33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Tidak Umbar Janji dan Program saat Kampanye

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SRAGEN – Kampanye yang dilakukan calon Gubernur Jateng nomor urut 1, Ganjar Pranowo dilakukan dengan menyelesaikan persoalan warga secara langsung. Bukan mengumbar janji-janji dan memberondong program-program kerja. Seperti yang dilakukannya saat Ngopi Bareng di Posko Pendukung Ganjar Yasin Perumahan Tegalsari Asri, Sragen Kulon, Sragen, kemarin.

Di tengah dialog dengan pelaku ekonomi kreatif, Ganjar dikejutkan oleh kedatangan seorang ibu yang mendekat dengan takut-takut. Ibu bernama Sukiyem, 52, itu duduk di bibir panggung. “Anak saya kecelakaan, Pak. Di rumah sakit,” katanya dengan lirih.

Ganjar  yang kurang paham kemudian duduk di samping Sukiyem. Dari dialog singkat diketahui anak Sukiyem bernama Pri Hartanto, 25. Pemuda itu mengalami kecelakaan tunggal sepeda motor beberapa hari lalu sehingga dirawat di RS Mardi Lestari Sragen.

Sukiyem yang bekerja serabutan tidak mampu membayar biaya rumah sakit yang bernilai jutaan. Ia pun tak punya BPJS atau jaminan kesehatan pemerintah lainnya.

“Sekarang anak saya sudah sembuh tapi tidak boleh pulang karena belum bayar,” kata warga Desa Nglorog, Kecamatan Sragen itu.

Sebagai bukti, Sukiyem menyerahkan dokumen tagihan rumah sakit dan fotokopi KTP anaknya kepada Ganjar. Tanpa banyak kata, politisi PDIP itu memanggil ajudannya. “Nggih nanti biar diurus masnya ini, Ibu tenang mawon,” jawab Ganjar.

Ada lagi Sarwoko, 45, seorang penarik becak yang mengadu karena tak pernah mendapat bantuan pemerintah. “Anak saya dua sekolah semua tapi tidak dapat Kartu Indonesia Pintar. Terus apa itu pak, KIS, raskin juga nggak dapat, bukan saya saja teman-teman itu semua juga tidak dapat,” katanya sambil menunjuk keluar.

Memang tak hanya Sarwoko dari kalangan penarik becak yang datang. Ngopi Bareng di mulut gang perumahan itu juga diikuti lebih dari 30 penarik becak. Ada juga tukang ojek, petani, pedagang kaki lima, dan komunitas pegiat wisata. Satu persatu mengadukan persoalannya sendiri-sendiri. “Saya sudah pernah tanya kepada lurah kok tidak dapat bantuan, dijawabnya katanya sudah nasib,” lanjut Sarwoko, warga Kelurahan Sragen Kulon itu.

Ganjar meminta Sarwoko mengumpulkan teman-temannya yang miskin namun belum dapat bantuan. Ia diminta mendata dengan menuliskan nama dan alamat. “Datanya kasihkan saya, nanti saya urus,” tuturnya.  (amh/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jalan Karangmanyar-Mewek Rusak Parah

PURBALINGGA – Ruas jalan yang menghubungkan Kelurahan Karangmanyar dan Kelurahan Mewek Kecamatan Kalimanah mengalami rusak parah dan butuh perbaikan. Kerusakan jalan tersebut sudah terjadi...

Jadi MC karena Passion

NEELA Wijaya sudah 5 tahun menekuni profesi sebagai master of ceremony atau MC. Sebelumnya, ia pernah bekerja di sejumlah tempat. Namun karena passion, ia...

Terlihat Unik dan Selipkan Pesan di setiap Lukisan

RADARSEMARANG.COM - Sekilas tampak seperti lukisan pada umumnya. Namun siapa sangka, lukisan yang dihasilkan Suprapto ini dibuat dengan menggunakan lumpur. Seperti apa? SIGIT ANDRIANTO MESKIPUN dari...

Warga Mangunsari Dukung Rudi-Dance

SALATIGA - Mayoritas warga RW 15, Ngawen, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga  dipastikan bakal ikut memenangkan Calon Wali Kota–Wakil Wali Kota Salatiga Agus...

Ketika Produk IKM Dambakan SNI

Sertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia), menjadi salah satu yang musti dimiliki produk lokal agar bisa bersaing di pasaran. Sayangnya, masih sedikit Industri Kecil Menengah...

Desak Pemprov Perbaiki Infrastruktur Pariwisata

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov mulai memperhatikan infrastruktur yang menjadi akses ke daerah-daerah basis wisata di Jateng. Hal ini sangat penting, agar...