33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Pawai Budaya Srawung Keberagaman Lintas Agama

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Perayaan Karnaval Paskah 2018 di Kota Semarang diikuti ribuan peserta dari lintas agama. Jumat (27/4) sekitar pukul 13.30, mereka berkumpul di depan Dream Museum Zone (DMZ) Jalan Branjangan Nomor 3-9, selanjutnya melakukan pawai budaya menuju Balai Kota Semarang.

Pawai tersebut dibuka dengan melakukan prosesi Jalan Salib atau Via Dolorosa oleh sejumlah aktor teater. Para pengunjung tampak antusias menyaksikan adegan demi adegan. Di awal pembukaan, tampak seorang pria setengah telanjang diseret oleh sejumlah tentara Romawi lengkap dengan senjata pedang dan cambuk.

Pria itu disiksa hingga bersimbah darah. Setelah lemas tak berdaya, kemudian disalip dalam kondisi tangan diikat di balok kayu. “Adegan dalam prosesi tersebut penggambaran sosok Yesus Kristus yang penuh kesengsaraan dengan segala pengorbanan untuk menebus dosa manusia,” kata Pendeta Nathan, kemarin.

Setelah prosesi Via Dolorosa selesai, peserta karnaval dilepas oleh Ketua Panitia Karnaval Paskah, Rukma Setiabudi, bersama sejumlah tokoh dan pejabat Pemkot Semarang.  “Prosesi Jalan Salib untuk mengenang kesengsaraan Yesus Kristus. Ini visualisasi pengorbanan Yesus yang mati disalip menebus dosa kita,” jelasnya.

Dikatakan Nathan, umat Kristiani memercayai bahwa tidak ada yang bisa menebus dosa sendirian. “Dia (Yesus Kristus) menebus dosa kita. Dia menderita hingga mati. Sekarang Yesus ada di kerajaan surga, dan akan dibangkitkan,” katanya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan, perbedaan sudah semestinya bukan menjadi hal yang melemahkan. Tetapi sebaliknya menjadi sebuah kekuatan. “Kita tinggal di Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus bisa merawat dan menjaga keberanekaragaman. Jangan hanya klise dalam omongan saja. Tapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini Kota Semarang telah menerapkan itu. Sebab, Kota Semarang tetap menjaga keragamaan. “Kemarin ada pawai ogoh-ogoh, kali ini ada Karnaval Paskah. Termasuk sebelumnya juga ada parade budaya, arak-arakan laksamana Cheng Ho dari Kelenteng Tay Kak Sie ke Kelenteng Sam Po Kong. Besok 12 Mei ada dugderan. Ini cerminan berbagai macam agama yang kemudian disengkuyung oleh kelompok pemeluk agama yang lain,” katanya.  (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Digemari Mahasiswa dan Selebgram

RADARSEMARANG.COM - Kreativitas dalam berbisnis memang tidak ada matinya. Seperti yang dilakukan Donat Bunny, yang mengkreasikan sejumlah karakter dalam donat untuk mengikuti perkembangan zaman....

Dianiaya Perampok Sampai Tewas

KEBUMEN – Seorang warga Desa Patukgawe Mulyo Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen, Sutikno, 55, menjadi korban perampokan, Selasa (24/1). Ia ditemukan terluka di rumahnya dan...

Eksekusi Lahan Tambak Di Terboyo Kulon Ricuh

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ketegangan sempat terjadi saat ratusan petugas Satpol PP Kota Semarang melakukan eksekusi lahan tambak di Kelurahan Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk, Semarang, Senin...

Melatih Diri Lebih Sigap

RADARSEMARANG.COM - KESIGAPAN menjadi salah satu modal utama seorang sekretaris dalam melaksanakan tugas keseharian, terlebih di tengah padatnya aktivitas. Seperti yang dialami Sekretaris Unit...

Muka Meringis gara-gara Vegemite

ROTORUA – Selama AZOTY berada di New Zealand, banyak banget kuliner dengan cita rasa unik yang dicoba mereka. Nggak jarang, mereka sering zonk pas...

Job Fair Udinus Career Center

UDINUS Career Center (UCC) kembali menggelar Job Fair ke-18 pada 16-17 September 2017 mendatang. Job Fair ini gratis dan terbuka untuk umum. Ada sekitar...