33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Bupati Cup VIII Gelar 15 Kelompok Pertandingan

Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup VIII Magelang 2018

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pengurus PBSI Kabupaten Magelang bersama Djarum Foundation kembali menggulirkan kejuaraan daerah Bupati Cup. Kegiatan berlangsung mulai 4 – 6 Mei 2018, di GOR Djarum Magelang, Jalan Beringin VI/78, Magelang. Kejuaraan Bupati Cup Ke-8 ini, akan membuka 15 kelompok pertandingan mulai usia pradini hingga veteran.

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) PBSI Kabupaten Magelang, Eko Sumaryoto, menyampaikan, dibukanya kelompok pertandingan tersebut diharapkan mengakomodir seluruh pemain bulutangkis yang ingin mengikuti kejuaraan tingkat kabupaten tersebut.

“Sesuai dengan program kerja Pengcab PBSI dan himbauan dari Pengprov, kami selalu mengadakan pertandingan. Selama ini sudah rutin berjalan dua kali dalam setahun. Pada kesempatan ini kami menggunakan titel Bupati Cup dan memasuki seri ke delapan,” ujarnya di sela temu teknik di GOR Djarum Magelang.

Sebanyak 15 partai laga yang digelar pada kejuaraan bertajuk Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup VIII Magelang 2018 itu, mencakup kategori Kelompok Usia, Kelompok Dewasa dan Kelompok Veteran.

Menurut Eko Sumaryoto, kelompok usia memainkan laga tingkat usia pra dini, dini, anak-anak, pemula dan remaja. Dari kelompok dewasa membuka kelompok tunggal putra dan ganda putra. Sedangkan kelompok veteran, hanya memainkan satu partai, yakni ganda putra.

“Kelompok usia akan dibagi lagi dalam Kelas Madya dan Utama. Kelas madya bagi pemain yang baru belajar bulutangkis, ataupun belum pernah juara. Sedangkan kelas utama yang sudah pernah masuk semi final ataupun pernah juara. Sengaja kita pisahkan agar persaingannya lebih fair, dan sebagai langkah pembinaan pemain secara berjenjang,” jelasnya.

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, lanjut Eko Sumaryoto, sudah disesuaikan dengan jadwal pertandingan. Setiap harinya dilangsungkan mulai pukul 13.00 WIB, dan akan berlanjut hingga sesi malam. Khusus hari pertama, akan diawali dengan upacara pembukaan. Selain diikuti para atlet bulutangkis kelompok usia, rencananya upacara akan dihadiri pejabat Disparpora dan perwakilan KONI.

“Setelah upacara pembukaan akan langsung dilanjutkan pertandingan. Jadwal jam pertama pemain kelompok usia dasar, seperti pra dini dan dini. Supaya mereka tidak menunggu pertandingan sampai malam,” imbuhnya. (fiq/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kaum Difable Merasa Terdiskriminasi

UNGARAN–Kabupaten Semarang saat ini masih dinilai abai terhadap kaum difabel. Hal itu dikatakan oleh Forum Komukasi Difabel Kabupaten Semarang (FKDKS), Rarta Windariyanti saat pertemuan...

Nobar G30S Dianggap Tebarkan Kebencian

SEMARANG – Kalangan Nahdlatul Ulama (NU) menilai pemutaran film Gerakan 30 September (G30S) PKI yang marak dilakukan di sejumlah daerah setiap bulan September, justru...

Dibanjiri Sampah Perusahaan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Jumlah perusahaan di Kabupaten Semarang mencapai ratusan. Karena itu, sampah yang dihasilkan, perlu diimbangi pengelolaan yang baik sehingga ekosistem alam tetap...

Olah Menu dengan Bahan Kurang Diminati

SEMARANG - Sejumlah pelajar SMK jurusan tata boga di Semarang dan sekitarnya memiliki cara unik untuk memperingati Hari Bumi. Mereka berkreasi dengan memasak olahan...

Diduga Depresi, Nekat Gantung Diri

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Diduga akibat depresi menghadapi masalah ekonomi dan mantan suaminya, seorang ibu muda bernama Farida Nur Indahsari, 23, nekat mengakhiri hidupnya dengan...

Begal Alas Roban Batang Berhasil Dibekuk

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Jajaran Polsek Gringsing berhasil menangkap dua tersangka pelaku begal dan pemalakan terhadap pengguna jalan di wilayah Poncowati Alas Roban, Kecamatan Gringsing,...