33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Perda Pengendali ABT Belum Optimal

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Air bawah tanah (ABT) di Kota Semarang hingga kini masih banyak diambil oleh masyarakat secara bebas terutama pelaku industri. Pengambilan air tanah secara berkelanjutan dalam jumlah besar bisa mengancam kebutuhan air dalam jangka panjang. Dampaknya bisa berpotensi terjadinya kekeringan.

Pengambilan air bawah tanah di Kota Semarang telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Air Tanah (PAT). Tetapi aturan ini belum bisa sepenuhnya diterapkan.

“Penerapannya sudah, hanya saja persoalannya, PDAM Kota Semarang hingga hari ini belum bisa mengcover kebutuhan air di beberapa wilayah di antaranya Semarang Barat, Ngaliyan dan Tugu,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu (25/4).

Di tiga kecamatan tersebut banyak kawasan industri. Kebutuhan tersebut belum bisa disuplai melalui PDAM. Sehingga mereka masih mengambil air bawah tanah. “Nanti setelah kebutuhan air di wilayah Tugu, Ngaliyan dan Semarang Barat terpenuhi, kami baru memerketat penerapan Perda Pengelolaan Air Tanah tersebut,” kata Hendi, sapaan akrabnya.

Sesuai rencana, persoalan tersebut akan bisa diselesaikan setelah pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat tuntas. Pembangunan SPAM tersebut baru akan mulai dibangun 2019 mendatang hingga 2020. “Maka pada 2021, SPAM Semarang Barat sudah beroperasi. Diperkirakan, nantinya mampu mengaliri 60.000 Kepala Keluarga (KK) di tiga kecamatan itu,” katanya.

SPAM tersebut juga akan menambah jangkauan coverage PDAM sebesar 20 persen. Saat ini baru mencapai 63 persen, nantinya menjadi 83 persen dari total KK di Kota Semarang. “Dari total kapasitas yang dihasilkan SPAM Semarang Barat yaitu 1.000 liter per detik, nantinya ada alokasi 20 persen untuk kalangan industri,” katanya.

Setelah kebutuhan air masyarakat dan industri bisa terpenuhi melalui PDAM, maka Pemkot Semarang baru akan bisa bertindak tegas terhadap pengambilan air tanah. Terutama di sektor industri. Diharapkan, SPAM Semarang Barat sekaligus menjadi upaya pengendalian eksploitasi air bawah tanah. “Dengan begitu, diharapkan penurunan permukaan tanah bisa diminimalisasi,” katanya.

Plt Direktur Utama PDAM Kota Semarang, M Farkhan mengatakan, sejauh ini PDAM belum bisa memenuhi atau menjangkau beberapa wilayah di Kota Semarang. Penyediaan air baku dari PDAM juga belum maksimal.

“Selama kebutuhan air bersih belum terpenuhi, kami tidak bisa melarang masyarakat membuat sumur sendiri untuk memenuhi kebutuhan air setiap hari. Di satu sisi, eksploitasi tetap berlangsung sampai sekarang baik oleh masyarakat maupun kalangan industri,” katanya.

Ini yang perlu dipikirkan ke depan. Perda yang mengatur mengenai pengambilan air bawah tanah juga sudah ada. Tetapi eksploitasi masih terus terjadi. Dia berharap, nantinya SPAM Semarang Barat merupakan penyelesaian atas eksploitasi air bawah tanah tersebut. “Air baku SPAM Semarang Barat ini nantinya akan diambilkan dari Waduk Jatibarang. Saat ini Raperdanya dalam proses pembahasan di DPRD Kota Semarang,” katanya. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pilot Project, 30 PKL Gunakan E-Bayar

SEMARANG-Sebanyak 30 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Simpang Lima Semarang saat ini telah menggunakan sistem pembayaran elektronik atau E-Bayar. Para pembeli bisa melakukan...

Tergelitik Cari Bentuk Asli Warak

Forum Seniman Muda Semarang tergelitik untuk mencari bentuk asli Warak. Sebab, wujud binatang imajiner Kota Semarang itu masih terus diperdebatkan. Forum Seniman Muda Semarang...

Diminta Pertahankan Predikat WTP

RADARSEMARANG.COM, DEMAK- Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Demak termasuk pejabat kecamatan diminta bekerja keras melaksanakan program yang telah direncenakan pada 2018 ini. Mereka...

Elpiji 3 Kg Langka

SALATIGA -Dalam beberapa hari ini, masyarakat Salatiga kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kg. Warga terpaksa antre untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Bahkan tidak...

Buang Sengkala, Doakan Indonesia Aman

SEMARANG - Ratusan umat Tao dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti ritual Ciswak di Kelenteng Thay Siong Kiong, Jalan Hasanudin B-72 Semarang, Selasa (22/8)....

Perintah Tiba-tiba: Masuk ICU Dulu

Oleh: Dahlan Iskan Robert Lai menjemput saya di bandara Changi. Meski duduk paling depan saya menjadi penumpang terakhir yang keluar dari bandara. Ini karena saya...