33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Main Karawitan dan Piawai Pentaskan Seni Babalu

Kiprah Bupati Batang Wihaji dalam Mendukung Dunia Kesenian

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

Batang Art Festival (BAF) yang diselenggarakan selama lima hari telah berakhir Selasa malam (24/4/2018) di Alun-Alun Kota Batang. Pada penutupan even tersebut Wihaji tampil dengan grup karawitannya sekaligus pentas seni Babalu.

BATANG, Lutfi Hanafi

RADARSEMARANG.COM – Selasa malam suasana Alun-Alun Batang, yang dekat dengan jalur pantura, kembali meriah. Suara gamelan dan tetabuhan dari gendang yang ditabuh Bupati Wihaji seolah mengalahkan deru mesin truk-truk besar dan klakson telolet dari bus malam yang melintas.

Group karawitan “Ngaku Salah” yang dipimpin Bupati Batang Wihaji, dan pemainnya Wakil Bupati Batang Suyono serta para camat se-Kabupaten Batang, menjadi bintang tamu utama dalam penutupan Batang Art Festival (BAF) tersebut.

Tembang-tembang campursari seperti Prahu Layar, Gugur Gunung, Ojo Dipleroki, Sing Keri Cokot Boyo dan Subanul Waton dimainkan dengan apik oleh grup seni pejabat ini.

Tidak puas bermain karawitan, Wihaji melanjutkan aksinya bermain seni drama asli Batang, Babalu. Seni teater ini dulunya digunakan sebagai alat untuk siasat perang dalam melawan penjajah pada zaman dahulu.

Inti pertunjukan kesenian Babalu ditandai dengan ragam gerak langkah tepuk dan ragam gerak silat. Elemen pendukung tari terdiri dari musik dan tata busana yang unik.

Wihaji memainkan sebuah kisah tentang menikung jalan. Kondisi setelah keberhasilan Wihaji menjadi kepala daerah dan program-program yang telah dijalankan dan beberapa hambatan yang terjadi.

Kadang ada cerita serius, diskusi  dan ada guyonan seperti drama komedi yang sarat dengan pesan-pesan moral bagi masyarakat. Bupati Wihaji bermain dengan aktor dan aktris dari seniman Babalu Batang. Serta dengan Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Batang, Tri Bakdho, yang juga presiden BAF.

“Seperti apa yang sudah saya sampaikan saat tampil tadi, saya menjawab apa yang dikeluhkan masyarakat selama ini. Saya menjawab sesuai dengan fakta yang ada, dengan program yang sudah saya jalankan. Saya rasa ini menjadi penyambung lidah pemerintah dengan masyarakat dan seni sehingga bisa mudah diterima masyarakat,” tutur Bupati Batang Wihaji, menjelaskan kisah yang ditampilkan kemarin.

Menurut dia kesenian Babalu ini cukup menarik dan patut terus dilestarikan. Selain unik dan khas, juga bisa sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat.

“Ini seni asli Batang yang harus terus dilestarikan. Insyaallah gelaran seni Babalu akan rutin ditampilkan pada acara-acara di Kabupaten Batang,” tandasnya.

Ketua DKD Batang Tri Bakdho juga mengatakan, seni Babalu memang sebagai penyampai informasi dari pemerintah kepada masyarakat. Maupun keluhan masyarakat untuk pemerintah yang dikemas dengan paduan seni tari dan drama musikal. (*/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

70 Lukisan Dipamerkan

TEMANGGUNG–Sedikitnya 70 lukisan karya pelukis atau perupa asal Temanggung, Yogyakarta, Borobudur, Grabag, Boyolali, Ambarawa, Semarang, dan Wonosobo dipamerkan di Pendopo Pengayoman Temanggung selama lima...

Gaji ASN Langsung Dipotong Zakat

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beragama Islam, siap-siap dipotong gajinya untuk pembayaran zakat. Pemerintah sedang menyiapkan peraturan presiden (perpres) yang...

Pulihkan Kondisi Dua Anak Telantar

DEMAK- Bupati HM Natsir dan Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan  menjenguk dua anak yang sebelumnya diduga ditelantarkan Panti Asuhan Al Hajar, Desa Karangmlati, Kecamatan...

Kenalkan Lingkungan Kampus

MUNGKID—Kemajuan dan perkembangan Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang sudah sampai ke seantero Nusantara. Hal ini terbukti dengan mahasiswa baru (maba) yang berasal dari Aceh hingga...

Pemkab Kekurangan Empat Ribu Pegawai

KAJEN-Lantaran tidak adanya penambahan formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan saat ini sudah mengalami kekurangan 4 ribuan PNS. Sementara jumlah...

Olah Rebung Jadi Kuliner Khas Desa

Tak banyak yang tahu, jika tunas muda yang tumbuh dari akar bambu atau yang lebih familiar dengan sebutan rebung dapat diolah menjadi berbagai aneka...