31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Babat Egoisme, Bupati dan Pejabat Demak Baca Puisi

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Ada yang berbeda di taman sari teras pendopo bagian timur kemarin malam. Gema suara melengking dengan nada naik turun bersumber dari taman yang terdapat kolam ikan dan dilengkapi sorot lampu tersebut.

Ya, malam itu Bupati Demak HM Natsir bersama Sekda dr Singgih Setyono MMR, Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo, Dandim 0716 Demak Letkol Inf Abi Kusnianto, Wakil Ketua DPRD Demak H Muntohar, Rektor Unisfat Demak Suemy dan sejumlah pejabat lainnya, secara bergantian membaca  puisi tentang Demak tercinta.

Kapolres didaulat untuk membaca puisi kali pertama. Disusul Dandim dan yang lainnya. Sekda Singgih Setyono membaca puisi dengan judulCinta untuk Negeri. Berikut petikannya.

“Tanah air adalah sebuah buku yang terbuka. Setiap generasi harus mengisinya dengan karya. Yang menjadi pena adalah kebaikan. Yang menjadi tinta adalah kemanusiaan. Masa depan bangsa menjadi karya bersama. Dari rakyat jelata hingga pemimpin di singgasana. Yang harus dibabat adalah egoisme dan kebencian. Yang mesti dirajut ialah solidaritas, kepedulian, kebersamaan.

Sebab, Demak dibangun tokoh-tokoh yang memandang jauh ke depan. Bukan hanya sibuk sandang pangan apalagi perhiasan. Saatnya yang muda yang berperan. Dengan kreativitas yang tak gampang padam. Jangan takut dengan kegagalan apalagi penderitaan. Kerja keras dulu, pencapaian menyusul kemudian. Bekerja dan berbuatlah dengan sekuat kemampuan. Kita bisa berkarya untuk hari ini dan generasi kemudian.”

Sedangkan, Bupati HM Natsir dalam kesempatan itu membaca puisi dengan judul “Tersenyumlah Negeriku”. Berikut petikannya.

Aku tahu. Kini kau sedang menangis pilu. Merasakan luka yang lama tak sembuh. Negeriku..hapus air matamu. Pandanglah Kota Wali ini. Yang selalu mengaji di malam hari. Yakin berkah suci turun dari Ilahi Robbi. Usaha-usaha kecil membumbung tinggi. Para petani berlimpah padi. Jambu, belimbing, semangka, blewah, kacang hijau selalu dipuji. Tangkapan hasil laut sangat maut. Palawija berjaya, wisata religi terus meninggi. Tumenggung, adipati, dan para punggawa berdedikasi tinggi. Rakyat terus bertekad gapai kejayaan Kota Wali. Rasa syukur terus kupanjatkan. Dalam cerminan kerja nyata bersama-sama. Membangun Kota Demak meraih adipura tanpa cacat budaya. Negeriku..perjuangan Kota Wali kupersembahkan untukmu. Tersenyumlah negeriku. Teruslah maju..maju dan maju”.

Rektor Unisfat, Dra Suemy mengatakan, pembacaan puisi oleh bupati dan Forkopimda diharapkan dapat memberikan secercah semangat dalam membangun Demak. “Pembacaan puisi menjadi spirit kita bersama-sama dalam membangun Demak,”katanya.

Menurutnya, acara dalam rangka Hari Kartini tersebut merupakan kerja sama antara Unisfat dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Demak dengan KPUD setempat. Tampak hadir, Asisten 2 Windu Sunardi, Ketua KPUD Mahmudi, Ketua Dewan Kesenian Demak Arief Sudaryanto, perwakilan elemen masyarakat di antaranya dari Muslimat NU, Aisiyah, Kementerian Agama dan Komunitas Rumah Kita (Koruki).

Sekretaris PWI Demak, Wahib Pribadi mengatakan, pembacaan puisi Demak untuk negeri ini merupakan momentum untuk menyatukan semua stakeholder baik pemerintah daerah, DPRD, dan instansi maupun organisasi kemasyarakatan untuk mewujudkan Demak lebih baik.

“Demak baca puisi ini sudah dua kali digelar. Kita berharap, ini dapat memberikan inspirasi bagi kita semua dalam membangun Demak,”ujarnya. (hib/lis)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here