25.8 C
Semarang
Kamis, 22 April 2021

UNKP SLB Siang, Dikeluhkan

spot_img
spot_img

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG  Pelaksanaan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) tingkat SMP di SLB Negeri Semarang dimulai sejak Senin (23/4) hingga Kamis (26/4) hari ini menimbulkan kekecewaan dari beberapa pihak. Salah satunya lantaran waktu pengerjaan ujian disamakan dengan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), yakni pukul 10.30.

Kepala SLB Negeri Semarang, Imam Wusono, mengatakan, pelaksanaan seharusnya dibedakan. Mengingat dari segi mental maupun fisik anak berkebutuhan khusus (ABK) berbeda dengan anak pada umumnya.

“Ujian dimulai lebih siang membuat ABK kehilangan semangat dan rasa bosan, serta diserang kelelahan,” ungkap Imam, kemarin.

Kendati demikian, pelaksanaan UNKP pukul 10.30 hingga 12.30 ini sesuai dengan SOP. Selain itu, kebijakan sesuai SOP yang menentukan batas ujian selama dua jam, oleh sekolah diberikan kebijakan tambahan waktu selama 30 menit.

“Pihak sekolah memberikan kebijakan tambahan waktu 30 menit, karena mereka berkebutuhan khusus berbeda dengan anak normal,” katanya.

Dalam pelaksanaan UNKP sendiri, terdapat dua orang pengawas di setiap ruangannya. Pengawas disesuaikan dengan kebutuhan peserta ujian, dan berasal dari kelas penyandang lain.

“Idealnya memang harus dari luar sekolah, tapi karena tidak memungkinkan kami silangkan. Misalnya, guru dari tuna rungu menjaga ujian siswa tuna netra. Begitu pula tuna daksa menjaga ujian untuk tuna rungu,” jelas Imam.

Di SLB Negeri Semarang, sedikitnya 48 siswa mengikuti UNKP. Ke-48 siswa tersebut terbagi dalam empat klasifikasi. Yakni, kategori A untuk siswa tuna netra yang diikuti tiga siswa. Mereka mengerjakan ujian menggunakan soal dan  lembar jawaban berhuruf braille.

“Itu yang satu memang masih bisa membaca dengan bantuan kaca mata, sehingga kami mengupayakan untuk tidak harus menggunakan kertas braille, kalau masih mampu, sehingga tidak bergantung pada braille,” terangnya.

Sedangkan kategori B untuk penyandang tuna rungu, ada sebanyak 7 siswa. Kategori C dan C1 untuk penyandang tuna grahita ada 34 siswa, serta kategori D untuk penyandang tuna daksa sebanyak 1 siswa.

“Selama UNKP berlangsung tidak ada kendala yang mengangnggu proses ujian, hal ini dikarenakan ujian anak-anak tidak berbasis komputer,” tandasnya. (tsa/aro)

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here