Jual Beli Rusunawa Marak

Satu Unit Dijual Rp 7 Juta-Rp 15 Juta

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Praktik jual beli rumah susun sewa (rusunawa) masih terjadi di Kota Semarang. Kabarnya, satu unit rusunawa dijual mulai Rp 7 juta hingga Rp 15 juta, tergantung lokasi dan letak lantai. Semakin strategis dan rendah lantainya, harga akan semakin mahal.

Indah (bukan nama sebenarnya) mengaku sudah sering menjadi perantara penjualan rusunawa. Kepada calon pembeli, ia menjamin akan membantu pengurusan izin sampai penghuni baru rusunawa bisa menempati rusunawa yang juga ia tempati bersama anak-anaknya ini.

”Bisa balik nama. Tapi harus KTP Semarang dan ada surat pernyataan tidak memiliki rumah dari Ketua RT sebelumnya,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

”Kalau bukan warga Semarang, beli saja dulu nggak papa. Yang penting setelah beli, ada hitam di atas putih kemudian minta buku banknya untuk pembayaran sewa setiap bulannya,” terangnya.

Lewat dirinya, syarat ini tidaklah mutlak. Karena sudah memiliki rumah pun, nyatanya beberapa orang bisa membeli hak tinggal di rusunawa yang sudah berdiri selama hampir dua tahun ini.

”Sudah bukan rahasia lagi, di sini ada penghuni yang sebenarnya sudah punya rumah. Jadi, mereka tinggal di sini, sementara rumahnya dikoskan,” jelas wanita paruh baya ini.

Bahkan, tidak sedikit yang membeli rusunawa hanya untuk investasi. Sebab, harga rusunawa, dikatakan olehnya, selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. ”Kalau memang nggak cocok bisa dijual lagi. Karena pasti naik. Setahun kalau Rp 2 juta-Rp 3 juta pasti dapat. Apalagi sebentar lagi SK-nya akan keluar,” terangnya.

Tidak hanya di satu tempat. Praktik jual beli juga terjadi di rusunawa lainnya di Semarang. Untuk rusunawa ini, warga menyebutnya dengan oper hak. Penghuni baru harus membayar sejumlah biaya yang dikeluarkan oleh penghuni sebelumnya untuk mendapatkan hak menempati rusunawa. ”Tapi kalau di sini harus ditempati. Soalnya, kalau tidak ditempati, sama pengelola langsung diganti kunci,” jelas Irfan, juga nama samaran.

Hampir sama dengan rusunawa sebelumnya, penghuni baru harus melengkapi sejumlah persyaratan. Termasuk keterangan tidak memiliki tempat tinggal.  ”Tapi itu permainan. Dengan Ketua RT tempat tinggal sebelumnya, biasanya bisa membuatkan surat itu. Tidak sulitlah,” katanya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Muthohar,  menegaskan, rusunawa hanya diperuntukkan bagi warga Semarang berpendapatan rendah. Penghuni juga diharapkan tidak menempati rusunawa untuk selamanya. Dalam artian, ketika perekonomian sudah membaik dan mampu membeli tempat tinggal, mereka diharapkan bisa meninggalkan rusunawa.

Ia mengaku telah melancarkan operasi penertiban secara rutin untuk memastikan rusunawa milik Kota Semarang ditempati oleh orang yang tepat dan dirawat dengan baik. Sebab, ada penghuni yang hanya memanfaatkan rusunawa layaknya gudang.  ”Yang seperti gudang itu tentu saya keluarkan langsung,” tegasnya.

”Kemudian ada juga yang hanya untuk pengakuan bahwa mereka punya unit di sini. Ketiga, memang sempat ada yang ditawarkan, dijual belikan. Kalau ada yang seperti itu, besok pasti saya ganti kunci. Tidak ada tawar-menawar.” katanya.

Ia melanjutkan, pihaknya sudah melakukan penyeleksian melalui UPTD Rumah Susun untuk memastikan bahwa penghuni rusunawa benar-benar warga Semarang. Seleksi dilakukan dengan melihat KTP penghuni rusunawa.

”Kalau nanti muncul di luar itu, misalnya ada penghuni yang dari luar Semarang saya diberitahu. Pasti saya akan mengambil langkah-langkah selanjutnya,” ujarnya menegaskan.

Yudi, warga Semarang menyesalkan adanya praktik jual beli rusunawa. Ia berharap ada seleksi dan pengawasan yang ketat agar rusunawa digunakan dengan tepat sasaran.  ”Kalau memang ada ya sangat disayangkan. Karena setahu saya rusunawa itu kan untuk yang penghasilannya rendah. Tapi kok malah dijualbelikan gitu. Bahkan saya dengar ada penghuni (rusunawa) yang punya mobil juga ya?,” katanya setengah bertanya. (sga/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -