Ilustrasi: JawaPos.com
Ilustrasi: JawaPos.com

RADARSEMARANG.COM, SEMARANGDua orang ditetapkan sebagai tersangka oleh tim Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar( Saber Pungli) Kota Semarang terkait kasus dugaan pungli retribusi parkir di event Trial Game Asphalt 2018 di Sirkuit Mijen, Jumat-Sabtu (6-7/4) lalu. Dua orang tersebut adalah koordinator pengelola parkir, Hanif, dan koordinator pengelola stan, Riski.

“Sebelumnya enam orang kami periksa, masing-masing dari pengelola parkir dan pengelola stan di acara tersebut. Hasil pemeriksaan, Hanif dan Riski kami tetapkan sebagai tersangka,” ungkap Wakapolrestabes Semarang, Enrico S. Silalahi, yang juga Ketua Tim Satgas Saber Pungli Kota Semarang, Rabu (2/5).

Keduanya diduga melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2014 pasal 7 ayat 2 huruf a dan b tentang penyelenggaraan dan retribusi parkir di tepi jalan umum. “Keduanya juga melanggar pasal 45 ayat 1 dan 2 Tahun 2014 tentang retribusi parkir,” katanya.

Berkenaan dengan sanksi, lanjut Enrico, keduanya akan dikenai sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dengan ancaman hukuman 3 bulan penjara dan denda maksimal Rp 5 juta. “Proses Tipiring terhadap keduanya sudah dilakukan. Saudara Hanif dan Riski masing-masing didenda Rp 1 juta. Keduanya tidak ditahan,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya terus mengembangkan dan mendalami aliran dana uang hasil parkir tersebut. Enrico membenarkan jika dua orang yang telah ditetapkan tersangka sudah memberikan keterangan mengenai uang hasil parkir. Namun, saat disinggung apakah dana tersebut juga mengalir ke Camat Mijen HM Yenuarso, Enrico enggan menjawab lebih lanjut.

“Nanti saja lah itu masih kami sidik. Camat Mijen juga belum ke sini (datang untuk diperiksa, Red), jadi belum bisa dikonfirmasi,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, kasus tersebut mulai ditangani ketika pihaknya mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan pungli retribusi parkir di lokasi tersebut. Begitu mandapat laporan, pihaknya langsung menuju lokasi (Sirkuit Mijen) untuk sidak. “Kami Tim Saber Pungli datang ke sana (sirkuit Mijen, Red) pada Senin (9/4) untuk melakukan pengecekan terkait informasi itu (dugaan pungli, Red) dan kami menemukan camat ada di lokasi itu,” ujar Enrico.

Saat dimintai keterangan, beber Enrico, camat tersebut mengaku kalau dia adalah koordinator parkir di sirkuit tersebut. Dari situ, pihaknya kemudian mengetahui kalau memang ada pungutan parkir saat kegiatan tersebut dengan pendapatan mencapai Rp 15.000.950. (tsa/aro)