Belajar Kimia-Alkanol dari “Legen”

spot_img

RADARSEMARANG.COM – KIMIA, sebenarnya merupakan mata pelajaran yang sangat dekat dengan segala sesuatu yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Namun kenyataannya, bagi sebagian besar peserta didik kimia termasuk ke dalam mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. Kesulitan peserta didik terlihat jelas pada saat proses pembelajaran di kelas, yaitu adanya kesulitan dalam memahami materi yang diberikan dan kecenderungan sikap pasif peserta didik  dalam setiap proses pembelajaran. Banyaknya konsep dan perunusan-perumusan yang sulit dipahami menyebabkan peserta didik menjadi jenuh untuk berlama-lama mempelajari materi-materi dalam mata pelajaran kimia, sehingga apa saja yang telah disampaikan oleh guru menjadi tidak bermakna pada diri peserta didik dan berdampak pada rendahnya hasil belajar yang diperoleh.

Representasi karakteristik kimia yang diklasifikasikan dalam level makroskopik, submikroskopik dan simbolik menjadi penyebab sulitnya materi-materi dalam pembelajaran sains kimia untuk dipahami. Untuk itulah, dalam proses pembelajaran kimia akan lebih efektif dan bermakna bagi peserta didik apabila dapat dikaitkan dengan apa yang ada disekitar lingkungan  dan kehidupan sehari-hari dari peserta didik.

Salah satu materi dalam ilmu kimia adalah senyawa alkanol atau lebih dikenal dengan istilah alkohol. Materi tersebut tergolong bersifat abstrak, konkrit dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, sehingga untuk memahami materi tersebut dibutuhkan kemampuan pemahaman yang tinggi, motivasi, minat, dan keaktifan dalam proses pembelajaran serta sikap kerjasama yang baik pada kegiatan belajar dalam kelompok.

Dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa makanan dan minuman tradisional mengandung alkanol. Salah satunya adalah “legen atau badeg”. Legen merupakan nama minuman tradisional yang banyak ditemukan di sekitar wilayah Jawa Tengah dan Jawa TimurIndonesia. Minuman ini diambil dari bagian pohon siwalan. Di wilayah kota Semarang sendiri, saat ini semakin sulit ditemui pohon lontar atau pohon siwalan sebagai penghasil legen. Persebaran pohon siwalan sebagai tanaman penghasil legen hanya terbatas pada wilayah kecamatan Genuk, tepatnya pada desa Gasem, Alas Tuwo dan Siwalan.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Mandiri dengan Edmodo

Air legen dihasilkan dari proses penyadapan bunga dari pohon siwalan. Air legen mengandung cairan isotonis yang mampu menggantikan keluarnya cairan tubuh yang keluar melalui keringat dan mengembalikan elektronik tubuh yang hilang akibat aktivitas sehari – hari. Air legen mempunyai rasa yang manis, tapi sayangnya tidak tahan lama karena dalam hitungan beberapa jam saja mengalami proses fermentasi akibat aktivitas mikroba tertentu. Proses penyimpanan yang tepat akan membuat legen lebih tahan lama sampai 2 hari. Setelah lebih dari 2 hari air legen akan mengandung alkanol dan menjadi sangat memabukkan yang dikenal dengan nama “tuak”. Tuak atau alkanol yang dihasilkan dari proses fermentasi tersebut secara ilmiah dikenal dengan nama “etanol nira” yang dapat diubah menjadi “bioethanol”  yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bensin (http:// ime dis.net/ manfaat-air-legen-dari- pohon-lontar/).

SMA Negeri 10 Semarang, sebagai salah satu sekolah tingkat menengah atas (SMA)  yang berada dilingkungan daerah kecamatan Genuk, maka menjadi sangat tepat dan menjadi sangat potensial untuk membawa air legen tersebut sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran kimia. Peserta didik dibawa langsung terjun ke lapangan melakukan observasi dan wawancara terhadap masyarakat penghasil atau penjual legen untuk menggali informasi dan data-data secara mendetail tentang proses penyadapan air legen sampai proses fermentasi air legen tersebut menjadi alkanol atau tuak.

Hasil observasi dan wawancara selanjutnya dipresentasikan di dalam kelas sebagai bahan diskusi bersama-sama oleh peserta didik. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan praktikum/eksperimen di laboratorium kimia dengan air legen sebagai bahan praktikum, yaitu dengan melakukan proses fermentasi dan proses identifikasi  jenis-jenis alkanol yang dihasilkan.  Proses dilanjutkan dengan melakukan destilasi/pemisahan alkanol dari air legen dan menghitung kadar alkanol yang dihasilkan.

Baca juga:   Hasil Pembelajaran Sistem EFI Meningkat melalui PBL

Respon peserta didik sungguh luar biasa. Peserta didik menjadi sangat berminat dan termotivasi serta menjadi sangat antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.  Respon peserta didik diperoleh dari hasil angket yang dibagikan kepada 65 orang peserta didik kelas XII.IPA-3 dan XII.IPA-4. Sebanyak 59 orang atau 90,77 % peserta didik menjadi sangat berminat dan termitovasi dalam belajar, dan sebanyak 61 orang atau 93,85 % peserta didik menyatakan bahwa kegiatan proses pembelajaran yang berlangsung menjadi sangat menyenangkan.

Hasil respon peserta didik tersebut sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Okebukola dalam Sudarmin (2015), yang menyatakan bahwa proses pembelajaran yang memadukan pengetahuan sains asli masyarakat dan sains ilmiah di kelas mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep-konsep sains ilmiah dan menjadikan proses pembelajaran di kelas menjadi lebih bermakna. Hasil belajar yang diperoleh peserta didik pun tidak mengecewakan yaitu sebanyak 28 orang atau 84,85 % peserta didik pada kelas XII.IPA-3 dan sebanyak 26 orang atau 81,25 % peserta didik pada kelas XII.IPA-4 yang mampu mencapai batas nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM = 78).

Diperlukan inovasi, kreativitas dan ide-ide cermerlang dari para guru sebagai pengampu mata pelajaran kimia untuk mampu menciptakan suasana dan kondisi pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik. Dengan menciptakan suasana dan kondisi yang menyenangkan serta bermakna bagi peserta didik, maka kimia tidak akan lagi dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit, dan peserta didik akan menjadi lebih mudah memahami serta menerima materi-materi tersebut dalam proses pembelajaran, pada akhirnya akan berdampak pula pada hasil belajar yang akan diperoleh peserta didik. (tj3/2/aro)

Guru Mata Pelajaran Kimia SMA Negeri 10 Semarang

Author

Populer

Lainnya