33 C
Semarang
Kamis, 22 Oktober 2020

Tolak Angkutan Pelat Hitam

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Awak angkutan prona jurusan Ungaran–Ambarawa melakukan aksi mogok mempertanyakan keberadaan angkutan umum pelat hitam yang dianggap mengganggu jam operasional mereka.

Aksi mogok yang dilakukan oleh ratusan awak prona tersebut di terminal Bawen Jumat (27/4). Salah satu sopir angkutan prona jurusan Ungaran–Ambarawa, Lilik Mujiono, 60, mengaku jika angkutan pelat hitam mengganggu jam operasional prona selama ini.“Mereka (angkutan pelat hitam) beroperasi dari pedesaan, dan masuk ke kota-kota,” ujar Lilik.

Ia mencontohkan, saat ini banyak angkutan pelat hitam yang mengambil penumpang dari pedesaan. Khususnya penumpang yang juga sebagai karyawan pabrik. Awalnya, pemilik angkutan pelat hitam pernah diperingatkan jika operasionalnya cuma sampai jalan utama (raya) saja.

Namun belakangan, banyak angkutan pelat hitam yang mengantar penumpang hingga lokasi pabrik yang notabene berada di kota. Menurut Lilik, hal tersebut sangat merugikan para awak prona.

Aksi tersebut langsung direspon pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang. Untuk lebih mendengarkan keluh kesah para awak prona tersebut, lantas Dishub Kabupaten Semarang melakukan mediasi dengan perwakilan pelaku aksi. Adapun perwakilan awak angkutan yang melakukan audiensi, Organda, Dishub Kabupaten Semarang, Dikyasa Satlantas Polres Semarang dan Kapolsek Bawen AKP Herlinda.

Audiensi dilakukan di kantor Kompleks Terminal Bawen secara tertutup. Namun, hingga pukul 11.00, di dalam audiensi tersebut belum ditemukan titik kesepakatan. Perwakilan awak prona yang ikut audiensi, Catur Edi TW, 45, meminta untuk pelat hitam hanya membawa penumpang dari pedesaan hingga jalan raya.

“Setelah sampai di jalan raya penumpang dibongkar, kemudian kami yang mengantongi trayek resmi mengangkut hingga lokasi pabrik. Kecuali kalau angkuta pelat hitam yang tergabung dalam koperasi Kanindo, kami menyadarinya sejak dulu,” kata Catur si.

Pihaknya, berharap dinas terkait menertibkan angkuta pelat hitam yang membawa penumpang dari pedesaan hingga lokasi pabrik. “Pertemuan tadi belum ada hasil, nanti dilanjutkan kembali tanggal 3 Mei,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Semarang, Rudibdo mengatakan, angkutan pelat hitam bukan armada yang mendapatkan izin mengangkut penumpang di jalan. Untuk itu, pihaknya akan menempatkan sejumlah personil di titik-titik tertentu.

“Kalau mereka yang tergabung dalam koperasi, angkutan pelat hitam difasilitasi perusahaan. Atas tuntutan ini, kami akan mencari solusi terbaik,” kata Rudibdo. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...