33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Rukma: Setop Kekerasan Anak dan Perempuan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mendesak kepada Pemprov Jateng untuk segera menuntaskan sejumlah kasus pelecehan seksual terhadap perempuan maupun anak. Bahkan diharapkan Jateng bisa menjadi pelopor penuntasan segala kasus pelecehan tersebut. Hal itu penting, karena masih banyak anak-anak dan perempuan yang seringkali mendapatkan perlakukan kekerasan baik secara fisik maupun psikis.

Hal itu mengemuka dalam diskusi grup terarah atau Focus Group Discussion (FGD) di ruang Ketua DPRD Jateng. Rukma menyatakan, kasus pelecehan perempuan dan anak ibarat gunung es. Hanya terlihat di permukaan. Karena itulah pemerintah dan masyarakat untuk proaktif bisa menuntaskan kasus tersebut.    “Tolong dicek turun ke bawah dan lihat kenyataannya,” tegasnya.

Rukma menegaskan, secara hukum perbuatan pelecehan seksual tersebut harus dijerat pidana dengan diberi hukuman yang sepadan. Bagi korban pun harus dilakukan pendampingan supaya secara psikologis bisa terbantukan.

“Harapan saya ini ditindak lanjuti dengan pendampingan dan kasus ini kita tuntaskan, agar pelaku ada efek jera dan tidak mungkin dibiarkan sehingga ada rasa takut untuk mengulanginya. Bersama dinas kita harus bersinergi untuk menyelesaikan bersama,” tegasnya.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PTMSI), Dewi Susilo memaparkan sejumlah kasus pelecehan seksual. Selama ini Dewi kerap melakukan pendampingan dengan anak-anak jalanan serta korban pelecehan seksual.   Di lapangan banyak menemui sejumlah kasus pelecehan. Seperti kasus di Sayung, Kabupaten Demak yang mencuat baru-baru ini. “Ada anak perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang guru,” katanya.

Ia menambahkan, informasi yang didapatkanya, selama setahun anak perempuan tersebut mulai kelas tiga sampai empat dipelakukan sebagaimana perempuan dewasa oleh gurunya. Bahkan oknum guru tersebut melakukan pelecehan seksual di ruang kelas.  “Dari hasil visum menyatakan ada pelecehan seksual. Kami meminta pemerintah harus hadir dalam penanganan masalah ini. Masalah ini baru secuil dari sekian masalah yang terekspose. Kasihan para korban,” tambahnya. (fth/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Anggota DPR Bagi-Bagi Biskuit

TEMANGGUNG- Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Abdul Kadir Kading, membagi-bagikan biskuit kepada siswa SDN Morobongo, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung. Tujuannya, agar para siswa mendapat...

Menarif Mahal, Ditagih Mahal

Saya agak telat tahu ini: seorang dokter di Singapura pernah menagih pasiennya Rp 300 miliar. Untuk selama empat tahun perawatan. Lalu jadi kasus hukum. Minggu...

Pembangunan Pagar Dihentikan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Satpol PP Kabupaten Semarang akhirnya menyegel pembangunan pagar permanen di lahan pertanian yang berlokasi di Desa Bergas Kidul Kecamatan Bergas, Selasa...

Murtisari, Dosen UKSW Penerjemah Novel Perempuan Kembang Jepun

Dosen Universitas Kristen Satya Wacana Elisabet Titik Murtisari adalah penerjemah novel Perempuan Kembang Jepun karya Lan Fang yang fenomenal. Ia dipilih oleh Lian Gouw,...

Sajikan Seribu Laser pada Malam Pergantian Tahun Baru

BPOW Ketep Pass terus berinovasi untuk meningkatkan kunjungan. Even-even besar mulai digelar untuk terus memperkenalkan kepada masyarakat luas. DIREKTUR Ketep Pass, Drs Subagijo mengatakan, pihaknya...

Penyelesaian Masalah Orang Tua dan Anak yang Saling Menguntungkan (Win Win Solution)

RADARSEMARANG.COM - Setiap orang dan bidang pekerjaan pasti ada masalah, bahkan ada yang mengatakan setiap langkah kehidupan ada masalah. Tapi bagaimana setiap orang itu...