31 C
Semarang
Senin, 30 November 2020

Harga Rusunawa Capai Rp 35 Juta

Jual Beli Akibat Minim Pengawasan

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Pengawasan harus diperketat. Misalnya, dengan registrasi ulang yang berkelanjutan dan rutin. Sehingga mereka tidak bisa menjual di bawah tangan.

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Praktik jual-beli rumah susun sewa (rusunawa) di Kota Semarang sudah lama terdengar.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menilai, praktik jual-beli rusunawa terjadi akibat minimnya pengawasan di dalam pengelolaan.

”Pengawasan harus diperketat. Misalnya, dengan registrasi ulang yang berkelanjutan dan rutin. Sehingga mereka tidak bisa menjual di bawah tangan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

”Karena sebenarnya yang membutuhkan kan masih banyak. Terutama warga miskin yang tidak punya tempat tinggal,” imbuhnya.

Kepada para penghuni rusunawa, jika memang sudah tidak membutuhkan, ia meminta untuk mengembalikan ke Pemerintah Kota Semarang. Bukan diperjualbelikan. Karena memang rusunawa merupakan milik pemerintah.  ”Selama ini praktik jual-beli terjadi karena mungkin ada yang memang butuh rumah, sedangkan domisilinya jauh dari tempat bekerja. Sehingga rusunawa menjadi pilihannya melalui jual-beli,” ujarnya.

Yang terjadi, lanjut dia, selain untuk rumah tinggal, ada juga warga yang memanfaatkan rusunawa hanya sebagai gudang. ”Mereka  juga bayar bulanan, kewajiban-kewajibannya. Tapi tidak ditempati,” jelasnya.

Untuk mencegah adanya praktik jual beli ini, dirinya berharap UPTD Rumah Susun terus melakukan pemantauan secara langsung. Sehingga dapat dipastikan apakah rusunawa benar-benar ditempati oleh mereka yang benar-benar berhak.  ”Harus tahu dan terkontrol,” kata politisi PDIP ini.

Lebih lanjut Mas Pri –sapaan akrabnya- menegaskan, agar jangan sampai ada petugas yang justru terlibat dalam praktik ini.

Praktik jual-beli rusunawa di Semarang sudah menjadi rahasia umum. Banyak yang menawarkan secara terang-terangan. Fasilitas pemerintah untuk warga berpenghasilan rendah ini bahkan dijual dengan harga yang cukup fantastis. Untuk rusunawa yang dekat dengan pusat kota, per unit dijual dengan harga mencapai Rp 35 juta.

”Di sini memang mahal. Karena selain sudah penuh, di sini dekat dengan pusat kota. Sehingga mudah kalau mau kemana-mana,” ujar Imam, penghuni salah satu rusunawa di Semarang.

”Kalau memang mau, saya ada saudara yang sudah tua dan tinggal sendirian. Nanti kalau mau dilempar saya kabari,” ujarnya mencoba menawari.

Biasanya, lanjut Imam, pembeli rusunawa adalah mereka yang benar-benar minat. Kebanyakan dari mereka juga tidak pernah khawatir rugi. Sebab, ketika sudah bosan, mereka bisa menjualnya kembali. Tentu dengan harga yang lebih tinggi. ”Sini lantai paling atas saja bisa sampai Rp 15 juta,” terangnya.

Harga ini dibenarkan oleh Teguh, warga Semarang. Belum lama ini, kakaknya membeli satu unit rusunawa di lantai 2 seharga di atas Rp 30 juta. ”Dapatnya segitu, tapi kalau di sini memang lama. Karena sudah penuh dan banyak yang minat,” ujarnya.

Tentang razia yang sering dilakukan, para pembeli di bawah tangan ini mengaku tidak khawatir. Asalkan rutin membayar setiap bulan, maka tidak akan ada kendala berarti. ”Kalau ditanya bilang saja punya saudara. Tapi itu jarang terjadi. Lagian, sekarang pada milih untuk beli karena pengajuannya banyak sekali,” katanya. (sga/aro)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...