33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

UNKP SLB Siang, Dikeluhkan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG  Pelaksanaan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) tingkat SMP di SLB Negeri Semarang dimulai sejak Senin (23/4) hingga Kamis (26/4) hari ini menimbulkan kekecewaan dari beberapa pihak. Salah satunya lantaran waktu pengerjaan ujian disamakan dengan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), yakni pukul 10.30.

Kepala SLB Negeri Semarang, Imam Wusono, mengatakan, pelaksanaan seharusnya dibedakan. Mengingat dari segi mental maupun fisik anak berkebutuhan khusus (ABK) berbeda dengan anak pada umumnya.

“Ujian dimulai lebih siang membuat ABK kehilangan semangat dan rasa bosan, serta diserang kelelahan,” ungkap Imam, kemarin.

Kendati demikian, pelaksanaan UNKP pukul 10.30 hingga 12.30 ini sesuai dengan SOP. Selain itu, kebijakan sesuai SOP yang menentukan batas ujian selama dua jam, oleh sekolah diberikan kebijakan tambahan waktu selama 30 menit.

“Pihak sekolah memberikan kebijakan tambahan waktu 30 menit, karena mereka berkebutuhan khusus berbeda dengan anak normal,” katanya.

Dalam pelaksanaan UNKP sendiri, terdapat dua orang pengawas di setiap ruangannya. Pengawas disesuaikan dengan kebutuhan peserta ujian, dan berasal dari kelas penyandang lain.

“Idealnya memang harus dari luar sekolah, tapi karena tidak memungkinkan kami silangkan. Misalnya, guru dari tuna rungu menjaga ujian siswa tuna netra. Begitu pula tuna daksa menjaga ujian untuk tuna rungu,” jelas Imam.

Di SLB Negeri Semarang, sedikitnya 48 siswa mengikuti UNKP. Ke-48 siswa tersebut terbagi dalam empat klasifikasi. Yakni, kategori A untuk siswa tuna netra yang diikuti tiga siswa. Mereka mengerjakan ujian menggunakan soal dan  lembar jawaban berhuruf braille.

“Itu yang satu memang masih bisa membaca dengan bantuan kaca mata, sehingga kami mengupayakan untuk tidak harus menggunakan kertas braille, kalau masih mampu, sehingga tidak bergantung pada braille,” terangnya.

Sedangkan kategori B untuk penyandang tuna rungu, ada sebanyak 7 siswa. Kategori C dan C1 untuk penyandang tuna grahita ada 34 siswa, serta kategori D untuk penyandang tuna daksa sebanyak 1 siswa.

“Selama UNKP berlangsung tidak ada kendala yang mengangnggu proses ujian, hal ini dikarenakan ujian anak-anak tidak berbasis komputer,” tandasnya. (tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Temukan Ribuan Data Pemilih Bermasalah

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Temuan ribuan pemilih bermasalah dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilgub Jateng 2018 diminta untuk ditindaklanjuti oleh KPU Kabupaten Semarang. Ketua Panwaslu...

MUI dan Tokoh Agama di Demak Tolak Aksi ‘People Power’

RADARSEMARANG.COM, DEMAK– Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta sejumlah tokoh pemuka agama di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menilai ajakan aksi "people power" meresahkan masyarakat. Ajakan aksi...

4 Anak Panti Asuhan Diduga Ditelantarkan

DEMAK-Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) Pemkab Demak menemukan empat anak diduga ditelantarkan di sebuah Panti Asuhan di Desa Karangmlati, Kecamatan...

Tak Gampang, Butuh Riset dan Referensi

BUTUH riset untuk menciptakan beragam tarian. Sebagaimana yang dilakukan dosen seni dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Bintang Hanggoro Putro saat menciptakan Tari Denok pada...

Persibat Tumbang Dikandang

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Rekor belum terkalahkan Persibat hingga pekan keempat Liga 2 akhirnya terhenti. Persibat Batang, tumbang 1-2 oleh pemuncak klasemen Semen Padang di Moh...

Garap Hunian Daerah Berkembang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT PP Properti terus mengembangkan hunian di daerah-daerah berkembang. Salah satunya area Semarang Barat yang dinilai cukup potensial. Terlebih dengan dukungan...