33 C
Semarang
Rabu, 30 September 2020

Realisasikan Slogan IPS Lewat Power Point

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – PEMBELAJARAN Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di dalam kelas dirasakan oleh sebagian besar siswa sangat membosankan, waktu pelajaran dirasakan lama, dan yang ditunggu siswa hanya bel pergantian pelajaran, agar cepat berlalu pelajaran tersebut. Beberapa metode pembelajaran digunakan untuk membunuh kebosanan siswa dalam mengikuti pelajaran IPS. Selain menggunakan metode yang bervariasi, untuk menumbuhkan semangat belajar guru  menggunakan slogan/yel-yel sebagai penyemangat dalam pelajaran IPS.

IPS memiliki slogan/ yel-yel sebagai penyemangat siswa dalam pembelajaran di sekolah. Slogan tersebut diambil dari singkatan IPS yaitu I : Ingin Tahu, P : Pasti Bisa, S : Siapa Takut. Namun slogan yang sudah dipakai oleh banyak guru hanya sebatas slogan penyemangat siswa dalam awal pembelajaran saja. Pada kenyataannya guru dalam pembelajaran masih menggunakan metode pembelajaran yang kurang/tidak membuat suasana siswa Ingin tahu, memberi kesempatan siswa untuk percaya diri pasti bisa mengerjakan/menyelesaikan masalah pembelajaran dan tidak takut dalam mengerjakan tantangan tugas dalam pembelajaran. Untuk menjawab atau merealisasikan tantangan dari slogan tersebut guru harus memilih metode pembelajaran yang tepat. Penugasan pembuatan Power Point oleh siswa bisa merealisasikan slogan IPS tersebut.

Siswa diberi tugas kelompok untuk membuat Power Point secara berkelompok dengan materi pembelajaran yang telah ditentukan oleh guru. Siswa diberikan waktu untuk browsing materi dan menyusun hasil browsingnya ke dalam Power Point, yang nantinya akan di presentasikan di depan kelas oleh kelompok tersebut. Materi yang di Browsing ditentukan oleh guru, sebagai penambah kekayaan dari materi dan memperluas pengetahuan dari buku paket yang dipelajari. Tujuannya pembelajaran ini adalah menumbuhkan rasa keingintahuan siswa. Guru juga memberikan semangat siswa bahwa mereka bisa mengerjakannya, dengan memberikan contoh gambaran Power Point yang sudah jadi. Meyakinkan bahwa mereka pasti bisa membuat dan menghasilkan yang lebih bagus. Dengan kepercayaan diri siswa bisa menyusun bahan presentasi Power Point  yang hasilnya sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Apabila siswa masih ragu guru menyerukan bersama-sama slogan IPS dan disambut oleh siswa ,I… Ingin tahu, P….Pasti bisa, S….Siapa takut, hal tersebut untuk membakar semangat siswa dalam mengerjakan tugas.

Pembelajaran dengan penayangan Power Point yang dilaksanakan lebih berwarna, siswa lebih antusias dan percaya diri dalam presentasi di depan kelas. Mereka bangga bisa membuat presentasi yang bagus, dan siap berkompetisi dalam penilaian, menyiapkan pertanyaan untuk kelompok yang presentasi, dan kelompok yang berpresentasi siap menjawab pertanyaan yang diajukan. Guru berperan sebagai moderator atau menunjuk siswa untuk menjadi moderator. Untuk mengendalikan suasana kelas agar lebih terarah guru menyiapkan lembar kerja yang diisi kelompok yang tidak berpresentasi. Pembelajaran berlangsung menyenangkan, menumbuhkan keingintahuan siswa. Jalannya pembelajaran terasa cepat dan mengasikkan jauh dari kebosanan. Setiap pergantian kelompok diserukan slogan/yel-yel IPS, sebagai penyemangat pembelajaran.

Pembelajaran ini juga memudahkan guru, dalam pembelajaran ini guru bisa melakukan peniliaian  untuk nilai produk (hasil dari Power Point), nilai lisan (pada waktu presentasi) dan nilai tulis (hasil pengerjaan lembar kerja). Disamping nilai pengetahuan diatas guru bisa memasukkan nilai sikap dari pembelajaran ini. Sebelum dicoba biasanya siswa ragu untuk bisa membuat tayangan Power Point, namun setelah dilaksanakan siswa menjadi senang dan asyik, bahkan menumbuhkan sikap kompetitif dalam pembelajaran, karena dianggap oleh siswa hal tersebut merupakan pembelajaran yang kekinian dan modern. Ingin tahu, Pasti bisa, Siapa takut bisa direalisasikan dengan penugasan pembuatan Power Point oleh siswa. (*/bas)

SMP Negeri 1 Mojotengah, Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...