GPEI Perbanyak Pelatihan

327

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Persoalan yang melingkupi ekspor di Jateng, sejauh ini belum tertangani maksimal. Mulai dari permasalahan perbankan, persaingan ekspor hingga peraturan dari beberapa negara tujuan. Karena itulah, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jateng terus memberikan pendidikan agar pelaku ekspor bisa mengatasi permasalahan tersebut, sekaligus memiliki daya saing kuat.

“Kami akan memberikan pelatihan kepada anggota agar mereka mampu menjalankan ekspor secara profesional,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jateng, Ade Siti Muksodah seusai seminar Outlook Eksport 2018 dan Pelantikan pengurus GPEI DPD Jateng 2018-2023 di Grand Candi, Rabu (25/4) kemarin.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GPEI, Benny Sutrisno mengatakan bahwa dalam mempertahankan pasar tradisional, GPEI mengandalkan posisi tawar yang dimiliki Indonesia. Misalnya untuk pasar Amerika Serikat, Indonesia bisa memanfaatkan net impor yang cukup besar atas komuditas kapas. Karena itu, Indonesia bisa meminta AS membuka akses pasar atas produk berbahan baku kapas. “Permintaan serupa bisa dilakukan kenegara-negara Timur Tengah, Amerika Latin, dan lainnya. Posisi tawar yang kuat dimiliki Indonesia, bisa dimanfaatkan pula sebagai panetrasi pasar,” katanya. (hid/ida)