Saksi Pergi ke Eropa, Sidang Ditunda

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COMSEMARANG – Sidang dugaan penerimaan hadiah uang pengurusan hak atas tanah mencapai Rp 8,6 miliar dari pihak ketiga dengan terdakwa mantan Kepala Kantor Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Priyono, yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (25/4). Pasalnya, dua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) gabungan dari Kejagung dan Kejati Jateng tidak datang.

Kedua saksi tersebut adalah Cinta Ery Asmara alias Rieke, dan manajemen Bank Central Asia (BCA) Jakarta. Keduanya beralasan sedang di luar kota dan Eropa. Sedianya Cinta akan diperiksa terkait sejumlah uang yang mengalir ke dirinya. Dia juga diduga sebagai orang spesial terdakwa Priyono.

“Sidang ditunda. Cinta alasan ke Eropa. Untuk BCA diperiksa terkait transaksi keuangan,  rencana kami akan hadirkan ahli PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) dalam sidang selanjutnya, ” kata JPU gabungan yang diwakili Musriyono dan Fatoni Hatam kepada Jawa Pos Radar Semarang usai sidang.

Musriyono menyebutkan, sebelum sidang, keduanya sudah dikirimi surat resmi,  namun keduanya tidak hadir.  “Cinta sudah 2 kali tidak hadir,  katanya minggu depan baru bisa hadir, terkait pemeriksaan Cinta,  nanti saja biar diurai dalam persidangan, ” ungkapnya.

Menyikapi penundaan itu, kuasa hukum terdakwa,  Hono Setiadi mengaku tidak keberatan. Ia mengatakan,  sepenuhnya menyerahkan kepada proses sidang dan akan mengikuti proses hukum yang ada.

“Tidak keberatan,  kami akan mengikuti proses hukum yang ada,” kata Hono Setiadi singkat.

Dalam persidangan terungkap adanya dugaan uang mengalir ke tiga saksi dan keterlibatan PT Indo Permata Usahatama (IPU) yang merupakan perusahaan milik Achiok. Hal itu diketahui setelah memeriksa 3 saksi yakni,  Agung Wibowo, mantan karyawan PT IPU; Arif Sabtara  Triwibawa saudara terdakwa, dan Eko P yang merupakan mantan karyawan Hotel Grand Mandarin Pekalongan. (jks/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -