Beranda Features Berdayakan Penghuni Panti, Ingin Punya Showroom 

Berdayakan Penghuni Panti, Ingin Punya Showroom 

Sulap Kaos Kaki Jadi Doraemon

Others

RADARSEMARANG.COM – Tidak banyak yang mengira boneka-boneka Rina Sunarya terbuat dari kaos kaki. Lewat tangan terampilnya, ia mampu menciptakan boneka tokoh kartun yang sedang hits di tengah masyarakat. Bagaimanakah?

SIGIT ANDRIANTO

MULAI dari Doraemon, Spiderman hingga tokoh The Avenger dibuat Rina Sunarya dengan pure handmade. Rina memang tidak pernah menolak permintaan pemesan. Entah bagaimana jadinya, ia akan mengerjakannya terlebih dahulu. Toh, selama satu tahun menggeluti usaha kreatif ini, ia belum pernah menerima komplain.

Sebaliknya, justru ada anak yang sangat menyukai boneka buatannya. Hingga rusak, anak tersebut bersikeras tidak mau diganti. Boneka buatan Rini menjadi teman, kemanapun anak itu pergi. “Sampai kaki sudah putus disambung. Kepala lepas dijahit lagi. Tetep nggak mau diganti. Akhirnya saya kasih lagi yang baru buat anak ini. Bentuknya gurita,” kisahnya.

Meski demikian, kadang Rina juga dibuat pusing dengan permintaan tambahan dari pemesan bonekanya. Permintaan tambahan itu adalah Harus sama persis dengan tokoh yang diinginkan. “Tapi tetep dikerjakan,” kata dia sembari tertawa.

Ide menggeluti usaha kreatif berupa boneka kaos kaki ini bermula dari kemampuan membuat pernak-pernik dan hobi. Melihat peluang bahwa boneka kaos kaki banyak peminat minim pembuat, Rina kemudian memutuskan untuk menjadi pemain di sana. “Saya coba-coba. Kok jadinya lumayan dan banyak yang pesan. Kemudian berlanjut hingga sekarang,” jelas Rina.

Mengenai harga, boneka kaos kaki buatan Rina dijual mulai Rp 50-100 ribu. Harga ini disesuaikan dengan tingkat kerumitannya. Sebab, tidak hanya kaos kaki, Rina juga memberikan detail pada boneka-boneka buatannya. Tak heran, pemberian detail ini membuat bahan baku utama kaos kaki tidak terlihat ketika boneka buatannya sudah jadi.

“Boneka-boneka ini kami pasarkan secara online, sehingga sudah sampai ke beberapa kota di Indonesia. Suami saya yang membantu pemasarannya,” ujar Rina.

Tidak sedikit yang kemudian tertarik dengan hasil karya Rina ini. Kebanyakan,  mereka membeli untuk dijadikan hadiah atau gift. Sebab, Rina juga membuat boneka wisudawan lengkap dengan toga. Cocok diberikan kepada mahasiswa/mahasiswi yang resmi mendapat gelarnya. “Seringnya untuk hadiah. Biasanya dari remaja hingga anak-anak,” terangnya.

Selain senang karena bisa menyalurkan hobi, Rina juga merasa ada kepuasan ketika bisa membuat anak-anak bahagia dengan hasil karyanya. Ia memang mengaku senang dengan dunia anak-anak. Hal ini pula yang membuatnya memutuskan menggandeng anak-anak panti asuhan ketika ia mendapat banyak pesanan. “Selain mereka ada kegiatan, mereka juga akan mendapat tambahan pendapatan. Pelatihan-pelatihan sudah beberapa kali kami lakukan. Ini kan ilmu juga, jadi harus dibagi,” ujarnya.

Ke depan, Rina memiliki obsesi untuk memiliki semacam show room berisi boneka-boneka buatannya dan anak-anak yang diajarinya. Sudah pasti, boneka-boneka dari kaos kaki. “Saat ini baru sekedar berbagi saja. Siapa yang mau belajar silakan,” ujar Rini menawarkan. Dalam waktu dekat, ia juga akan memberikan pelatihan kepada siswa-siswi di salah satu sekolah di Semarang. (*/ida)

Stay Connected

12,290FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here