31 C
Semarang
Jumat, 27 November 2020

Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen dengan Metode MMAS

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, KEMAMPUAN menulis narasi—dalam hal ini cerita pendek (cerpen)—di kalangan siswa, pada umumnya masih rendah. Penyebabnya, adanya persepsi bahwa kemampuan menulis berhubungan dengan bakat seseorang. Yang terjadi, siswa yang merasa tidak punya bakat menulis, merasa tidak bisa menulis cerpen.

Persepsi ini mungkin benar. Namun, jika dikaitkan dengan masalah kebiasaan menulis, ternyata muncul pula persepsi bahwa kemampuan (menulis) dipengaruhi oleh kebiasaan menulisnya. Karena itu, penulis mencoba menerapkan metode baru. Yaitu, metode MMAS untuk meningkatkan kemampuan menulis narasi. Lebih tepatnya, cerita pendek.

Apa itu metode MMAS? MMAS merupakan cara sistematis untuk mencapai suatu tujuan yang direncanakan. Dalam pemakaian yang umum, konsep MMAS (Membaca, Menulis dan Apresiasi Sastra) sebagai metode pembelajaran yang dikenalkan oleh Taufiq Ismail (2001). Konsep ini bermula dari kegiatan pendidikan dan pelatihan MMAS yang diselenggarakan oleh Yayasan Indonesia, Majalah Horizon dan Ford Foundation.

Cerpen merupakan salah satu karya berbentuk narasi. Yaitu, bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca suatu peristiwa yang telah terjadi (Keraf, 2004). Pengertian cerpen menurut Sumardjo & Saini adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi. Namun, bisa saja terjadi kapan pun dan di manapun, yang ceritanya relatif pendek.

Pengertian menurut KBBI, cerpen berasal dari dua kata. Yaitu, cerita yang artinya tuturan tentang bagaimana terjadinya sesuatu hal dan pendek. Artinya, kisah yang diceritakan pendek (tidak lebih dari 10.000 kata), yang memberikan kesan dominan dan memusatkan hanya pada satu tokoh saja dalam ceritanya.

Penerapan metode MMAS, dimulai dengan membaca suatu cerpen terlebih dahulu. Langkah berikutnya, mencoba menulis dan dikonsultasikan kepada guru. Adanya penerapan metode MMAS, tujuannya agar siswa mengalami proses pembelajaran yang tidak menjenuhkan. Lain halnya yang telah diajarkan oleh guru selama ini.

Yaitu, guru monoton mengajar. Model ceramah yang membuat siswa merasa bosan atau jenuh. Karena itu, penggunaan metode MMAS diharapkan membuat daya khayal dan daya cipta siswa dapat berkembang dengan membaca dan mempelajari cerpen yang sudah ada. Sehingga siswa memperoleh gambaran bagaimana cerpen yang baik dan sesuai dengan teknik penulisan cerpen.

Pengetahuan yang diperoleh siswa pun menjadi lebih bermakna. Sebab siswa memahami sendiri dan bukan sekadar transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Artinya, guru hanya bertindak sebagai fasilitator dan motivator dalam proses belajar-mengajar.

Jika tulisan siswa sudah baik, maka bisa langsung mencoba menulis dengan tema sendiri. Metode seperti itu tidak hanya dilakukan satu kali. Tetapi bisa diulang sehingga mahir. Membaca cerita pendek bisa dilakukan dengan membaca cerpen yang ada di perpustakaan sekolah. Atau bisa juga dari koleksi cerpen milik siswa.

Teknis penggunaan metode MMAS, pertama, siswa diberi contoh cerpen dari majalah atau koran. Setelah itu, diminta untuk membaca dengan cermat. Langkah terakhir, siswa berusaha menulis cerpen sesuai tema yang dipilih. Langkah berikutnya, berdiskusi tentang pengertian cerpen, ciri-ciri, dan unsur pembentuk cerpen.

Dengan demikian, siswa diharapkan dapat memahami konsep penulisan cerpen dan menulis cerpen. Setelah itu, siswa dibimbing untuk mengapresiasikan cerpen tersebut.

Kriteria penilaian meliputi 10 aspek. Yaitu, (1) kesesuaian antara judul dengan isi; (2) diksi atau pemilihan kata; (3) ejaan dan tanda baca; (4) kerapian tulisan; (5) kohesi dan koherensi; (6) imajinasi; (7) keterlibatan pancaindera; (8) menunjukkan objek yang ditulis; (9) memusatkan uraian pada objek yang ditulis; (10) alur / jalan cerita.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa belajar menulis cerpen dengan metode MMAS sangat baik, karena dapat membantu siswa menulis cerpen yang lebih baik lagi. Juga menambah wawasan, dan mengurangi kejenuhan siswa dalam pembelajaran di kelas. Siswa memiliki pengalaman yang mengesankan dan bermakna bagi kehidupannya. Siswa pun menjadi lebih termotivasi menulis cerpen yang lebih baik. (*/isk)

Guru SMKN 2 Temanggung

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...