31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Surga di Balik Tebing Semirang

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM – MASYARAKAT Setempat menyebutnya surga di balik tebing Semirang. Ialah destiansi wisata yang memang menjadi andalan Kabupaten Semarang. Lokasi wisata yang terletak di Dusun Gogik, Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang ini merupakan sebuah air terjun yang memiliki ketinggian lebih dari 12 meter.

Destinasi yang disebut sebagai air terjun Semirang ini berada di tengah hutan kaki gunung Ungaran. Kadus Gogik yang juga sebagai ketua pengelola tempat wisata air terjun Semirang, Rochadi Madhib menjelaskan air terjun tersebut sudah ditemukan sejak tahun 1970 an. “Dulu masih belum dikelola dengan baik dan kondisinya masih perawan,” ujarnya.

Untuk memasuki destinasi tersebut, pada awalnya pengunjung akan diajak berjalan di dataran tinggi dengan kemiringan mencapai 30 hingga 60 derajat. Memasuki area loket, pengunjung sudah dimanjakan dengan adanya camping ground kebun pala, hutan pohon pinus, sungai petuk, dan beberapa fasilitas penunjang seperti musala, dan tempat santai.

Akses kelokasi, hingga kini belum bisa dilalui kendaraan jenis apapun. Sehingga mau tidak mau pengunjung harus melalui jalan setapak. “Tantangan yang akan dihadapi pengunjung yaitu adanya jurang yang curam di sebelah kiri jalur pendakian,” ujarnya.

Namun tidak perlu khawatir, akses pendakian memiliki lebar hingga 2 meter sehingga sangat aman. Meski begitu, pihak pengelola tetap meminta pengunjung untuk tetap hati-hati. Setelah pendakian ke tiga, pengunjung akan melewati sebuah jembatan yang terbuat dari bambu.

Jembatan itu dibuat oleh warga sekitar untuk memudahkan pengunjung mengakses jalan menuju air terjun Semirang. Saat dalam perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan hutan belantara. “Setelah melewati jembatan, pengunjung akan melalui pendakian ke empat. Dimana hanya memiliki kemiringan hingga 20 derajat dan memiliki panjang kurang lebih 10 meter saja,” tuturnya.

Setelah itu akan sampai di pos peristirahatan pertama. Dimana saat ini sudah ada taman dan dilengkapi dengan gazebu, serta fasilitas MCK. Di pos perhentian pertama ini, selain dapat melepas lelah pengunjung juga akan melihat kawanan monyet ekor panjang yang bergelantungan di atas pohon besar. “Kita sering memancing monyet liar itu untuk turun dengan melempari makanan. Sehingga lama kelamaan mereka jinak,” ujarnya.

Sebanyak tujuh pendakian akan dilalui pengunjung hingga sampai dilokasi air terjun. Pendakian paling ekstrim yaitu terletak pada pendakian terakhir yang memiliki kemiringan hingga 70 derajat.

Meski begitu, pengunjung juga tidak perlu khawatir karena untuk pendakian terakhir tersebut akses jalan sudah disemen menggunakan sistem berundak. Sehingga aman ketika dilalui. Setelah melewati pendakian terakhir, derasnya suara air terjun akan mulai terdengar.

Dipercaya masyarakat sekitar, rasa capek saat melakukan pendakian akan terbayar lunas saat sampai dilokasi air terjun Semirang. Apabila pengunjung tidak membawa perbekalan, tidak perlu khawatir,  karena di sekitar air terjun terdapat warung-warung milik warga Desa Gogik.

Setiap hari mereka berjualan. Mulai dari kopi, jajanan pasar, gorengan, mie rebus, hingga nasi goreng juga tersedia. Selain untuk dinikmati wisatawan, air terjun Semirang juga kerap rimanfaatkan oleh kelompok masyarakat tertentu untuk upacara dan ritual tertentu.

Sehingga kesakralan hingga kini masih terjaga. Air terjun semirang sendiri saat ini masih dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Gogik. Untuk menuju desa gogik sendiri, pengunjung tidak perlu bingung. Karena ketika memasuki Ungaran Kota, papan penunjuk lokasi air terjun Semirang sudah banyak terpampang di pinggir jalan utama. (ewb/bas)

Berita sebelumyaKeyless Lebih Aman
Berita berikutnyaMomentum Bangkit

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...