya terjadi cekcok karena korban meminta uang, dan pelaku emosi langsung memukul dengan batu,” ujarnya.

Pengakuan pelaku, aksi pembunuhan itu dilakukannya pada Selasa (1/5) malam sekitar pukul 19.00. Sebelum dibunuh, korban dan pelaku janjian bertemu untuk makan sego gablok. Setelah itu, pelaku dan korban menuju lokasi dan terjadi percekcokan hingga berujung pada pembunuhan.

Informasi yang dihimpun di lapangan, korban diketahui sudah sejak lima hari lalu pergi dengan KH yang diketahui bekerja sebagai tukang kayu.

Antok, 30, anak korban mengatakan, ibunya kali terakhir pergi bersama KH berboncengan motor. “Terakhir kali ibu saya pergi bersama Pak KH dengan berboncengan motor,” kata Antok.

Hingga kini polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut dengan meminta keterangan pada pelaku dan sejumlah saksi. Pelaku sendiri akan dijerat dengan pasal 338 KUHP jo pasal 340 KUHP tentang pembunuhan.

Selain KH, juga diamankan beberapa barang bukti, seperti pohon jagung, batu, sandal dan kerundung korban. “Batu yang digunakan memukul korban sudah kami sita,” tutur AKP Yusi Andi Sukmana. (ewb/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

More Articles Like This

Must Read

Tarif AKAP Dorong Inflasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jawa Tengah mengalami inflasi hingga 0,70 persen pada bulan Juni. Inflasi dipicu oleh kenaikan harga selama musim mudik Lebaran. Salah satunya...

Gas Melon Tembus Rp 25 Ribu

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Masyarakat Kabupaten Temanggung belakangan ini kesulitan memperoleh gas elpiji 3 kilogram atau yang biasa disebut gas melon. Selain sulit mendapatkan, harganya...

Kenalkan Pembelajaran Berbasis Digital

SEMARANG – Berkembangnya teknologi informasi dan telekomunikasi saat ini, ternyata secara tidak langsung menuntut guru untuk berinovasi. Cara yang dilakukan adalah ikut berselancar dalam...

Penurunan AKI di Jateng Lampaui Target SDG’s

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Berbagai pencapaian Provinsi Jawa Tengah dalam 5 tahun terakhir terus menunjukkan kemajuan pesat dalam berbagai bidang. Pada bidang kesehatan, upaya penurunan angka...

PPDB SD dan SMP Tak Berlakukan Zonasi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018/2019 tingkat SD/MI dan SMP/MTs di Kota Magelang tidak menerapkan sistem zonasi. Langkah ini diambil...

400 Brimob Polda Jateng Amankan Pilkada DKI

SEMARANG - Sebanyak 400 personel Brigadir Mobil (Brimob) Polda Jateng akan diperbantukan dalam pengamanan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, 15 Februari...