32 C
Semarang
Rabu, 23 Juni 2021

Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Pemkot Raih Leprid

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Salah satu kegiatan yang mendapatkan penghargaan di Kota Semarang adalah program Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi masyarakat. Tidak main-main, dalam kegiatan ini mampu menggerakkan 25 rumah sakit dan 10 institusi pendidikan di Kota Semarang untuk terlibat melakukan pelatihan Bantuan Hidup Dasar tersebut.

Pelatihan dilakukan secara berkelanjutan di 16 kecamatan. Baik melibatkan PKK, RT/RW, maupun Karang Taruna di lingkup kelurahan. Puncaknya, kegiatan yang diinisiatori oleh RSUD KRMT Wongsonegoro ini mengadakan acara pelatihan BHD di kompleks Balai Kota Semarang pada Rabu (18/4) lalu, yang diikuti oleh 1.700 peserta. Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-471 Kota Semarang itu pun mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid).

Sertifikat , tropi dan medali rekor diserahkan oleh Direktur Leprid Paulus Pangka di sela peringatan HUT ke-471 Kota Semarang di halaman Balai Kota Semarang, Rabu (2/5). Penerimanya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ny Krisseptiana Hendrar Prihadi, Wawali Hevearita Gunaryanti Rahayu, serta Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro Susi Herawati.

“Kami Paguyuban Rumah Sakit se-Kota Semarang ingin mempersembahkan apa yang bisa diberikan kepada masyarakat Kota Semarang. Kegiatan ini namanya pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi masyarakat. Misalnya, menemukan ada orang pingsan di lingkungannya, mereka harus bisa melakukan penanganan awal,” papar Susi Herawati, kemarin.

Dikatakannya, BHD sangat penting. Sebab, penanganan orang pingsan kapan saja bisa terjadi. “Sebelum menunggu adanya bantuan tenaga kesehatan, maka orang pingsan tersebut perlu dilakukan penanganan pertama. Oleh karena itu, masyarakat diajari Bantuan Hidup Dasar pernafasan dan denyut jantung. Karena ini bisa membantu meningkatkan kualitas hidup,” katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Ny Krisseptiana Hendrar Prihadi, mengatakan, kegiatan BHD ini sangat diperlukan. Sebab, masyarakat terlibat secara langsung untuk tanggap atas apa yang sedang terjadi. “Masyarakat dilatih untuk mampu bagaimana memberikan bantuan hidup dasar. Tentu pertolongan dasar ini akan sangat bermanfaat dalam rangka memberikan peluang keselamatan sebelum dilanjutkan pertolongan lebih lanjut,” ujarnya.

Direktur Leprid Paulus Pangka mengatakan,  rekor ini sarat dengan nilai-nilai kemanusian, di mana Pemkot Semarang bersama 25 RS yang ada di Kota Semarang merasa terpanggil dan bertanggungjawab dalam peningkatan kualitas kesehatan dan kualitas hidup warga Kota Atlas. Caranya lewat tindakan pencegahan dan penanganan dini terhadap sejumlah penyakit yang membutuhkan pertolongan pertama, seperti jantung, luka ringan, dan lain-lain.

“Melalui rekor pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) serentak di 16 kecamatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di seluruh Indonesia. Dan diharapkan kepada 1.700 peserta yang ikut dalam pelatihan dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada yang lainnya. Sehingga Kota Semarang tetap menjadi kota dengan Angka Harapan Hidup Tertinggi di Indonesia dan Kota Sehat. Ini kado bagi Kota Semarang yang merayakan hari jadi ke-471, Bersama Rakyat Semarang Semakin Hebat,” kata Paulus Pangka. (amu/bis/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here