31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Siltap Bisa Dicairkan Setiap Bulan

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Bupati Batang Wihaji kembali menggelar program Ngudoroso, kali ini Desa Madugowongjati Kecamatan Gringsing menjadi tujuan ke-6, pada Kamis (26/4). Dari hasil pertemuan dengan masyarakat, banyak dihasilkan berbagai macam hasil diskusi.

Salah satunya  pencairan uang Penghasilan Tetap (Siltap) untuk para kades yang bisa dicairkan setiap bulan. Selama ini para Kades baru bisa mencairkan Siltap setahun dua kali. “Kami harap penghasilan tetap Kepala desa bisa cair seriap bulan, karena selama ini di terimakan setahun dua kali,” kata salah satu perangkat Desa Surodadi Ahmad Fauzi.

Atas keluhan tersebut Bupati Batang Wihaji, langsung menegaskan bahwa untuk pencairan Siltap bisa dilakukan setiap bulan sebenarnya sangat bisa. Karena uang sudah masuk rekening kas desa, tinggal kecepatan desa membuat surat permintaan pembayaran dengan melengkapi calon penerima dan daftar itu bisa dijadikan laporan pertangungjawaban (Lpj). “Secara administrasi keuangan bisa sebulan sekali, semua itu tinggal kecepatan kepala desa dalam membiat Laporan Pertanggungjawaban,” ujar Wihaji.

Bahkan kata Wihaji, Siltap tidak hanya akan dicairkan setiap bulan. Malah akan dinaikkan lagi tahun depan. Hal ini semata-mata untuk peningkatan kinerja dan semangat para perangkat. “Siltap tahun 2018 kita naikan untuk kepala desa sebesar Rp 250 ribu, sekertaris desa naik Rp 150 ribu dan perangkat naik Rp 100 ribu, kenaikan itu sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” jelas Wihaji.

Dan di tahun 2018 Bupati juga memberikan bantuan operasional Rukun Warga (RT) sebesar Rp 100 ribu/bulan. Untuk mendukung pencairannya, Pemkab telah mengeluarkan Peraturan Bupati karena wajib setiap desa untuk mengganggarkan alokasi dana desa.”Saya sudah keluarkan Perbup agar setiap desa wajib mencairkan bantuan operasional RT yang sudah kami titipkan pada alokasi dana desa,” jelas Wihaji.

Bupati juga mengatakan dalam program Ngudoroso kali ini banyak permintaan warga seperti perbaikan jembatan, jalan, irigasi dan bangunan sekolah. “Usulan tersebut akan kita kaji terutama jembatan karena membangun Jembatan harus direncankn dengan matang, dan butuh anggaran yang cukup banyak karena sesuai kajian bisa mencapai Rp 13 miliar.segingga jarus kita cari cara bagaimana membangun Jembatan,” jelasnya. (han/bas)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here