Menyaru Pembeli, Gasak Harta di 28 Tempat

  • Bagikan
GELAR PERKARA : Wakapolrestabes Semarang, AKBP Enrico Silalahi, meminta keterangan pelaku saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis, (3/5). (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
GELAR PERKARA : Wakapolrestabes Semarang, AKBP Enrico Silalahi, meminta keterangan pelaku saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis, (3/5). (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Empat pelaku kejahatan dengan sasaran pertokoan diringkus aparat Polrestabes Semarang. Kelompok ini sudah beraksi di 28 tempat di Kota Semarang. Sering beraksi siang hari dengan modus berpura-pura sebagai pembeli.

Pelaku bernama Masrokan, 42, warga Dempel dan Herbanu, 43, warga Ngablak Muktiharjo Kidul. Keduanya dari Kecamatan Pedurungan. Dua lainya adalah Asep, 40, warga Kebonharjo, Tanjungmas, Semarang Utara, dan Kiswanto, 50, warga Batursari, Mranggen, Demak.

Penangkapan ini setelah dua korban melaporkan ke kepolisian, yakni Umiyatun, warga Sendangguwo Kecamatan Tembalang. Sebuah tas berisi surat berharga dan uang tunai Rp 5 juta digasak pelaku. Lokasi kejadia di tempat usahanya di Jalan Kedungmundu, Pedurungan, 9 Maret lalu.

Korban lain, Tan Kiem Hwa, warga Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan. Kerugiannya uang tunai Rp 18 juta dan dua handphone. Tempat kejadian berada di Toko Mumbul Jaya Jalan Majapahit, Pedurungan, 6 April lalu.

“Ada empat orang pelaku yang kita amankan. Mereka adalah pelaku kejahatan pencurian dengan pemberatan, spesialis pencurian dengan sasaran pertokoan, mengambil uang dan barang,” ungkap Wakapolrestabes Semarang, AKBP Enrico Silalahi saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis, (3/5).

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan berupa sepeda motor Honda Vario warna hitam bernopol H 4207 NA, Vario warna putih nopo H 3050 MA dan Yamaha Mio. Tiga motor milik pelaku ini diduga digunakan sebagai sarana melancarkan aksi kejahatan. Kemudian uang senilai Rp 4.295.000 hasil tindak kejahatan, dan dua buah handphone.

Enrico menjelaskan, pelaku memiliki peran berbeda. Pada kasus ini, dua pelaku masuk ke dalam toko berlagak sebagai pembeli, kemudian dua pelaku lainya menyusul masuk dan berpura-pura tidak saling mengenal.”Modusnya pura-pura beli sesuatu. Dua orang mengelabuhi korbanya, masuk ke dalam toko kemudian dua lainya mengambil barang-barangnya,” katanya.

“Pelaku melakukan aksi kejahatan bukan hanya di dua tkp, tetapi ada sebanyak 28 TKP di Kota semarang. Beraksinya siang hari,” bebernya.

Sementara tersangka Masrokan mengakui, aksi kejahatan ini merupakan idenya. Bahkan ia juga menjadi eksekutor, menguras harta korbanya. (mha/zal)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *