33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Gotong Royong Tak Sebatas Kerja Bakti

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

RADARSEMARANG.COM, PATI-Waktu belum menunjukkan pukul 06.00. Namun, Desa Margorejo, Kamis (26/4), sudah terlihat ramai. Para siswa dari sekolah dasar (SD) setempat mulai berjajar di sepanjang jalan. Satu per satu tamu berdatangan. Termasuk, Plt Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi dan Plt Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Hj Sudarli Heru Sudjatmoko.

Tak lama kemudian, Plt Gubernur didampingi Bupati Pati Haryanto memukul kentongan sebagai tanda dimulainya pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XV dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-46 Tingkat Provinsi Jateng. Usai memukul kentongan, Plt Gubernur langsung mengecek rumah warga RT 1/ RW 2 bernama Jasmi yang sedang diperbaiki secara gotong royong oleh warga.

Keinginan Jasmi yang sudah lama ingin memperbaiki rumah akhirnya terwujud setelah mendapatkan bantuan dari Baznas Kabupaten Pati senilai Rp 10 juta. Bantuan itu ternyata mampu merangsang masyarakat sekitar untuk turut memberi uluran tangan. Dari masyarakat setempat, terkumpul bantuan sebesar Rp 6,45 juta. Pemilik rumah pun senang bukan kepalang.

Dari rumah Jasmi, Plt Gubernur menuju ke wilayah RW VII, dimana warga tengah bergotong royong membeton jalan. Sebagai tanda dimulainya pekerjaan pembetonan, Heru menuangkan adukan beton ke bidang cor. Kegiatan gotong royong berlanjut dengan penanaman pohon trembesi secara serentak di Desa Penambuhan. Sejumlah pejabat yang melakukan penanaman pohon adalah Plt Gubernur, Bupati Pati, Kapolres Pati, dan Kepala Dispermadesdukcapil Provinsi Jawa Tengah Sudaryanto.

Pada kegiatan pemberdayaan perempuan, Plt Gubernur meninjau pelaksanaan KB dengan pemasangan alat kontrasepsi implant dan IUD di rumah warga bernama Hartati. Di tempat tersebut, terdapat 100 ibu yang mendapat pelayanan KB implant, dan 80 ibu ber KB IUD. “Niki putrane pun sami pinten? Menawi sampun langkung kalih nggih mboten napa-napa. Sing penting sampun niat KB. Mangke dilayani kanthi sae. Mudah-mudahan KB menjadikan ibunya sehat, putrane kerumat,” sapa Heru ketika bertemu dengan para ibu yang tengah mengantre ber-KB.

Bupati Haryanto juga mengimbau agar warganya, terutama pasangan usia subur, dengan kesadaran diri mau ber-KB. Apalagi saat ini biaya hidup semakin mahal. Dengan ber-KB, kebutuhan keluarga akan lebih bisa tercukupi.
“Agar keluarga sejahtera dan bahagia menika, putrane kedah mboten kathah-kathah, amargi biaya hidup sakmenika mahal. Saengga, menawi dua anak, kula kinten langkung sae, amargi kebetahan mangke saged dipun cekapi,” imbaunya.

Usai mengecek seluruh kegiatan BBGRM dan HKG PKK, Plt Gubernur Heru Sudjatmoko menuju lokasi seremoni Pencanangan BBGRM di Lapangan Margorejo. Saat memberikan sambutan, dia menyampaikan kegiatan gotong royong dan PKK tidak pernah bisa saling lepas.

“Kalau kita membaca 10 program pokok PKK, sebenarnya seluruh program itu jiwanya, rohnya adalah gotong royong. Program-program itu bisa terlaksana, terutama karena kegotong-royongan kita, ibu-ibu PKK, dan dukungan berbagai pihak,” tuturnya.

Heru meminta gotong-royong yang belakangan ini mulai memudar agar dihidupkan lagi. Menghidupkannya tidak hanya di lingkup kecil masyarakat, tapi juga dalam mengelola suatu daerah, bahkan negara. “Bagaimana gotong-royong bisa menjiwai kita semua. Memang gotong-royong yang paling mudah dilihat dalam kehidupan kelompok kecil masyarakat. Misalnya, di lingkungan Posyandu, di mana kader Posyandu mau bergotong-royong tanpa berharap upah, tapi tiap bulan bersedia mengadakan kegiatan penimangan bayi dan balita,” jelasnya.

Gotong royong tak sebatas kerja bakti. Di lingkup yang lebih besar, Heru mencontohkan, membayar pajak adalah bentuk gotong royong dalam berkontribusi membiayai pembangunan. Selain itu, mau membeli produk dalam negeri, juga akan sangat membantu berkembangnya UMKM.

“Presiden kini mencanangkan untuk bergotong royong mencegah stunting atau kerdil. Tumbuh kembang anak yang tidak normal, tidak hanya berpengaruh pada fisik, tapi juga kecerdasannya,” ungkapnya. Gotong royong, kata mantan Bupati Purbalingga ini, sebenarnya nilai budaya, khususnya budaya Jawa yang sudah lama. Walaupun saat ini perwujudannya berbeda, tetap harus terus dikumandangkan. Sebab, ada nilai persatuan, kebersamaan, tolong menolong dan rela berkorban di dalamnya. (kom/ric/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Booming saat Kerap Dimainkan Ibu-Ibu Dharma Wanita

Petrus Kaseke adalah pembuat alat musik kolintang yang masih bertahan hingga sekarang. Pria 74 tahun ini memproduksi kolintang di rumahnya di bilangan Jalan Osamaliki,...

IPHI Berperan dalam Pembangunan 

DEMAK-Para jamaah haji yang tergabung dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) memiliki peran besar dalam pembangunan daerah. Karena itu, organisasi kemasyarakatan ini dinilai sangat...

Usut Tuntas Pencurian Berkas di MK

SALATIGA - Kabar mengenai pencurian berkas dokumen gugatan pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) mengejutkan banyak pihak. Termasuk warga Salatiga. Sebab sebelumnya sempat beredar kabar,...

Tetap Nyaman dan Stylish Selama Traveling

Stylish tanpa meninggalkan sisi kenyamanan menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih produk fashion. Hal tersebut yang kini diaplikasikan oleh sejumlah brand fashion, termasuk Hush Puppies...

Beri Edukasi Pengguna Internet

SEMARANG - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus berupaya menangkal berbagai konten negatif di internet. Salah satunya lewat literasi digital yang digadang-gadang mampu mengedukasi...

Panwascam Diprioritaskan Wajah Baru

SALATIGA - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Salatiga membuka pendaftaran untuk Panwas tingkat kecamatan (Panwascam). Dalam pendaftaran kali ini, Panwaslu memrioritaskan muka - muka...