33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Rob Tinggi Akan Terjadi hingga Juni

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasang air laut atau rob kembali meninggi. Sejumlah jalan di kawasan Semarang Utara terendam. Di Jalan Yos Sudarso, Bandarharjo, Semarang Utara, genangan rob sempat mengganggu aktivitas warga. Dampak rob yang sudah terjadi selama tiga hari ini dirasakan oleh para pegawai kantor di sepanjang jalan tersebut, salah satunya kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas Semarang.  Mereka harus menerjang jalan yang tergenang air laut setinggi lutut orang dewasa untuk sampai ke tempat bekerja.

Sutoyo, salah satu pegawai kantor KSOP mengaku harus memarkirkan kendaraannya di ujung jalan, karena tidak dapat menembus genangan rob. Ia terpaksa harus berjalan kaki untuk bisa sampai ke kantornya. Sebab, beberapa kendaraan yang nekat menerjang, mesinnya mati di tengah jalan. ”Yang parah kalau sore hari sekitar pukul 15.00  tadi (kemarin, Red). Ini tadi naik jeep jasa angkut” katanya sepulang kerja.

Meski dirasa mengganggu aktivitas, rob justru menjadi berkah tersendiri bagi Busyro, pengemudi becak diesel. Ia merasa banjir rob ini membuatnya kebanjiran penumpang. ”Bagaimana ya, untung tapi juga rugi. Untungnya karena banyak yang menggunakan becak. Karena di sepanjang jalan ini kan ada banyak kantor. Tapi ruginya, saya harus dorong, karena mesinnya nggak bisa kalau dihidupkan. Jelas capek, sudah tua,” ujar warga Kalibaru ini.

Sementara itu, Stasiun Klimatologi BMKG Kelas I Kota Semarang telah memperkirakan ketinggian air laut di daratan pesisir Pantai Utara Jawa mencapai 1 meter. Rob tinggi akan terjadi hingga Juni 2018 mendatang.

“Rob diprediksi sampai Juni. Air laut naik dari siang sampai malam. Rob tidak hanya terjadi di Kota Semarang, tetapi sampai Tegal dan Pekalongan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Kota Semarang, Iis Harmoko.

Menurutnya, 13 -30 Juni merupakan puncak bulan purnama yang biasanya menimbulkan air laut pasang pada sore hingga malam hari. Selain rob, gelombang tinggi juga akan terjadi di laut selatan Pulau Jawa. “Gelombang di laut utara masih aman, hanya rob saja yang tinggi. Tetapi yang menjadi warning di laut selatan. Peringatan dini gelombang tinggi mencapai 2,5 meter hingga 4 meter,” ujarnya.

Iis mengatakan, ada beberapa kota yang harus mulai memberikan warning kepada para nelayan atau masyarakat yang beraktivitas di pantai. Yakni, di Perairan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Jogjakarta. (sga/hid/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PU Kewalahan Tangani Jalan Ambles

SEJUMLAH titik jalan di Kota Semarang yang memiliki karakteristik tanah bergerak, sudah berulang kali dilakukan perbaikan pembangunan, namun kondisi jalan kembali rusak dan bergelombang....

Ratusan Ribu Anak Belum Punya KIA

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Ratusan ribu anak di Kabupaten Magelang hingga kini belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Dari 304.228 anak yang terdaftar di Dinas...

Siaga, Petugas Dilengkapi Peluru Tajam

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG  - Serangan bom bunuh diri yang terjadi Senin (14/5) pagi tadi sekitar pukul 08.50 WIB di Mako Polrestabes Surabaya, membuat petugas Kepolisian...

Harga Sembako Stabil

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Perum Bulog akan menambah intensitas pasar murah menjelang bulan Ramadan dan hari raya lebaran. Hal ini dilakukan agar harga sembako bisa...

Kreatif Bikin Kejutan, Jadi Ladang Bisnis

IDAK terkecuali Devanada Bulan Aldizza. Pengusaha party planner ini mendirikan DVNDPLANS sejak April 2016. “DVNDPLANS merupakan singkatan dari Devanada Plans. Artinya rencana yang aku...

Buruh Nyonya Meneer Terancam Gigit Jari

SEMARANG-Nasib buruh PT Nyonya Meneer (PT Njonja Meneer) terancam tidak akan menerima hak-haknya. Pasalnya, hampir semua aset perusahaan jamu legendaris Semarang tersebut telah dilelang....