33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Sehari, 300 Pengendara Ditilang

Pelanggaran Terbanyak, Melawan Arus

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kesadaran masyarakat Kota Semarang untuk tertib berlalulintas tergolong rendah. Terbukti, setiap hari setidaknya 300 pengendara motor ditindak petugas Satuan Lalulintas (Satlantas) Polrestabes Semarang karena melakukan pelanggaran. Adapun pelanggaran terbanyak, didominasi pengendara yang melawan arus.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, menjelaskan, penindakan tersebut merupakan kegiatan Operasi Patuh Candi 2018 yang dilakukan oleh jajaran Polri secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah hukum Polrestabes Semarang. Operasi ini digelar selama 14 hari sejak 26 April lalu hingga 9 Mei mendatang.

Dijelaskan, Operasi Patuh Candi ini dengan target sasaran pengendara motor yang berboncengan lebih dari dua orang, tidak mengenakan helm, dan pengendara yang melawan arus.

“Sedangkan kendaraan roda empat yang melakukan pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman, melakukan kegiatan-kegiatan yang mengurangi konsentrasi mengemudi, seperti sambil bermain HP, berdandan, dan sebagainya,” ungkapnya.

Ardi menjelaskan, Operasi Patuh Candi yang dilaksanakan sekarang ini dengan cara mobilling. Untuk titik-titik yang kerap menjadi lokasi pelanggaran, di antaranya di bundaran Salaman Mloyo, Semarang Barat. Pengendara motor keluar dari gang-gang di wilayah tersebut. Termasuk juga di Banjir Kanal Timur yang mengarah ke Barito.

“Jadi kita tidak melaksanakan penindakan dengan cara razia dan diberhentikan semua. Kecuali pada titik-titik yang rawan terjadinya pelanggaran. Itu kita lakukan standby untuk menjaring pengendara yang kerap melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Ardi mengakui, sampai sejauh ini, pihaknya telah menjaring ratusan pengendara yang melanggar aturan lalulintas. Pelanggaran didominasi oleh pengendara roda dua yang melawan arus.

“Sampai saat ini rata-rata per hari 250 sampai 300 penindakan yang kita lakukan dengan cara mobile hunting system. Dari jumlah 250 – 300 pelanggar itu, sebanyak 150 di antaranya adalah pelanggaran melawan arus,” bebernya.

Ardi menambahkan, pelanggaran melawan arus tersebut biasanya dilakukan malam hari. Sehingga hal ini berisiko terjadinya kecelakaan. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, utamanya pengendara roda dua maupun roda empat untuk tetap tertib selama berkendara. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pilihan Kuliah Generasi Kreatif

We cannot not communicate. Demikian sering kita dengar ungkapan yang menyatakan kita tidak dapat tidak berkomunikasi. Dalam setiap aspek kehidupan kita mulai dari bangun...

Feminim dengan Sneakers Bling-Bling

 SEMARANG - Era sneakers masih berjaya di tahun 2017. Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini sejumlah detail banyak diaplikasikan. Diantaranya bling-bling dan embroidery. Seperti sejumlah...

Berlian Solitaire Tetap Diminati

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Perhiasan dengan berlian mata satu atau solitaire masih tetap diminati. Tampilan simpel elegan yang tak lekang waktu menjadi daya tarik perhiasan...

Manfaatkan Asimilasi, Warga Binaan Kabur

PEKALONGAN-Seorang warga binaan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Kota Pekalongan yang mendapatkan asimilasi atau proses pembinaan narapidana di luar tembok penjara, justru dimanfaatkan...

Cetak SDM Berkualitas di Bidang Logistik

RADARSEMARANG.COM - Senior advisor di salah satu perusahaan jasa pengiriman ini meyakini bisnis di bidang logistik ke depan masih akan terus berkembang. Oleh karena...

96 Stan Siap Manjakan Lidah

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 96 stan kuliner baik tradisional maupun kekinian, siap memanjakan lidah para pengunjung dalam Festival Kuliner Magelang Tahun 2018. Festival yang...