33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Ganjar Bantu Urai Persoalan Warga Tarisi

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, CILACAP – Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi dua lokasi pascabencana di Cilacap, Jumat (27/4). Salah satunya Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja yang selama 30 tahun terakhir selalu diterpa banjir. Kepala Desa Tarisi, Jasimin mengajak Ganjar berkeliling ke lokasi banjir, baik pemukiman maupun sawah yang masih tergenang.

Ratusan warga menyambut kedatangan Ganjar. Warga desa nampak keluar rumah dan menyapa Ganjar dengan antusias. Mobil yang berjalan pelan membuat sebagian warga nekat mendekat untuk mengajak salaman. Tiba di titik banjir, ratusan warga langsung mengerubungi Ganjar.

Menurut Jasimin, setiap tahun desanya selalu banjir. Bencana ini disebabkan dua hal. Yakni affur atau drainase Bendung Menganti yang mengalami pendangkalan dan curah hujan yang tinggi. “Jadi memang banjir terjadi sejak bendung Menganti dibangun, sudah 30 tahun,” terangnya.

Banjir yang terjadi bisa hingga berminggu-minggu. Areal sawah bahkan bisa tergenang berbulan-bulan. Air susah surut karena Desa Tarisi berada di daerah cekungan.

Ganjar berujar pihaknya akan mengusulkan permintaan warga desa ke PSDA dan BBWS terkait. “Akan saya sampaikan ke BBWS dan dinas PSDA, agar dicek dan dihitung secara keinsinyuran apa penyebab dan solusinya,” imbuhnya.

Selanjutnya, Ganjar juga meninjau lokasi bekas longsor di Desa Ciporos, Kecamatan Karangpucung. Dia melihat salah satu titik longsor bersama Kepala Desa Ciporos, Mulyanto.

Di lokasi, ternyata ribuan warga sudah berkumpul. Ganjar memanfaatkan berkumpulnya warga untuk menyampaikan pengarahan dan pesan mitigasi bencana. “Yang rumahnya di sekitar sini ngacung? Nah kalau terjadi hujan deras lebih dari dua jam, siap siap ngungsi, waspada ya, menuju arah menjauhi ketinggian. Nanti latihan dulu ya,” paparnya.

Kepada kepala desa, Ganjar mengarahkan Mulyanto segera mengusulkan bantuan ke BPBD tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat.  “Kalau mau minta bantuan langsung dari pusat, kamu kirim usulan dan rekomendasi bupati. Jangan lupa tembuskan  ke saya. Nanti saya sampaikan ke pusat,” tegasnya. (amh/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Cetak Wirausahawan, JNE Hadirkan Pakar Bisnis

Semarang– Menginjak usianya yang ke 27 tahun sebagai perusahaan ekspedisi, JNE merasa turut dibesarkan oleh bisnis e-commerce.Pertumbuhan e-commerce yang semakin pesat membuat JNE terusmelebarkan sayap, baik dari segi pengembangan produk maupun infrastruktur. Salah satunya dengan penambahan titik layanan, mulai dari kota besar sampai kabupaten hingga kecamatan di seluruh Indonesia untuk men dekatkan dan melayani pengguna jasa pengiriman. Hal ini melatarbelakangi keinginan JNE untuk turut berkontribusi bagibisnis e-comerce di Indonesia. Salah satunya adalah menggelar workshop kewirausahaan di berbagai daerah. Setelah Mei lalu menggelar workshop di Sragen, JNE melanjutkan gawenya di Kabupaten Sukoharjo. Kali ini JNE...

SMK Bisa! SMK Hebat

Ada apa dengan SMK? Mengapa tiba-tiba jenjang sekolah yang pernah ngetop dengan tagline SMA Bisa! Itu, mendadak menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo? Presiden...

Borobudur Marathon Utamakan Kenyamanan Runners

SEMARANG – Yayasan Borobudur Marathon bekerjasama dengan Pemprov Jawa Tengah kembali menggelar lomba lari berlevel internasional, Borobudur Marathon 2017. Event tahunan yang digelar sejak...

Hotel Dafam Berikan Pelayanan Istimewa

PEKALONGAN-Tanggal 4 September sudah tidak asing lagi bagi banyak perusahaan di Indonesia, terutama perusahaan-perusahaan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Pasalnya, hari tersebut adalah Hari...

Kerahkan 50 Food Truck

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 50 truk kuliner (food truck) bakal meramaikan kegiatan UKM Culinary Festival di Kota Lama, 20-22 April mendatang. Festival yang digelar...

Ratusan Rumah Diterjang Banjir

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Hujan yang mengguyur Kota Semarang sejak pagi sampai sore hari, menyebabkan banjir di beberapa wilayah, Sabtu (3/2) kemarin. Selain Jalan Kaligawe, ratusan rumah...