33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Pernah Lulus Calon Hakim, Rasakan 10 Hari Ditahan

Lebih Dekat dengan Ketua DPD Ikadin Jateng, HM Rangkey Margana

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

HM Rangkey Margana pernah diterima sebagai calon hakim dan diterima mengikuti wajib militer. Namun ia justru memilih menjadi seorang advokat. Kini, ia menjadi Ketua DPD Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jateng.

 JOKO SUSANTO

KARIER HM Rangkey Margana sebagai advokat dimulai pada 1989. Saat itu, ia mengabdikan diri sebagai pengacara praktik di kantor hukum Samekto  SH. Berikutnya pada 1990, ia bergabung ke YLBHI-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang.

Cita-citanya menjadi advokat tidak lepas dari kedekatannya dengan almarhum Suwignyo, yang dulu bertugas sebagai Poprol (advokat zaman dulu, Red), dan sudah dianggapnya sebagai ayah angkatnya. Saat itu, apabila Rangkey bermain ke rumah Suwignyo selalu disuguhi buku-buku tebal. Ayah Rangkey sendiri juga seorang Oitmil atau jaksa militer.  Praktis, baik ayahnya maupun Suwignyo banyak memiliki buku-buku tebal tentang ilmu hukum.

“Dari situ saya sering baca-baca, dan ingin menjadi seperti mereka. Bahkan, saat masih kecil, saya pernah tidak bisa tidur kalau belum beralaskan buku tebal tersebut,” kenangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Begitu duduk di bangku SMA, jiwa pembela Rangkey mulai muncul. Dia selalu membela teman atau siapapun yang dizalimi. Hal itu menyebabkan dirinya berulangkali pindah sekolah. Sebab, kebanyakan orang menganggap dirinya anak nakal. Padahal ia justru membela hak rekan-rekannya, sehingga kerap bermasalah dengan guru Bimbingan Penyuluhan (sekarang Bimbingan Konseling, Red).

“Begitu lulus SMA, langsung kuliah ambil Fakultas Hukum Untag Semarang. Disitulah saya semakin getol mempelajari ilmu hukum sampai lulus dan jadi advokat,”ujar suami dari Erna Artati ini.

Diakuinya, sebelum menjadi advokat, peraih sertifikasi legal auditor hukum dari Asahi ini, sempat lulus mengikuti pendidikan calon hakim (Cakim) dan menjalani wajib militer (wamil). Namun hal itu tidak diteruskan. Bahkan kedua orangtuanya sempat marah dengan keputusannya itu. Kedua ortunya juga  tidak merestui, saat Rangkey memilih menjadi advokat.

“Orangtua sempat nolak pilihan saya jadi advokat. Tapi saya enjoy sebagai advokat, karena independen. Saya baru mulai nyaman setelah era reformasi usai, karena hukum sudah tidak ada lagi intimidasi,  dan penegakan hukum bisa lebih baik,”kata putra almarhum RH Purnama BC HK dan almarhumah RA Soemini ini.

Hingga sekarang, sejumlah jabatan organisasi advokat pernah diemban pria kelahiran Semarang, 18 Februari 1965 ini. Seperti Ketua Bidang Bantuan Hukum Peradi semarang; Korwil Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jateng dan DIJ, dan Ketua Bidang Hukum Forum Kesatuan Advokat Indonesia Semarang.  Namun kini semua jabatan itu  sudah tak diembannya lagi.

Selama menjadi advokat, Rangkey pernah beberapa kali mendapat teror, seperti ancaman lewat telepon, mobil dibaret-baret,  ban digembosi, hingga rumah dilempari batu tanpa tahu siapa pelakunya.

Selain itu, ayah 3 anak dan 4 cucu ini pernah merasakan jeruji besi tahanan selama 10 hari. Kejadian itu dialami sekitar 1997. Saat itu dirinya dianggap menghalangi penyidikan Polres Salatiga.

“Saat ditahan di polres, saya satu sel dengan 20 tahanan lainnya. Padahal ruangannya hanya berukuran 2×3 meter persegi, bahkan untuk duduk saja susah. Baru setelah protes, paginya saya dipindah ke Rutan Salatiga,”kenang alumni SD Kartika Padang, SMP Muhamadiyah 3 Semarang, dan SMA Negeri 5 Solo ini. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Berani untuk Bermimpi

KETERBATASAN biaya tak membuat Dwi Muji Ajeng Ariyani mengubur keinginannya melanjutkan pendidikannya. Ia terus berjuang dengan melakoni berbagai macam pekerjaan, demi membiayai kuliahnya. Selepas...

Upgris Jaring Mahasiswa Kreatif dan Berprestasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Universitas PGRI Semarang (Upgris) mulai menjaring bibit unggul mahasiswanya di bidang seni dan olahraga, melalui Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa (Porsima)...

Berkah Api Abadi, Harapkan Atlet Semarang Berjaya

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Warga Semarang patut berbangga, kotanya menjadi salah satu kota dari 53 daerah yang dilalui Torch Relay atau kirab obor Asian Games 2018. Ratusan...

Mendidik Karakter dengan Budaya Islami

PENDIDIKAN merupakan sesuatu kekuatan dinamis dalam kehidupan setiap individu, yang mempengaruhi perkembangan fisik, mental, emosional, sosial, dan etika. Dengan kata lain, pendidikan merupakan suatu...

PPT Seruni Siap Dampingi Korban KDRT

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Semarang cenderung meningkat setiap tahunnya. Data Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni Kota Semarang menunjukkan 281...

Mahesa Jenar Berikan Perlawanan Maksimal

SURABAYA-Tim PSIS Semarang akhirnya harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 dalam laga uji coba kedua yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo...