33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Korban Laka Diisukan Kena Bacok

Satlantas Dua Kali Olah TKP

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KLATEN – Meninggalnya Sarwo Edi Wibowo, 47, warga Kampung Sidowayah, Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah karena menjadi korban pembacokan di Jalan Solo-Jogja, Desa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper membuat heboh media sosial, Jumat malam (27/4).

Padahal, Sarwo meninggal akibat terlibat kecelakaan saat mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja 250 cc nomor polisi AD 3342 XX. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Satlantas Polres Klaten menemukan serpihan sepeda motor dan mobil pikap serta darah yang berceceran.

“Sekitar pukul 18.30 saya mendengar suara benturan keras. Tetapi setelah saya lihat tidak ada yang jatuh jika benar itu memang kecelakaan,” ujar salah seorang saksi mata Daryono saat ditemui di Unit Laka Lantas Satlantas Polres Klaten, Sabtu (28/4).

Karena curiga, Daryono mengikuti jejak ceceran darah hingga menemukan sepeda motor Kawasaki Ninja tetapi tidak ditemukan korban. Informasinya yang diterimanya, korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten. Dia juga sempat mendengar isu terkait pembacokan.

Kasat Lantas Polres Klaten AKP Adhytiawarman Gautama Putra mewakili Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono menegaskan, luka yang dialami Sarwo adalah murni akibat kecelakaan. Hal itu dibuktikan dengan olah TKP hingga dua kali.“Isu (pembacokan, Red) itu tidak benar. Di lokasi kejadian kita temukan serpihan kaca dan bodi kendaraan dan sandal korban sebagai barang bukti,” jelasnya.

Berdasarkan olah TKP, Sarwo melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Solo ke Klaten. Di waktu bersamaan terdapat mobil pikap berbalik arah melalui median jalan menuju Solo, tepatnya di Desa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper. Tetapi kondisinya melintang dengan bodi mobil lebih condong ke Jalan Solo-Klaten.

Diduga Sarwo mencoba menghindari bodi mobil tapi tetap membentur bagian belakang mobil. Hal ini membuat bagian kanan sepeda motor rusak parah. Sedangkan kaki kanan mengalami luka-luka.

“Setelah kecelakaan korban masih bisa mengendarai sepeda motor sejauh 400 meter sebelum akhirnya jatuh. Sedangkan mobil pikap meninggalkan lokasi kejadian karena menduga tidak ada korban yang langsung jatuh,” jelasnya.

Oleh warga setempat, Sarwo segera dibawa ke rumah sakit. Tetapi sayang, nyawanya tak tertolong karena mengeluarkan banyak darah. Saat ini satlantas masih mencari pemilik mobil pikap.

Kerabat korban, Sumarjo, 53, memaparkan, awalnya keluarga besar juga menduga Sarwo menjadi korban pembacokan. Setelah mendapat penjelasan dari polisi, akhirnya keluarga paham dan ikhlas.“(Sarwo) habis belanja sepatu di Solo. Kita baru mengetahui kondisinya sekitar pukul 21.30 dalam kondisi sudah meninggal,” terang dia. (ren/wa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pembangunan Watu Gajah Diminta Dihentikan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Destinasi wisata Watu Gajah Park di Desa Wringin Putih, Kecamaatan Bergas diketahui belum berizin. Hal itu terkuak saat sidak Komisi C...

Jelang Imlek, Penjualan Naik 20 persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Menjelang tahun baru China (Imlek), penjualan elektronik mulai meningkat 20 persen. Peningkatan ini dikarenakan di Hari Raya Imlek banyak masyarakat Tionghoa...

Kembangkan Potensi Desa se Jateng

SEMARANG - DPRD Jateng terus mengebut penyelesaian Raperda Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.  Sebab, Raperda itu sudah sangat dibutuhkan agar penataan desa di Jateng bisa...

Masalah Sosial Clear, Anggaran Cair

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Permasalahan sosial di sepanjang bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) harus segera diselesaikan. Sebab, normalisasi secara frontal akan dilaksanakan pada 20 Februari...

Dorong Guru Menulis di Surat Kabar

SEMARANG- Sebesar apapun teori menulis dipelajari, kalau tidak berlatih keras dan membiasakan menuangkan gagasan atau ide ke dalam bentuk tulisan, tetap akan kesulitan menulis....

Anggota Kepolisian Disarankan Pakai Jaket

DEMAK- Anggota kepolisian Polres Demak disarankan supaya lebih berhati-hati jika pulang pergi bekerja. Mereka diminta untuk selalu mengenakan jaket. Ini diperlukan untuk menghindari ancaman...