33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Pemandu Karaoke Mendapat Siraman Rohani

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Jelang Ramadan, puluhan pemandu karaoke di lokalisasi Sukosari Gembol Kecamatan Bawen mendapatkan siraman rohani dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang, Rabu (25/4).

Bertempat di aula lokalisasi Sukosari, tausiah diikuti oleh 48 pemandu karaoke dan Pekerja Seks Komersial (PSK) dari wilayah tersebut. Ketua Penyuluh Agama Islam Kemenag Kabupaten Semarang, Tasripan mengungkapkan pemberian tausiah tersebut juga sebagai himbauan supaya lokalisasi tidak beroperasi pada bulan Ramadan nanti.

“Ini untuk bekal mereka supaya juga nanti saat bulan Ramadan saat mereka tidak beroperasi bisa lebih fokus beribadah,” katanya saat ditemui usai kegiatan.

Dijelaskannya, tujuan lain dari pemberian tausiah tersebut untuk memberikan pemahaman nilai-nilai agama kepada para pemandu karaoke di lokalisasi tersebut. Dijelaskannya, selain tausiah, selama ini pihaknya juga rutin memberikan penyuluhan di beberapa lokalisasi di Kabupaten Semarang.

Tidak terkecuali di lokalisasi Gembol Kecamatan Bawen. Dijelaskannya, terjunnya kamum hawa di dalam dunia tersebut tidak lebih karena faktor ekonomi. Meski sudah terlanjur masuk kedalam dunia tersebut, lanjutnya, pembekalan rohani tetap harus diberikan kepada para pemandu karaoke. Juga para PSK yang ada di lokalisasi Gembol. “Meski bekerja seperti itu, setidaknya mereka mau melaksanakan salat,” katanya.

Penyuluhan kepada para penghuni lokalisasi Gembol sudah dilakukan sejak 2011 lalu. Dimana setiap bulan petugas penyuluh dari Kemenag memberikan penyuluhan kepada penghuni lokalisasi tentang ilmu keagamaan.

Dikatakannya, sejak dilakukan penyuluhan pada 2011 silam jumlah penghuni lokalisasi yang mengikuti kegiatan tersebut terus bertambah. Dimana akhirnya kegiatan penyuluhan dalam satu bulan digilir setiap wisma.

“Kita berikan pemahaman pelan-pelan supaya mereka tidak selamanya bekerja seperti ini,” tuturnya. Untuk menarik perhatian, pihaknya memberikan stimulan berupa hadiah yang selalu dibagikan saat penyuluhan maupun saat pemberian tausiah. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

GP Ansor Buka Posko Peduli

UNGARAN – Bencana banjir di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengundang simpatik berbagai pihak. Diantaranya Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten...

8000 Rumah Tak Layak Huni Belum Tertangani

KAJEN-Lantaran bencana banjir rob di dua kecamatan, yakni Kecamatan Wonokerto dan Tirto, Kabupaten Pekalongan, selama 10 tahun terakhir, belum tertangani dengan maksimal. Berdasarkan database...

Era Disrupsi : Akankah Profesi Akuntan Punah?

RADARSEMARANG.COM, Disrupsi - fenomena dalam cakupan perubahan kehidupan manusia yang ditandai oleh perkembangan teknologi informasi yang tampak pula dari terciptanya berbagai inovasi, teknologi mutakhir...

Siapkan 40 Bus Tambahan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG –UPT Terminal Tidar Kota Magelang berencana menambah 40 armada bus dari berbagai Perusahaan Otobus (PO) untuk menghadapi arus balik Lebaran 2018. Kepala UPT...

HIV/AIDS Tidak Tercover BPJS

UNGARAN – Hingga kini penderita HIV/AIDS tidak bisa tercover BPJS Kesehatan. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 59/2014. “Memang benar, penyakit HIV/Aids...

Jangan Ditiru

PENGENDARA sepeda motor melintas di trotoar sepanjang Jalan Pemuda Semarang untuk menghindari kemacetan, Jumat (16/6). Kurangnya kesadaran berlalu lintas membuat sejumlah pengendara tidak tertib....