HAK PATEN : CEO Laxita Kayana Corporation Guntur Raditya Wardhana, menyampaikan motivasi kepada para peserta pelaku UMKM di Gets Hotel Semarang, kemarin. (ISTIMEWA)
HAK PATEN : CEO Laxita Kayana Corporation Guntur Raditya Wardhana, menyampaikan motivasi kepada para peserta pelaku UMKM di Gets Hotel Semarang, kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Hak kekayaan intelektual (HaKI) menjadi kendala yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam persaingan global. HaKI menjadi sangat penting dalam pengembangan bisnis berupa produk dan merek.

“Karena dalam membangun brand juga akan tumbuh bersama usaha yang dirintis. Tetapi akan sayang jika produk yang dikembangkan menjadi besar tapi diakui milik orang lain,” kata CEO Laxita Kayana Corporation, Guntur Raditya Wardhana dalam acara Bhinaya Bicara:  How to Maintain Your Brand di Gets Hotel Semarang Kamis (25/4).

Lebih lanjut Radit menambahkan, untuk produk UMKM memang bukan kewajiban mendaftarkan hak paten suatu merek. Namun sangat dianjurkan. Pasalnya, sebuah merek yang telah dulu didaftarkan orang, seberapapun awal bisnis yang dimulai,  posisi brand atau merek tetap milik orang yang yang mendaftar awal.

“Kami mendorong agar pelaku bisnis seperti UMKM segera untuk mengurus brand di HaKI. Semata-mata untuk perkembangan usaha mendatang agar tidak mengalami kendala,” tambahnya.

Acara yang dikemas secara interaktif tersebut dihadiri 50 peserta dari Kota Semarang, Kendal dan sekitarnya. Sebagian besar peserta sudah merintis usaha.

Radit mengaku pentingnya strategi mengomunikasikan brand. Apabila sudah terjalin ikatan emosional dan masyarakat loyal pada suatu produk atau merek, pasti akan dicari oleh penggemarnya. “Jadi bukan sekadar marketing dan selling untuk meningkatkan penjualan, namun juga diperlukan strategi komunikasi yang tepat dalam menggaet pelanggan menjadi loyal, karena ada keterikatan emosional sudah terjalin melalui brand,” ucapnya.

Ia berharap, dengan berbagi ilmu secara gratis ini  akan memberikan banyak manfaat bagi pengusaha kecil dan UMKM. Bukan hanya sekadar menambah ilmu, namun juga memberikan dampak  positif pada bidang usaha yang mereka kembangkan. (hid/ton)