Hukum Pakaian Kedap Air Terkena Kencing

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Bapak DR. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag di Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh  Allah SWT. Saya ingin bertanya, bila ada kejadian air kencing menetes pada pakaian yang antiair apakah pakaian tersebut masih najis atau tidak? Mengingat untuk pakaian dengan bahan antiair tidak menyerap air kencing tersebut. Demikian pertanyaan saya, terima kasih atas penjelasan dan jawaban bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullah

                                 Atin, di Semarang 081215272xxx

Jawaban

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Terima kasih kepada Ibu Atin di Semarang. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Adapun ulasan jawaban pertanyaan tersebut sebagai berikut:

Pakaian antiair atau disebut pula pakaian hydrophobic pada umumnya terbuat dari kain lembut berlapis dengan menggunakan teknologi nano. Kain yang dilengkapi dengan elemen teknologi nano pada seratnya ini dilapisi partikel silika mikroskopis yang biasa disebut kain polister, yang membuatnya menghalangi adanya udara kecil di sekitarnya. Sehingga, cairan seperti keringat atau sirup tidak akan terserap dan hanya akan membentuk semacam “manik-manik” yang perlahan meluncur seperti air hujan yang membasahi kaca jendela. Dengan demikian cairan seperti kencing dan semacamnya juga tidak akan terserap pada kain tersebut, namun istilah tidak terserap bukan berarti tidak menempel atau tidak terdapat zat yang melekat pada kain tersebut.

Oleh karena itu dalam hukum Islam, mayoritas ulama sepakat suatu hal dapat dikatakan suci apabila tidak terdapat najis baik bersifat aini (yang nampak zatnya baik bau, rasa, maupun warnanya) maupun hukmi (yang tidak nampak warna, bau dan rasanya) yang dapat menghalangi sahnya salat. Untuk najis aini maka cara mensucikannya adalah dengan menghilangkan sifat najis yang masih ada. Adapun najis hukmi, maka cara menyucikannya adalah dengan mengalirkan air pada benda yang terkena najis tersebut.

Apabila dianalogikan dengan kasus najis pada pakaian antiair di atas, ketika tidak terdapat bau, rasa ataupun bekas air kencing pada pakaian yang terkena tetesan kencing tersebut maka dihukumi secara hukmi, dengan demikian tetap dianggap terdapat najis namun cara mensucikannya cukup dengan mengaliri air pada bagian pakaian yang terkena kencing saja. Apabila terdapat bau, rasa ataupun bekas kencing pada pakaian tersebut, maka dihukumi secara aini, dan cara mensucikannya adalah dengan menghilangkan sifat najis yang masih ada sampai hilang sifat-sifat dan zatnya.

Demikian jawaban yang dapat saya sampaikan semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. Wallahu a’lam bishshowab. (*/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -