MEMUKAU : Peserta Festival Drama Pelajar nasional dan Lomba Monolog Mahasiswa se-Jateng tahun 2018, mengerahkan segala kemampuan dalam dunia seni teater. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMUKAU : Peserta Festival Drama Pelajar nasional dan Lomba Monolog Mahasiswa se-Jateng tahun 2018, mengerahkan segala kemampuan dalam dunia seni teater. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Melatih kreativitas remaja ternyata bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui cabang seni teater. Dalam seni ini, berbagai disipilin ilmu bisa diterapkan, ada ilmu seni peran, seni tarik suara, dekorasi, penulisan naskah hingga pewacanaan tujuan pementasan.

Seniman Teater Nasional, Whani Darmawan mengatakan, cabang seni ini bisa digunakan untuk melatih generasi muda belajar seimbang dalam melihat persoalan. Ditambah lagi teater adalah seni yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu menjadi sebuah pertunjukan.

“Semua disiplin ilmu dipakai dalam teater, dari belajar atau ikut teater kita bisa belajar seimbang dalam menggunakan disiplin ilmu,” katanya disela Festival Drama Pelajar nasional dan Lomba Monolog Mahasiswa se-Jateng tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Teater Gema Universitas PGRI Semarang, kemarin.

Pria yang juga didapuk sebagai dewan juri ini, menjelaskan bahwa seni teater dari disiplin ilmu yang ada bisa digunakan untuk melihat kenyataan hari ini. Karena saat ini, masyarakat tidak bisa lagi membedakan mana logika, mana estetika, mana wahyu, mana ilmu. Semua dipahami dari sudut pandang politik. “Dengan seni peran ini, tentu harapan masyarakat bisa terbuka untuk melihat suatu fenoma yang ada dari sudut pandang yang berbeda pula,” ucapnya.

Terpisah Rektor UPGRIS Muhdi menambahkan, ajang tersebut sengaja digelar untuk memberi kesempatan kepada anak-anak SMA – SMK yang aktif di dunia drama atau dunia teater untuk memanggungkan apa yang sudah mereka latih dan menunjukkan atau mengukur kemampuannya dibanding sekolah-sekolah lainnya.

“Intinya bukan mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah, yang paling penting adalah dalam berproses teater para siswa maupun mahasiswa ini bisa berbagi dengan orang lain,” tambahnya. (den/zal)