33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Batang Bangun Republik Jeruk

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Memiliki lahan pertanian yang potensial, serta guna mendukung tahun kunjungan wisata 2022 Batang Heaven of Asia, Pemerintah Kabupaten Batang menggandeng Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, membangun Republik Jeruk. Sebuah kawasan agrobisnis dan agrowisata tanaman jeruk.

Tidak tanggung-tanggung, Pemkab Batang yang bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Kota Batu, Jawa Timur, mendapat bantuan sebanyak 35.335 bibit jeruk. Penyerahan bibit dan penanaman sebagian bibit berlangsung di Balai Benih Holtikultura (BBH) Clapar Kecamatan Subah Batang, Rabu ( 25/4).

Plt Bappelitbang Kabupaten Batang, Lany Dwi Rejeki mengatakan, kegiatan tersebut berdasarkan kesepakatan Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian RI di bawah koordinasi pusat penelitian holtikultura, yang di laksanakan oleh Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Kota Batu yang memberikan bibit jeruk bebas penyakit secara gratis.

Bibit yang telah dikirim baru sejumlah 21.260 batang dari total bantuan 35.335 batang. Terdiri dari empat varietas, yaitu Siam, Pontianak, Siam Madu, Keprok Terigas dan Keprok RGL. Sisanya akan dikirim lagi pada bulan November 2018.

“Bibit jeruk ini diharapkan dapat mendorong bertambahnya areal pertanaman jeruk seluas 70 hektare. Dan ini jumlah cukup besar yang membutuhkan kerja keras bersama agar slogan Republik Jeruk dapat sukses,” jelas Lani.

Selain itu, katanya, Pemkab Batang juga mendapat dukungan bimbingan teknologi oleh para ahli dan berupa demplot. Yang terletak di tiga  kecamatan yaitu Kecamatan Warungasem, Reban dan Bawang.

Bupati Batang Wihaji menambahkan, mayoritas masyarakat Batang adalah petani, sehingga sangat cocok dengan pengembangan kawasan jeruk. Dengan harapan Balai Benih Holtikultura milik Pemkab dapat dimaksimalkan dengan menanam jeruk yang dibantu gratis.

“ Balai Benih Holtikulura ( BBH )  Ini bisa dijadikan agrowisata baru yang sudah di masukan Perda sebagai bagian tempat wisata dan tempat edukasi bagi masyarakat,” Kata Wihaji

Menurutnya, Kabupaten Batang memiliki sejarah kejaayaan tanaman buah jeruk, sehingga bantuan tanaman jeruk tersebut bisa mengembalikan kejayaanya, karena hanya butuh keseriusan bersama dan kerja keras bersama.

“Kami juga berharap kepada masyarakat yang menerima bantuan bibit jeruk bisa dijadikan sentra jeruk di arah tempat wisata. Sehingga masyarakat yang wisata juga bisa mampir di kebun jeruk yang berada di 12 Kecamtan Batang,” harap Wihaji. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Jembatan Harjowinangun Ambrol

DEMAK-Sebuah jembatan di Desa Harjowinangun Kecamatan Dempet yang menghubungkan ruas Jalan Karangrejo Tompe hingga Cangkring ambrol. Akibatnya, jalan penghubung antara Kecamatan Dempet dengan Kecamatan Karanganyar...

Peternak Sapi Waswas Virus Antraks

UNGARAN-Warga di wilayah sentra tenak sapi di Kabupaten Semarnag waswas terhadap penyebaran virus antraks. Apalagi beberapa waktu lalu, hal tersebut juga sampai menginfeksi warga...

Dua Siswa SMAN 1 Dikeluarkan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Dua siswa SMA Negeri 1 Semarang yang merupakan aktivis OSIS, dikeluarkan dari sekolah tersebut secara sepihak. Keduanya, Muhammad Afif Ashor (Afif) yang menjabat...

Tanya Jawab Agama Islam

Bersama DR KH Ahmad Izzuddin, M Ag Pengasuh Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah Wonosari Ngaliyan Semarang Dosen UIN Walisongo Semarang di Harian Jawa Pos Radar...

Sejumlah Desa Mulai Kering

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang di Minggu ketiga Juni ini mulai melakukan droping air bersih di beberapa titik di...

Endah n Rhesa Berkesan Tampil di Redbox

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Penampilan perdana, Endah n Rhesa di Pekalongan cukup mengesankan. Keduanya menikmati konsernya di Redbox Socialcafe, kompleks Dupan Square Pekalongan, Sabtu malam...