Gagalkan Peredaran 80 Ribu Butir Pil Koplo

  • Bagikan
NEKAT: Petugas Polres Semarang saat mengeler Gendon ke Mapolres Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NEKAT: Petugas Polres Semarang saat mengeler Gendon ke Mapolres Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 80 ribu butir pil koplo siap edar berhasil diamankan Polres Semarang. Waka Polres Semarang, Kompol Cahyo Widyatmoko mengatakan pil koplo siap edar tersebut diamankan dari tangan Mohammad Afsal Syah alias Gendon, 41, warga Kelurahan Gayamsari, Kecamatan Gayamsari Kota Semarang dan Eko alias Tembong.

“Awalnya kita mendapatkan informasi ada penjualan pil koplo di lokalisasi Gembol Bawen,” ujar Cahyo, Rabu (2/5). Setelah pelakukan penelusuran, petugas berhasil mengamankan tersangka lain yaitu Tembong. Dari tangannya diamankan 200 butir pil koplo siap edar.

Oleh petugas, kasus ini kemudian dikembangkan dari pemeriksaan, Tembong hanya kaki tangan dari pengedar utama. Hasil pengembangan merujuk kepada Gendon. Hal itu terungkap saat petugas memancing Gendon untuk bertransaksi dengan Tembong di Lingkungan Berokan Kelurahan Bawen Kecamatan Bawen. “Saat pengembangan yang bersangkutan (Tembong) mengakui jika mendapatkan barang dari Gendon,” katanya.

Ditempat transaksi itulah Gendon berhasil diringkus oleh petugas. Saat penggeledahan terhadap Gendon, petugas berhasil mengamankan tas yang berisi 80 ribu butir pil koplo yang dibungkus dalam 78 paket. Masing-masing paket berisi 1000 butir pil koplo.

Dijelaskan Cahyo, sasaran pengedaran pil koplo tersebut para pelajar. Hal tersebut berdasarkan banyaknya laporan dari wali murid dan guru tentang peredaran psikotropika tersebut di lingkungan pelajar.“Mendasari dari banyak keluhan dari guru, wali murid, dan perangkat sekolah, mereka banyak mengadu ke kita akhir-akhir ini marak peredaran di pelajar,” katanya.

Dikatakan Cahyo, untuk meminimalisir peredaran serupa, pihaknya akan segera melakukan tindakan represif, prefentif, dan intens. Dengan memberikan himbauan kepada pelajar di Kabupaten Semarang supaya tidak terjerumus ke dalam penggunaakn pil koplo ini.

“Untuk pelajar selama ini hanya sebagai korban karena mereka tergiur temannya yang sudah menggunakan pil koplo ini,” katanya.

Sementara itu, di depan petugas Gendon mengaku membeli pil koplo tersebut dari dunia maya facebook. “Barang dari temen, belinya online. Jualnya melalui handpohone janjian,” kata Gendon.

Untuk 10 butir pil tersebut ia jual seharga Rp 20 ribu. Ketika ditanya apakah sasaran peredarannya pelajar, Gendon mengelak. Ia mengaku jika selama pengedaran tidak mengetahui siapa konsumennya. “Saya tidak tahu kalau ini di edarkan kepada pelajar,” katanya. (ewb/bas)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *