32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

Pemkot Beri Toleransi Pedagang Rejomulyo

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ratusan pedagang Pasar Rejomulyo atau yang lebih dikenal Pasar Kobong, melakukan aksi protes terhadap rencana Dinas Perdagangan yang hendak memutus jaringan listrik di pasar tersebut.

Aksi unjuk rasa berlangsung tepat di depan area Pasar Kobong, sempat terjadi ketegangan, saat salah satu alat berat yang diturunkan oleh Dinas Perdagangan mendatangi lokasi untuk meratakan Pasar Rejomulyo. Salah satu sopir alat berat diusir oleh puluhan pdagang yang tengah melakukan aksi.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto kecewa dengan aksi para pedagang yang melakukan penghadangan petugas PLN. Ia menyesalkan sikap pedagang bersikeras tidak mau pindah ke pasar baru yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari lokasi lama. “PLN tidak memutus jaringan listrik karena ada somasi dari pedagang, sehingga PLN memutuskan untuk menunda jaringan listrik,” katanya, Kamis (3/5).

Fajar juga mengaku kecewa atas sikap PLN yang tidak berani mengambil langkah tegas untuk memutus jaringan listrik. Tahun lalu PLN pun menunda untuk memutus listrik di Pasar Kobong, hal ini pun diulangi kembali dengan dalih mendapatkan somasi. “Saya minta jangan hanya keuntungan saja yang dicari,” ungkapnya.

Tak puas menggagalkan aksi petugas untuk melakukan eksekusi, para pedagang kemudian melakukan aksi long march ke Balai Kota Semarang. Dalam aksinya ratusan pedagang membawa spanduk yang betuliskan penolakan terhadap rencana Pemkot yang akan memindah pedagang ke bangunan Pasar Rejomulyo baru.  “Kami ingin aspirasi kami langsung didengar oleh Pemkota Semarang. Sekaligus melakukan negoisasi kepada Wali Kota Semarang,”ucap Koordinator Aksi, Mujiburahman.

Menurutnyaa, para pedagang sebenarnya tidak menolak kebijakan dan pembangunan yang dilakukan pemerintah. Namun dengan catatan pembangunan yang dilakukan tetap berpihak kepada pedagang dan tidak merugikan pedagang. Contohnya saja dengan membenahi terlebih dahulu bangunan pasar baru yang tidak layak baik dari segi fasilitas, akses, maupun luasan lapak.

Aksi pedagang di depan balai kota ditemui oleh Penjabat (Pj) Sekda Kota Semarang, Agus Riyanto. Di depan pedagang Agus Riyanto menerima asipirasi dan akan memberi kesempatan kepada pedagang untuk tetap bisa berjualan di Pasar Rejomulyo lama, setidaknya hingga selesai Lebaran tahun 2018. “Pembangunan yang dilakukan maksudnya adalah untuk mensejahterakan rakyat, bukan mensengsarkaan,” bebernya.

Jangka waktu yang diberikan sendiri, kata Agus, diambil sebagai langkah berdialog dengan pedagang dan menentukan langkah yang tepat untuk para pedagang. Rencananya Pasar Kobong sendiri akan dibangun menjadi ruang terbuka hijau. “Saat ini harus duduk bersama dulu, sambil mencari jalan keluar yang terbaik,” pungkasnya. (den/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here