33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Gagalkan Peredaran 80 Ribu Butir Pil Koplo

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 80 ribu butir pil koplo siap edar berhasil diamankan Polres Semarang. Waka Polres Semarang, Kompol Cahyo Widyatmoko mengatakan pil koplo siap edar tersebut diamankan dari tangan Mohammad Afsal Syah alias Gendon, 41, warga Kelurahan Gayamsari, Kecamatan Gayamsari Kota Semarang dan Eko alias Tembong.

“Awalnya kita mendapatkan informasi ada penjualan pil koplo di lokalisasi Gembol Bawen,” ujar Cahyo, Rabu (2/5). Setelah pelakukan penelusuran, petugas berhasil mengamankan tersangka lain yaitu Tembong. Dari tangannya diamankan 200 butir pil koplo siap edar.

Oleh petugas, kasus ini kemudian dikembangkan dari pemeriksaan, Tembong hanya kaki tangan dari pengedar utama. Hasil pengembangan merujuk kepada Gendon. Hal itu terungkap saat petugas memancing Gendon untuk bertransaksi dengan Tembong di Lingkungan Berokan Kelurahan Bawen Kecamatan Bawen. “Saat pengembangan yang bersangkutan (Tembong) mengakui jika mendapatkan barang dari Gendon,” katanya.

Ditempat transaksi itulah Gendon berhasil diringkus oleh petugas. Saat penggeledahan terhadap Gendon, petugas berhasil mengamankan tas yang berisi 80 ribu butir pil koplo yang dibungkus dalam 78 paket. Masing-masing paket berisi 1000 butir pil koplo.

Dijelaskan Cahyo, sasaran pengedaran pil koplo tersebut para pelajar. Hal tersebut berdasarkan banyaknya laporan dari wali murid dan guru tentang peredaran psikotropika tersebut di lingkungan pelajar.“Mendasari dari banyak keluhan dari guru, wali murid, dan perangkat sekolah, mereka banyak mengadu ke kita akhir-akhir ini marak peredaran di pelajar,” katanya.

Dikatakan Cahyo, untuk meminimalisir peredaran serupa, pihaknya akan segera melakukan tindakan represif, prefentif, dan intens. Dengan memberikan himbauan kepada pelajar di Kabupaten Semarang supaya tidak terjerumus ke dalam penggunaakn pil koplo ini.

“Untuk pelajar selama ini hanya sebagai korban karena mereka tergiur temannya yang sudah menggunakan pil koplo ini,” katanya.

Sementara itu, di depan petugas Gendon mengaku membeli pil koplo tersebut dari dunia maya facebook. “Barang dari temen, belinya online. Jualnya melalui handpohone janjian,” kata Gendon.

Untuk 10 butir pil tersebut ia jual seharga Rp 20 ribu. Ketika ditanya apakah sasaran peredarannya pelajar, Gendon mengelak. Ia mengaku jika selama pengedaran tidak mengetahui siapa konsumennya. “Saya tidak tahu kalau ini di edarkan kepada pelajar,” katanya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ikadin Ajak Tolak Hoax dan Lawan Isu SARA

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jawa Tengah mengajak masyarakat bersama melawan hoax dan isu Suku, Agama, Ras dan Golongan...

Roadshow Mio S, Puaskan Warga Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Konser roadshow Yamaha Mio S bertajuk Its My Style Concert di Kelimutu Grand Ballroom Hotel Grand Arkenso, memuaskan warga Semarang, Sabtu malam (3/1)...

Gagal Bendung Awan ke Bhayangkara

SEMARANG – Kekhawatiran  PSIS kehilangan kiper utama mereka, Awan Setho Raharjo menjadi kenyataan. Eks kiper Timnas U-19 itu saat ini telah merapat ke tim...

Dukung Pemuda Magelang Bertemu Presiden

SEMARANG — Minggu (12/11) pagi, dua pemuda asal Magelang Agus Triyono, 31 dan Ahmad Rofiq, 25 yang berjalan kaki menuju Istana Negara untuk menemui...

Anggota PPK Berkurang, Sulitkan Penyelenggara Pemilu

TEMANGGUNG - Pada gelaran pemilu serentak 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dihadapkan dengan persolaan yang menyulitkan. Pasalnya, dengan UU Pemilu yang baru, penyelenggara...

25.590 Warga Belum Rekam E-KTP

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN - Distribusi blangko E-KTP dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih menjadi kendala. Hal itu dikatakan Kabid Kependudukan Dispendukcapil Kabupaten Semarang Agus Saryanto. Dikatakannya,...