33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Banyak Hotel Salah Isi SPT Elektronik

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang terus melakukan sosialisasi pajak di sektor hotel dan restoran. Untuk mendukung dan memermudah hal tersebut salah satunya diberlakukan sistem pelaporan online melalui Surat Pemberitahuan Pajak Daerah Elektronik E-SPTPD.

Sedikitnya ada 41 hotel dan 14 restoran yang berpartisipasi dalam Semargres. Dalam laporan melalui E-SPTPD yang mencantumkan sebagai peserta Semargres pajaknya terpotong 40 persen. “Hingga kini masih banyak wajib pajak yang salah melakukan pengisian laporan dan setoran pajak,” kata

Kabid Pembukuan dan Pelayanan Bapenda Kota Semarang, S Rini Poerwati, kemarin.

Dikatakannya, karena ada yang salah dalam pengisian, dalam realisasinya tetap menggunakan tarif normal. Maka dari itu pihaknya terus melakukan sosialisasi mengenai cara pengisian E-SPTPD. “Semuanya harus bisa membuat laporan secara benar, transparan dan akuntabel,” katanya.

Pihaknya juga akan melakukan pengecekan ke hotel-hotel maupun restoran. Hal itu untuk mengantisipasi adanya hotel dan restoran yang membuat laporan tidak sesuai kenyataan. “Misalnya ada wajib pajak yang mengaku ikut Semargres tapi nyatanya tidak,” katanya.

Saat ini, kata dia, ada 41 hotel dan 14 restoran yang berpartisipasi dalam Semargres yang digelar sampai 7 Mei mendatang. Selama ini memang masih menemukan beberapa kendala. Salah satunya mengenai konfirmasi. “Ada yang membayar ke rekening lama, konfirmasinya seminggu setelahnya. Kami surati kalau masih ada tunggakan pajak, ternyata  sudah bayar,” katanya.

Kasubid Sistem Informasi Bapenda Kota Semarang, Natalistian mengatakan

peserta Semargres diharapkan langsung menyampaikan laporan begitu event selesai.

“Dalam E-SPTPD khusus Semargres ada perbedaan dengan sistem lama yang biasa dipakai wajib pajak. Yaitu adanya tambahan kolom keterangan yang untuk mengisi omzet asli dari total pendapatan sebelum terkena potongan 40 persen selama gelaran Semargres,” katanya.

Sedangkan kolom pendapatan, nanti diisi dengan omzet yang diperoleh selama Semargres. “Artinya, omzet itu sudah terkena potongan 40 persen. Untuk mempermudah wajib pajak hotel dan restoran juga, Bapenda menyediakan rekening baru yaitu rekening Penampungan Pajak Kota Semarang. Rekening tersebut di luar rekening lama Bapenda yaitu rekening Kas Umum Daerah,” katanya.

Selain itu, untuk mengejar target pencapaian pendapatan pajak, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang terus menggenjot di berbagai sektor. Salah satunya dilakukan penerapan pembayaran sistem online. Sebanyak 20 hotel berbintang di Kota Semarang bakal diterapkan pembayaran pajak menggunakan sistem online atau E-Tax.

Selain untuk mencegah kebocoran pajak, tentunya juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan pajak daerah. Hal itu mengikuti ketetapan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menarget kenaikan pendapatan pajak sebanyak 12,5 persen dari tahun sebelumnya, setiap tahun. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bahan Hasutan Diambil dari Usulan Sandi soal Asian Games

JawaPos.com - Pernyataan Sandiaga Uno terkait upaya Pemprov DKI Jakarta menyemarakkan Asian Games malah berbuah olok-olokan. Bisa jadi yang mengolok-olok itu memang benci wakil...

Selama 2016, Ungkap 16 Kasus Narkoba

KENDAL- Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Kendal masih relatif tinggi. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal sepanjang 2016 mengungkap 16 kasus...

Longsor, 1 Warga Terluka

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID—Hujan deras mengakibatkan longsor di Dusun Ngaglik, Desa Giritengah, Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (11/2) malam. Dua rumah rusak dan seorang warga terluka. Kepala Pelaksana...

Kampanye Membaca, Jadikan Buku sebagai Teman

Sudah tiga tahun lebih, Komunitas Perpustakaan Jalanan Semarang menjalankan misi untuk mengajak masyarakat sadar membaca. Dengan komitmen yang besar, sekarang keberadaannya mulai mendapatkan tempat...

50 Pengurus Parpol Terima Bintek dari BPK

KAJEN - Sebanyak 50 pengurus partai politik dari 9 partai, yakni Partai Politik dari PKB, PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PPP, PAN, Demokrat, PKS dan...

Polytron Gelar Roadshow

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Polytron salah satu produk elektronik lokal di Indonesia, bekerjasama dengan Atklanta Elektronik menggelar roadshow di mall Ciputra  hingga 2 Januari 2018....