33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Jual Beli Rusunawa Marak

Satu Unit Dijual Rp 7 Juta-Rp 15 Juta

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Praktik jual beli rumah susun sewa (rusunawa) masih terjadi di Kota Semarang. Kabarnya, satu unit rusunawa dijual mulai Rp 7 juta hingga Rp 15 juta, tergantung lokasi dan letak lantai. Semakin strategis dan rendah lantainya, harga akan semakin mahal.

Indah (bukan nama sebenarnya) mengaku sudah sering menjadi perantara penjualan rusunawa. Kepada calon pembeli, ia menjamin akan membantu pengurusan izin sampai penghuni baru rusunawa bisa menempati rusunawa yang juga ia tempati bersama anak-anaknya ini.

”Bisa balik nama. Tapi harus KTP Semarang dan ada surat pernyataan tidak memiliki rumah dari Ketua RT sebelumnya,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

”Kalau bukan warga Semarang, beli saja dulu nggak papa. Yang penting setelah beli, ada hitam di atas putih kemudian minta buku banknya untuk pembayaran sewa setiap bulannya,” terangnya.

Lewat dirinya, syarat ini tidaklah mutlak. Karena sudah memiliki rumah pun, nyatanya beberapa orang bisa membeli hak tinggal di rusunawa yang sudah berdiri selama hampir dua tahun ini.

”Sudah bukan rahasia lagi, di sini ada penghuni yang sebenarnya sudah punya rumah. Jadi, mereka tinggal di sini, sementara rumahnya dikoskan,” jelas wanita paruh baya ini.

Bahkan, tidak sedikit yang membeli rusunawa hanya untuk investasi. Sebab, harga rusunawa, dikatakan olehnya, selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. ”Kalau memang nggak cocok bisa dijual lagi. Karena pasti naik. Setahun kalau Rp 2 juta-Rp 3 juta pasti dapat. Apalagi sebentar lagi SK-nya akan keluar,” terangnya.

Tidak hanya di satu tempat. Praktik jual beli juga terjadi di rusunawa lainnya di Semarang. Untuk rusunawa ini, warga menyebutnya dengan oper hak. Penghuni baru harus membayar sejumlah biaya yang dikeluarkan oleh penghuni sebelumnya untuk mendapatkan hak menempati rusunawa. ”Tapi kalau di sini harus ditempati. Soalnya, kalau tidak ditempati, sama pengelola langsung diganti kunci,” jelas Irfan, juga nama samaran.

Hampir sama dengan rusunawa sebelumnya, penghuni baru harus melengkapi sejumlah persyaratan. Termasuk keterangan tidak memiliki tempat tinggal.  ”Tapi itu permainan. Dengan Ketua RT tempat tinggal sebelumnya, biasanya bisa membuatkan surat itu. Tidak sulitlah,” katanya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Muthohar,  menegaskan, rusunawa hanya diperuntukkan bagi warga Semarang berpendapatan rendah. Penghuni juga diharapkan tidak menempati rusunawa untuk selamanya. Dalam artian, ketika perekonomian sudah membaik dan mampu membeli tempat tinggal, mereka diharapkan bisa meninggalkan rusunawa.

Ia mengaku telah melancarkan operasi penertiban secara rutin untuk memastikan rusunawa milik Kota Semarang ditempati oleh orang yang tepat dan dirawat dengan baik. Sebab, ada penghuni yang hanya memanfaatkan rusunawa layaknya gudang.  ”Yang seperti gudang itu tentu saya keluarkan langsung,” tegasnya.

”Kemudian ada juga yang hanya untuk pengakuan bahwa mereka punya unit di sini. Ketiga, memang sempat ada yang ditawarkan, dijual belikan. Kalau ada yang seperti itu, besok pasti saya ganti kunci. Tidak ada tawar-menawar.” katanya.

Ia melanjutkan, pihaknya sudah melakukan penyeleksian melalui UPTD Rumah Susun untuk memastikan bahwa penghuni rusunawa benar-benar warga Semarang. Seleksi dilakukan dengan melihat KTP penghuni rusunawa.

”Kalau nanti muncul di luar itu, misalnya ada penghuni yang dari luar Semarang saya diberitahu. Pasti saya akan mengambil langkah-langkah selanjutnya,” ujarnya menegaskan.

Yudi, warga Semarang menyesalkan adanya praktik jual beli rusunawa. Ia berharap ada seleksi dan pengawasan yang ketat agar rusunawa digunakan dengan tepat sasaran.  ”Kalau memang ada ya sangat disayangkan. Karena setahu saya rusunawa itu kan untuk yang penghasilannya rendah. Tapi kok malah dijualbelikan gitu. Bahkan saya dengar ada penghuni (rusunawa) yang punya mobil juga ya?,” katanya setengah bertanya. (sga/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

14 Parpol Usung 276 Bacaleg

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Hingga batas akhir pendaftaran calon legislatif (caleg), dua partai politik yakni PKPI dan Hanura tidak mendaftarkan bacalegnya ke KPU Kota Salatiga....

Harga Daging Ayam Merambat Naik

SEORANG pedagang saat melayani pembeli di Pasar Peterongan Semarang, Senin (22/5). Hingga beberapa hari menjelang bulan Ramadan harga daging ayam terus naik. Daging ayam...

Sudirman: Ganjar-Yasin Selamat Bekerja

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sudirman Said dan Ida Fauziyah mengaku akan menerima hasil keputusan KPU Jateng. Pasangan tersebut mengucapkan selamat bekerja untuk pasangan Ganjar-Yasin. Meski...

Ciptakan Nuansa Seram, Ajak Diskusi Tanpa Dialog

RADARSEMARANG.COM - Sufan Andy Lukman mengembangkan musik eksperimental dengan konsep horror box. Seperti apa?  JOKO SUSANTO MUSIK menjadi media berekspresi yang paling mudah mendapat perhatian, termasuk...

Arbani Tak Naikkan Biaya Umrah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kenaikan biaya perjalanan umrah dan haji tak bisa dihindari lagi. Seiring dengan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 5 persen yang...

Uji Skill Bruno Silva saat Lawan Persis

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS kembali kedatangan bomber asing. Kali ini striker asal Brazil, Bruno Silva telah merapat ke Semarang. Bomber berusia 27 tahun itu...